Perkuat Perempuan Pesisir Melalui Kelompok Pengelolaan dan Pemasaran Ikan Asin Ibu-Ibu Roban Timur

PRESS RELEASE

MENGUATKAN PEREMPUAN PESISIR, MEMBANGUN EKONOMI BERKELANJUTAN BERSAMA KELOMPOK PERTIWI ROBAN TIMUR

Foto bersama Kelompok Pertiwi Roban Timur bersama Penyuluh Perikanan

Batang, 30 September 2025 – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang Bidang Perikanan Tangkap dan Daya Saing, serta masyarakat pesisir Dukuh Roban Timur, menggelar kegiatan Legalisasi Kelompok Pengelolaan dan Pemasaran Ikan Asin Ibu-Ibu Roban Timur. Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat peran perempuan pesisir dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Sejak tahun 2018, sejumlah ibu-ibu pesisir mulai mengolah hasil laut menjadi ikan asin sebagai sumber penghasilan tambahan. Dari yang awalnya hanya dua orang, kini jumlah pengolah ikan asin di Roban Timur mencapai 10–15 orang. Setelah 7 tahun berjalan secara mandiri, pada Mei 2025, mereka resmi membentuk kelompok bernama “Pertiwi Roban Timur” yang beranggotakan sembilan orang.

Kegiatan legalisasi yang berlangsung di TPI Roban Timur ini diawali dengan sambutan dari tokoh masyarakat Roban Timur, Kepala Desa Sengon, perwakilan DKP Batang, serta Direktur Eksekutif WALHI Jawa Tengah. Acara dilanjutkan dengan pengenalan kelompok Pertiwi Roban Timur, prosesi legalisasi secara simbolis oleh DKP Batang, serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas terbentuknya kelompok ini.

Dul Hakim, tokoh masyarakat Roban Timur, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada WALHI Jawa Tengah dan DKP Batang, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada WALHI Jawa Tengah dan DKP Batang yang telah membimbing kami, masyarakat pesisir, dalam membangun perekonomian berkelanjutan. Kami akan berusaha menerapkan semua ilmu dan pendampingan dari WALHI untuk memaksimalkan hasil laut dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kami.”

Ketua Kelompok Pertiwi Roban Timur, Ibu Erviana, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung masyarakat pesisir, khususnya kelompok Pertiwi Roban Timur. “Saya berharap kelompok ini dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran ikan asin hingga ke luar Pulau Jawa.”

Fahmi Bastian, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Tengah, menyampaikan harapannya, “Saya harap pengelolaan dan pemasaran ikan asin ini bisa terus berkembang kedepannya.”

Untuk mendukung pengembangan Kelompok Pertiwi Roban Timur, DKP Bidang Perikanan Tangkap dan Daya Saing berkomitmen menyelenggarakan diskusi dan evaluasi rutin setiap bulan. Azmi Arifin, Penyuluh Perikanan Kabupaten Batang, menyampaikan, “Setiap bulan akan diadakan diskusi kelompok untuk mengevaluasi dan membahas kinerja kelompok apabila ada hambatan dan lain-lain.” 

Inisiatif ini tidak hanya sebatas pengelolaan ikan asin, tetapi juga menjadi bentuk penguatan ekonomi komunitas melalui pengelolaan lingkungan dan komoditas secara komunal. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat posisi tawar masyarakat pesisir sehingga mereka dapat berdiri setara di hadapan negara. Pendekatan ini juga dimaksudkan untuk mendorong negara agar tidak mengabaikan beragam persoalan yang dihadapi warga pesisir, khususnya di Jawa Tengah, mulai dari kerentanan terhadap perubahan iklim, keterbatasan akses ekonomi, hingga lemahnya perlindungan ruang hidup mereka.

Dengan adanya legalisasi ini, Kelompok Pertiwi Roban Timur tidak hanya diakui secara resmi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pelatihan, dukungan kelembagaan, hingga memperluas jaringan pemasaran. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Roban Timur, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan laut melalui penguatan kelompok perempuan.

#PulihkanJawaTengah

#SelamatkanPesisirRobanTimur
#SalamAdildanLestari

Narahubung:
081388294894 (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *