Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah baru saja menggelar konferensi pers yang dihadiri sekitar 30 jurnalis dari berbagai media, untuk menyampaikan hasil Kajian Cepat Merespons Bencana Ekologis Jawa Tengah. Kajian ini disusun sebagai respons atas banjir yang terjadi berulang di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk kawasan Muria Raya, yang tidak dapat lagi dipahami sebagai peristiwa alam semata. WALHI Jawa Tengah menegaskan bahwa banjir merupakan akumulasi krisis ekologis akibat kegagalan tata ruang, melemahnya perlindungan kawasan hulu, serta masifnya aktivitas ekstraktif dan pembangunan yang melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Melalui kajian ini, WALHI Jawa Tengah menyoroti persoalan mendasar dalam perubahan RTRW Jawa Tengah 2019–2024, tekanan izin pertambangan, serta lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang yang berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana ekologis. WALHI Jawa Tengah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan perizinan, menghentikan kebijakan yang mengorbankan ruang ekologis demi investasi, serta menempatkan keselamatan lingkungan dan warga sebagai prioritas utama pembangunan. Kajian lengkap WALHI Jawa Tengah dapat diunduh melalui tautan berikut: [LINK UNDUH KAJIAN].
