




Koperasi Kampung Nelayan Tambakrejo Sejahtera bersama WALHI Jawa Tengah dan Dompet Dhuafa Disaster Management Center (DMC), menggelar Panen Raya Kerang Hijau sebagai bagian dari inisiatif pemulihan pesisir dan penguatan ekonomi warga nelayan. Acara yang berlangsung di kawasan pesisir Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan organisasi masyarakat sipil (CSO), dan perwakilan pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.

Semarang, 14 November 2025 – Sekitar dua ratus warga Semarang, yang didominasi oleh pelajar dan aktivis muda, berpawai di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah dalam aksi damai Semarang Climate Strike (Jeda Untuk Iklim) 2025 pada hari Jumat (14/11). Mereka menyerukan ajakan peduli pada isu krisis iklim dan transisi energi bersih yang berkeadilan.

Semarang, 15 November 2025 – Dalam rangka pelaksanaan Conference of the Parties (COP) 30 di Belém, Brazil, WALHI Jawa Tengah menyoroti meningkatnya ancaman terhadap ekosistem mangrove dan ruang hidup masyarakat pesisir akibat skema-skema palsu berbasis pasar karbon yang semakin didorong dalam forum iklim global. Tahun ini, COP 30 memusatkan agenda pada isu hutan, masyarakat adat, dan transisi energi, tiga sektor yang sangat terkait dengan keberlangsungan ruang hidup rakyat di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.

Persatuan Gerakan Rakyat Tani Jawa Tengah (PAGAR TANI) mengeluarkan seruan aksi menolak praktik kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan dan petani yang semakin marak terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Aksi ini digelar pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Polda Jawa Tengah hingga Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Kantor Gubernur Jawa Tengah. PAGER TANI Jawa Tengah ini merupakan aliansi yang di dalamnya terdapat Organisasi Tani, Organisasi Pejuang Lingkungan, Mahasiswa dan Jaringan Masyarakat Sipil yang berada di Jawa Tengah.

Semarang, 7 Desember 2025 – Aliansi Perempuan Jawa Tengah yang terdiri dari jaringan organisasi masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar Pawai Damai 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) sebagai bentuk perlawanan terhadap terus berlangsungnya kekerasan berbasis gender dan ketidakadilan struktural yang dialami perempuan di berbagai ruang hidupnya. Momentum 16 HAKTP, yang diperingati setiap 25 November hingga 10 Desember, menjadi pengingat bahwa negara belum sungguh-sungguh menjalankan mandat perlindungan terhadap perempuan.

From the blog
Banjir Berulang di Jawa Tengah, WALHI Tegaskan Kegagalan Tata Ruang dan Perizinan
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah baru saja menggelar konferensi pers yang dihadiri sekitar 30 jurnalis dari berbagai media, untuk menyampaikan hasil Kajian Cepat Merespons Bencana Ekologis Jawa Tengah. Kajian ini disusun sebagai respons atas banjir yang terjadi berulang di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk kawasan Muria Raya, yang tidak dapat lagi dipahami sebagai […]
Pawai Damai 16 HAKTP “Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan”
PERS RILIS Pawai Damai 16 HAKTP “Menggalang Keberanian Menautkan Kekuatan Perempuan” Aliansi Perempuan Jawa Tengah Semarang, 7 Desember 2025 – Aliansi Perempuan Jawa Tengah yang terdiri dari jaringan organisasi masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar Pawai Damai 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) sebagai bentuk perlawanan terhadap terus berlangsungnya kekerasan berbasis gender dan ketidakadilan […]
Aksi Petani: Desak Kapolda Jateng Hentikan Kriminalisasi
SIARAN PERS JATENG LUMBUNG KRIMINALISASI: PAGER TANI DESAK KAPOLDA JATENG HENTIKAN KRIMINALISASI Persatuan Gerakan Rakyat Tani Jawa Tengah (PAGAR TANI) mengeluarkan seruan aksi menolak praktik kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan dan petani yang semakin marak terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Aksi ini digelar pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Polda Jawa Tengah hingga Kantor […]
Panca Prinsip

Keterbukaan
Menyampaikan informasi yang sebenarnya berkaitan dengan pengelolaan organisasi, program, dan hasil audit keuangan kepada pihak-pihak yang terkait, baik diminta maupun tidak diminta.
Keswadayaan
Semua pihak diharapkan mendukung keswadayaan politik dan ekonomi masyarakat.
Profesional
Memelihara kepercayaan masyarakat dalam upaya perlindungan dan penyelamatan lingkungan hidup, segala bentuk aktifitas organisasi harus sesuai dengan kepentingan rakyat (korban dan keluarganya), dan segala bentuk aktifitas organisasi dapat dimintakan tanggung gugatnya. Semua pihak hendaknya bekerja secara profesional, sepenuh hati, efektif, sistematik dan tetap mengembangkan semangat kolektivitas.
Ketauladanan
Memimpin rakyat melalui tindakan ataupun perbuatan yang dapat memberikan inspirasi dan contoh kepada orang lain, kepada rakyat.
Kesukarelawanan
Diwujudkan dengan tidak menjadikan imbalan/pamrih dan/atau kedudukan/kekuasaan sebagai tujuan, kecuali semata-mata dimaksudkan untuk pemberdayaan dan kemandirian rakyat dan jejaring.
Zalya Tilaar
Dera
Rizky
Bagas Kurniawan
Kiki
Colis
