Cerpen #52: “AWAL DARI SEMUANYA”

Sejak seratus tahun terakhir, tepatnya pada tahun 2150 keadaan bumi begitu memprihatinkan dan hampir tidak bisa di tinggali. Hal ini tidak lain akibat ulah manusia. Sebelum keadaan bumi seperti sekarang, para manusia-manusia yang tidak tahu berterima kasih itu sering melakukan hal-hal yang berdampak besar bagi kehidupan di bumi. Penggunaan efek rumah kaca tidak terkendali , […]

Cerpen #50: “Bumiku yang Malang”

Bumi tahun 2222   Ini masih dipengawal bulan Januari. Namun musim kemarau sepertinya masih sangat betah memancarkan kilauan terik matahari yang bisa dibilang cukup menyengat untuk hari sepagi ini. Efek krisis iklim memang bukan main. Bumi kini tersa semakin panas bahkan semilir angin yang berhembus pun membawa hawa panas bukannya sejuk seperti yang seharusnya. Keadaan […]

Cerpen #49: “Suara Alam dan Legenda”

Suara alarm berbunyi menandakan pagi telah tiba. Kubuka mataku dan kuhirup udara segar diluar. Dengan keadaan masih setengah sadar kubuat teh untuk memulai hari ini dan meminumnya di halaman depan rumah. Semilir angin pagi dan indahnya pegunungan membuat ku semangat untuk memulai hari. Tapi terdengar alarm lagi dan kini berbunyi lebih keras. Kubuka mataku dan […]

Cerpen #48: “BUMI 100 TAHUN MENDATANG”

Krisis iklim merupakan suatu hal yang selalu diperbincangkan setiap saat serta menjadi topik utama didalam setiap konferensi tinggi atau pertemuan para pemimpin dunia. Akan tetapi tidak ada solusi konkrit mengenai masalah satu ini dan malah krisis iklim makin menjadi-jadi dengan rusaknya ekosistem alam, peningkatan emisi gas rumah kaca serta eksplotasi besar-besaran terhadap alam yang mengakibatkan […]

Cerpen #47: “Lelaki-Lelaki Pewarna Taman”

Warga Gang Mufakat gempar. Gunawan seorang pengusaha armada bus antarkota yang tinggal di kompleks elit di perbatasan kota, ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh warga. Jasadnya mengapung di Sungai Ilung, yang mengalir tidak jauh di belakang Taman Batuah. Sungai Ilung merupakan pecahan kecil dari Sungai Martapura yang mengalir di belakang rumah warga Gang Mufakat. […]

Cerpen #45: (Tanpa judul)

Kring! Bel sekolah nyaring berbunyi menandakan bahwa kegiatan belajar mengajar telah selesai. Di hari selasa yang terik ini, jam pulang sekolah SMA Jaya Gayatri berbeda dari jam pulang pada  biasanya. Ini dikarenakan sekolah kedatangan orang-orang yang mengadakan penyuluhan dan seminar tentang bahayanya sampah dan cara mengolah sampah yang baik dan benar. Lumayan banyak siswa-siswi yang […]

Cerpen #44: “UNLIMITED LEARNING”

Pagi hari kedua siswa sma kelas XII berangkat kesekolah sambil berjalan dan berbicara, mengamati keadaan lingkungan sekitarnya, abdullah dan yanto memulai percakapan. Abdullah : yanto, yanto, kesekolah bareng yuk? Yanto :  oh, dulah iya boleh kok tunggu ya aku ambil tas dulu. Yu kita berangkat (sambil melangkah keluar dari pagar mereka berbincang). Abdullah : yan, […]

Cerpen #43: “Jika Kita Tak Kunjung Berbenah”

Bumi, 19 Oktober 2121 Hamparan padang tandus menjadi pemandangan wajar abad ini. Gersang sesak polusi asap pabrik, kendaraan, dan kebakaran hutan guna pembukaan lahan industri. Miris. Tanpa dilengkapi lahan terbuka hijau, semua orang bersaing mendapatkan oksigen dalam setiap tarikan napasnya. Gedung-gedung kaca menjulang tinggi, jalanan beton, tumpukan kaleng dan ribuan kantong kresek beserta botol usang […]

Cerpen #41: “Wajah Bumi 100 Tahun Lagi”

Cuaca seminggu terkahir panas. Teriknya menyengat, membuat tubuh rasanya terbakar jika terpapar. Heran, belum pernah terjadi sebelumnya, gelombang panas dialami hampir seluruh belahan bumi. Termasuk di Indonesia. Aku sengaja  menginap di salah satu hotel yang terkenal sejuk dan nyaman. Nuansa pedesaan yang banyak pohon-pohon besar rindang dan teduh. Kebetulan dua hari ini aku mendapat tugas […]