Cerpen #432 Kita dan Masa Depan

Kita ketahui bersama, perubahan iklim dimuka bumi kian memanas dan semakin tidak terkendali setiap tahunnya. Hal ini tentu merupakan akibat dari adanya campur tangan manusia yang memanfaatkan ketersediaan alam secara berlebihan tanpa memikirkan dampak jangka panjang kedepan nya. Perubahan iklim ini memaksa kita untuk beradaptasi dengan perubahan pola dan gaya hidup di dunia. Tentu apa yang dilakukan saat ini akan cukup berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia di masa yang akan datang.

Perkenalkan, nama nya Bayu. Anak laki-laki berusia 12 tahun yang saat ini tengah menduduki pendidikan kelas 6 SD di salah satu sekolah di Semarang. Ia tinggal di lokasi yang terbilang masih terjaga kondisi lingkungan sekitarnya dengan pemandangan sebelah rumah berupa sawah, aliran mata air, serta kebun milik warga setempat yang terhampar luas.

Setiap hari Senin sampai Jumat, Bayu selalu rajin berangkat kesekolah mulai pukul 07.15 s/d 13.00 WIB. Satu hari dimana ia sampai di rumah, ternyata rumah dalam keadaan kosong. “hmm mungkin ibu masih di pasar dan bapak masih mengurus padi di sawah”, pikirnya begitu. Kemudian ia memutuskan untuk menyusul bapak nya di sawah untuk memastikannya ada disana. Setelah sampai dilokasi yang dituju, sang bapak sedang asik bercengkrama dengan sesama petani di sebuah gubuk. Bayu bergegas menyusul dan ikut duduk di gubuk yang sama. Dengan teriknya sinar matahari dan hembusan angin di persawahan, membuat Bayu tidak sengaja tertidur digubuk tersebut dengan pulas.

Karena dirasa sudah tertidur lama, ia tersadar dan membuka kedua mata nya. Ia amat terkejut ketika gubuk yang ia tiduri di tengah sawah tadi tiba-tiba berubah menjadi daerah bangunan padat penduduk. Sejauh mata memandang hanya terlihat gedung-gedung tinggi dan kekacauan lingkungan yang tidak terkendali. Ia masih terheran-heran dan kebingungan. Kemudian ia bergegas bangun dari gubuk dan bergegas menyisir tempat sekitar. Ketika ia berjalan terus kedepan, ia menjumpai pintu cokelat dengan seorang penjaga didepannya. Pintu tersebut merupakan gambaran keadaan kondisi alam di muka bumi 50 tahun kedepan dengan berbagai fenomena alam dan lingkungan yang akan terjadi. Penjaga yang berada di depan pintu-pintu tersebut adalah yang kemudian mengajak dan menemani Bayu untuk memasuki pintu tersebut.  Ia mulai memasuki pintu pertama. Tiga langkah setelah memasuki pintu tersebut, ia amat begitu kaget. Apa yang ia lihat adalah tidak adanya lahan hijau yang tumbuh, sangat begitu padat bangunan dan juga padat penduduk sehingga terlihat cukup sesak berdesakan. Ini dikarenakan tidak terkendalinya pertumbuhan penduduk sehingga perbandingan ketersediaan lahan dengan jumlah penduduknya mengalami kesenjangan. Kemudian ia bergegas berjalan lebih jauh untuk melihat ada apa saja yang akan ia temukan di depan. Hal yang tidak disangka ia temukan lagi. Ia menjumpai pencemaran di sungai dengan warna air nya yang gelap pekat dengan bau yang menyengat. Tidak hanya itu, penyakit pun akan dengan mudah bermunculan akibat adanya bakteri dan virus yang berkembang biak dengan semaunya. Hal tersebut akibat dari kegiatan limbah industri dan juga limbah rumah tangga yang membuang aliran limbah tersebut tanpa pemfilteran secara tidak layak. Selama Bayu menyaksikan hal tersebut, rasanya ia ingin sekali menyudahi perjalanan di pintu tersebut, karena ini membuat ia merasa sangat tidak nyaman. Tetapi, disamping itu juga, ia merasa penasaran mengapa 50 tahun kedepan ini bisa terjadi seperti ini. Terus melanjutkan langkahnya, ia merasakan diselimuti rasa panas karena pantulan sinar matahari yang langsung jatuh ke permukaan bumi. Ya benar, hal ini ia sadari karena tidak adanya pepohonan atau vegetasi yang berguna untuk menangkap panas matahari dumuka bumi. Hal demikian dikarenakan manusia dengan tanpa berpikir dampak kedepannya menebang hutan dan membabat habis vegetasi yang ada. Sehingga hal ini juga berdampak pada keberagaman flora dan fauna yang menjadi punah. Dimasa 50 tahun kedepan, daerah pesisir juga telah tenggelam karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Aktivitas manusia yang berbanding terbalik dalam melindungi bumi mengakibatkan suhu muka bumi ini semakin memanas dan es di daerah kutub utara maupun selatan mengalami pencairan hebat. Ketika melihat semua ini,, Bayu sangat prihatin karena bila tidak ada upaya menggerakan melindungi bumi dari kerusakan, maka semua orang akan merasakan hal tidak mengenakan ini.

“yu, yu.. ayo bangun lekas pulang kerumah. Hari mulai sore ini”. Ternyata ia hanya mimpi. Setelah nya ia bangun dari tidur, ia menceritkan mimpinya kepada sang bapak.

Dari kejadian ini, ia sadar betapa pentingnya melahirkan rasa kesadaran diri dan menggerakan gerakan upaya cinta lingkungan serta bumi untuk menyelamatkan generasi dimasa yang akan datang. Sebelum semua terlambat, ia juga mengajak teman-teman nya serta orang lain untuk lebih sadar akan kebersihan dan kelayakan lingkungan untuk meminimalisir terjadinya krisis iklim yang parah dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *