Cerpen #364; “SAVING THE LAST HOPE”

Suara rintik gerimis menemani pagi yang cerah di sebuah sekolah menengah atas Dwi Putra Darmuk. Agung Darma biasa dipanggil Agung merupakan salah satu siswa SMA Dwi Putra Darmuk. Ia duduk di kelas XII. MIPA 3,ia adalah seorang anak yang cerdas dan bisa di katakan ia selalu mendapatkan peringkat 3 besar di setiap tahun namun sayang, ia adalah anak yang nakal dan susah di atur.

“Kepada seluruh siswa jam terakhir telah selesai silahkan pulang ke rumah masing masing” Ucap seorang guru yang mengajar di Kelas Agung. Salman irfan al hakim biasa di panggil Irfan.Ia adalah satu satunya orang yang berkebangsaan Timur Tengah, dan ia merupakan teman dekat Agung, sifat Irfan sangat bertolak belakang dengan Agung. Irfan adalah anak yang selalu Ranking 1 dan memiliki akhlak yang Bagus.

Saat pulang sekolah Irfan menghampiri Agung dan mengajak nya untuk pulang bersama,Agung pun menerima ajakan Irfan untuk pulang bersama. Saat di tengah jalan pulang tanpa sengaja Agung menemukan sebuah tiket, dan ia mengambil tiket tersebut.Di tiket tersebut tertulis No 0789.Ia mengira itu adalah adalah tiket lotre, tanpa sengaja Irfan melihat seorang memakai jas sedang meraba meraba kantong baju nya.

Irfan pun berkata pada Agung

“Gung aku rasa tiket itu adalah milik orang itu, lihat lah ia seperti nya kehilangan sesuatu,mungkin ia mencari tiket yang saat ini kau ambil. “

Agung pun membalas perkataan Irfan dengan pikiran licik nya

“Heh Irfan kalau kita menang lotre ini kita akan kaya raya, dan uang nya kita bagi dia bagaimana.. Hmmmm? “

Awalnya Irfan menolak ajakan tersebut namun Agung trus menghasut nya sehingga Irfan pun berkata sambil tersenyum.

“Ayolah kalau begitu lumayan untuk masuk kantong hehehehehe” “Nah ini baru sahabat ku” Ucap Agung sambil tersenyum.

Agung pun mengajak Irfan untuk mencari tempat pengundian lotre yang saat ini mereka pegang. Akhirnya mereka menemukan tempat yang selama ini mereka cari. Ternyata tempat tersebut adalah sebuah gedung besar dan megah. Mereka pun masuk ke dalam gedung tersebut. Terlihat ada seorang resepsionis Agung pun ber inisiatif untuk bertanya pada resepsionis tersebut

“Hmmm permisi mbak tempat pengundian lotre di mana ya?.”

Resepsionis pun menjawab dengan penuh keheranan

“Hah?, Pengundian lotre? Maaf dek mungkin maksud mu pengundian nomor TTME(TIME TRAVEL MACHINE EXPERIMENT). “

Karena takut ketahuan kalau ia mencuri sebuah tiket lotre Agung pun mengangguk iya.

Irfan yang merasa curiga pun bertanya pada Agung

“Gung, aku rasa ada yang aneh menurutku itu bukanlah tiket lotre pasti ada sesuatu yang di sembunyikan di sini”

Agung pun menjawab

“Sstttt Irfan kenapa sih kamu curiga begitu?? udah lah fan hilang kan lah pemikiran yang tak berguna mu itu..”

Mereka pun masuk ke ruangan tersebut. Ternyata acara pengundian telah di mulai, saat mereka duduk. Mereka mendengar suara seorang MC yang mengambil sebuah bola. MC tersebut membaca nomor di bola tersebut.

“Dan nomor undian terakhir adalah 0789”

Orang orang pun bertepuk tangan dan ber sorak sorak gembira. Melihat hal tersebut Agung pun mengajak Irfan berdiri, suara tepuk tangan pun makin meriah, dan sorak sorak pun semakin keras

“Ya silahkan maju.”Ucap MC.

Agung dan Irfan pun maju dengan percaya diri, mereka pun di ajak oleh MC tersebut untuk memasuki sebuah ruangan. Mereka pun terkejut melihat isi ruangan tersebut ternyata mereka di jadikan kelinci percobaan untuk mengetes alat TIME MACHINE yang di gunakan untuk pergi ke masa depan. Agung dan Irfan pun terkejut mengetahui hal yang sebenarnya, mereka pun pergi keluar dari ruangan tersebut. Terjadi lah pertengkaran kecil di antara mereka berdua.

“Dasar Agung, kita dalam bahaya semua ini karna ketamakan mu” Ucap Irfan dengan kesal

“Heh tutup mulut mu Irfan, bagaimana kita coba dulu ke masa depan?” Bujuk Agung kepada Irfan.

“Kau sudah gila Agung! ketamakan mu telah menguasai pikiran jernih mu! ” Bentak Irfan. “Tolong lah Fan pleaseee ikut lah, ayo Fan” Bujuk Agung kepada Irfan.

“Baik lah Gung apa salah nya jika kita mencoba.” Ucap Irfan dengan senang hati. “Yesss” Ucap Agung kegirangan.

Mereka pun kembali kedalam ruangan tadi dan mereka bersedia untuk menjadi percobaan alat ciptaan baru mereka TIME MACHINE.

Datang lah salah seorang Ilmuwan yang mendekati mereka yang bernama Albert Fadhil Suskanikhov yang biasa di panggil Mr. Alsus,Mr Alsus pun mengajak mereka ke tempat TIME MACHINE berada. Disana mereka di buat takjub akan besar nya mesin tersebut, mereka pun di ajak masuk ke sebuah ruangan. Disana Mr Alsus menjelaskan apa yang harus mereka lakukan saat di masa depan dan Mr Alsus juga menyampaikan sebuah pesan yaitu:

“Kalian tidak akan di latih seperti militer tetapi kalian hanya menyelesaikan misi. Misi kalian adalah mencari kehidupan masa depan seperti apa dan hal buruk apa yang terjadi di masa

agar tidak terjadi hal buruk di masa depan. “

Mr. Alsus pun mengambil sebuah pakaian khas untuk memasuki mesin TIME TRAVEL.

“Ini pakai ini, besok kalian akan mulai bekerja jangan membuat diri mu terlalu lelah. “Ucap Mr Alsus lalu ia pergi meninggalkan Agung dan Irfan.

Keesokan pagi nya mereka terbangun dan mulai membersihkan diri. Mereka di beri kesempatan untuk santai sejenak, sarapan, dan menelpon kedua orang tua mereka.

Saat pukul 10:00 Mr Alsus mendatangi mereka lalu berkata

“Ayo cepat bersiap kalian akan melaksanakan tugas perdana kalian. Kalian juga akan di beri bekal makanan untuk satu minggu.”

“Hah? Satu minggu? “ Ucap Agung dan Irfan yang penuh keheranan

“Yaps benar kalian akan tinggal selama satu minggu dimasa depan, dan selama satu minggu itu kalian harus menyelesaikan misi yang telah aku berikan, bisa di mengerti? “Tegas Mr Alsus.

“Siap bisa! “ Tegas Agung dan Irfan.

“Baiklah kalau begitu pakai lah perlengkapan kalian, kalian akan berangkat 10 menit lagi. “ Ucap Mr Alsus sambil berjalan menuju TIME MACHINE. Irfan pun teringat sesuatu, bahwasanya Host pada saat pengundian nomor kemarin berkata :

“Dan nomor undian terakhir adalah 0789”.

Dari sana lah timbul kecurigaan Irfan terhadap percobaan ini, ia berfikir kemana orang orang yang telah terpilih sebelum mereka?. Irfan pun bertanya pada Agung

“Gung kau merasakan hal yang aneh nggak? Kenapa cuma kita berdua yang dijadikan experiment perasaan ada banyak orang yang memegang tiket undian sama seperti kita. Kira kira mereka kemana ya?”

Agung pun menjawab pertanyaan Irfan dengan nada yang sedikit tinggi “Sudahlah Fan, singkirkan lah pikiran aneh mu itu, mari kita fokus ke misi kita. “ Irfan pun mengangguk iya.

Mr Alsus pun datang kepada mereka berdua dan mengajak mereka masuk kedalam sebuah kapsul waktu. Mr Alsus lalu mengaktifkan TIME MACHINE menuju ke Masa depan lebih tepat nya 100 tahun ke depan. Sebelum mereka berangkat Mr. Alsus mengajak salah satu tentara yang bernama John Daffa Starlin ia adalah seorang tentara berpangkat kolonel. Ia pun di minta Mr. Alsus untuk naik di kursi belakang.

“Baiklah kalian akan berangkat dalam 5..4..3..2..1.Meluncur!!!! “ Ucap Mr Alsus.

Hanya dalam waktu lima detik saja mereka sudah sampai di masa depan, mereka terkejut bukan kepalang karena melihat kondisi bumi yang sangat tandus, mereka saat ini mendarat di sebuah gurun tandus.Saat mereka berusaha membuka pintu kapsul waktu, mereka semua

kepada mereka

“Oksigen di sini sudah tidak bagus lagi, cepat tekan tombol yang di sana!”

Agung dengan sigap menekan tombol itu dan terbukalah bagasi kapsul tersebut , namun bagasi tersebut berada di luar kapsul tersebut. Irfan pun mengambil inisiatif untuk keluar mengambil barang di bagasi.

“BISMILLAH “ Ucap Irfan.

Pintu kapsul pun di buka Irfan pun menutup hidung nya dengan tangan nya, disusul oleh Daffa yang mengikuti Irfan, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada Irfan. Setelah sampai di depan bagasi, Irfan pun bergegas mengambil satu tabung oksigen dan ia pakai, Daffa pun melakukan hal yang sama dan membawa satu tabung oksigen untuk Agung, setelah Agung memakai tabung oksigen tersebut baru lah mereka melakukan penelusuran. Saat di perjalanan Irfan pun tersandung sesuatu yang membuat nya jatuh.

“Aduh! Aaaaaaa!!!! “ dengan reflek Irfan pun berteriak.

Mendengar teriakan Irfan, Agung dan Daffa pun bergegas mendekati Irfan. “Astaghfirullah apa ini? “ tanya Agung keheranan.

“Bentar coba saya cek dulu. “ Ucap Daffa.

“Ini adalah kerangka manusia, dan pakaian yang ia pakai sama seperti pakaian yang kita pakai perkiraan besar dia adalah orang yang di berikan misi yang sama seperti kita namun ia gagal dan harus kehilangan nyawanya,dan ia juga menggunakan tabung oksigen. “jelas Daffa

Agung pun menambah kan perkataan Daffa

“Dan ia juga kehilangan nyawa nya akibat kehabisan oksigen . “

Irfan pun mereba pakaian kerangka tersebut disana terdapat sebuah name tag yang bertuliskan nama NISRINA SMITH. Irfan pun kepikiran sesuatu dan ia berkata

“Kita di tugaskan ke masa depan oleh Mr. Alsus sebanyak 3 orang, pasti Nisrina tidak sendirian ke masa depan, ia pasti memiliki rekan. “

“Betul juga itu” Ucap Daffa

“Ayo jangan buang buang waktu cepat kita mencari tahu apa yang terjadi di sini! “ Perintah Agung kepada mereka

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan menemukan kerangka manusia lagi, dan kondisi sama seperti kerangka Nisrina Smith. Daffa pun mencari name tag dari kerangka tersebut ternyata tertulis nama FARAH SMITH.

“Perkiraanku FARAH ini saudari nya NISRINA. “Ucap Daffa.

Setelah mereka memeriksa kerangka dari Farah smith. Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai lah mereka di sebuah kota. Keadaan kota tersebut amat sangat mengerikan, suhu yang panas, polusi di mana mana, dan manusia hidup menggunakan tabung oksigen, tidak ada lagi tanaman hijau yang ada hanyalah polusi, dan pemanasan global yang semakin

disana ada seorang kakek tua yang sedang menyuarakan kepada masyarakat agar mau melakukan reboisasi, salah sseorang pria dari masyarakat di sana pun menjawab dengan lantang.

“Sudah terlambat untuk reboisasi kini tanah di bumi sudah tidak subur, dan sebelum reboisasi ini selesai perkiraan kita semua sudah punah! “

“Betul itu betul! “Ucap masyarakat lain yang juga ikut mendukung ucapan pria tersebut.

Acara tersebut pun akhirnya selesai dengan menjauh nya masyarakat dari panggung tersebut dan meninggalkan kakek tua itu sendirian. Kakek tua itu pun duduk termenung di atas kursi dan bergumam

“Andai saja ada orang yang dapat menjelajahi waktu dan kembali ke masa lalu, agar semua ini tidak terjadi. “

Tanpa sengaja Agung mendengar perkataan dari si kakek tua, dan Agung pun mrngajak Irfan dan Daffa naik ke atas panggung tersebut. Agung berkata kepada kakek tersebut

“Kek sebenarnya kami bertiga adalah orang suruhan dari masa lalu untuk pergi ke masa depan supaya dapat mengetahui apa yang terjadi di masa depan, dan memperbaiki permasalahan di masa depan dengan mengubah nya di masa lalu. “

Sang kakek pun terkejut bukan main, ia langsung mengajak mereka ber tiga untuk duduk bersama nya, dan si kakek langsung memperkenalkan diri nya dan menjelaskan apa yang telah terjadi.

“Nama saya John deep biasa di panggil Jondep, saya adalah seorang walikota METROCITY, umur saya sudah 86 tahun, saya selaku walikota sangat memperhatikan kondisi rakyat ku apalagi di masa yang krisis oksigen, pemanasan global yang semakin parah. Metrocity adalah satu satu nya kota tersisa di bumi ini, umat manusia yang tersisa pun harus bernafas menggunakan oksigen, kematian seseorang telah menjadi pemandangan sehari hari. “

Daffa bertanya pun kepada pak walikota

“Maaf Pak kalau boleh tau mengapa Metrocity menjadi satu satunya kota yang tersisa pak? Dan apa yang terjadi pada kota kota lain pak? “

Pak walikota kota pun menjawab dengan ekspresi raut wajah yang sedih dan mata yang berkaca kaca, ia pun menjawab

“Bahwasanya kota kota yang lain di bumi itu tidak dapat bertahan karna beberapa faktor, yang pertama akibat polusi di kota tersebut yang parah menyebabkan masyarakat di kota tersebut meninggal akibat keracunan gas CO2, hal tersebut terjadi 10 tahun silam akibat nya satu persatu kota kota di bagian benua ASIA terkena dampak gas tersebut akhirnya menjadi kota mati. Faktor yang kedua yaitu akibat dari Iklim yang ekstrem hal ini terjadi di kota kota dan negara negara yang memiliki 5 Iklim yang di mana beberapa negara dan kota tersebut ada yang mengalami kemarau panjang, musim dingin yang ekstrem, hingga badai yang sangat ekstrem, faktor yang ketiga atau yang terakhir adalah karena bencana alam seperti banjir, dan tanah longsor di sekitaran daerah yang tandus tanpa ada nya daerah resapan air

semakin meningkat. “

Pak walikota pun menutup cerita nya dengan mengambil tisu dan menghapus air matanya yang mengalir akibat menceritakan hal yang menyedihkan tersebut.

Setelah mendengar cerita dari Pak walikota maka misi mereka pun selesai dan bersiap untuk kembali ke masa lalu menggunakan kapsul waktu, dan tak lupa juga Daffa dan Irfan telah merekam cerita dari sang bapak walikota. Bapak walikota pun tiba-tiba terjatuh, ia mengalami sesak nafas akibat kehabisan oksigen, Irfan bergegas melepas masker oksigen nya tetapi sang walikota menolak nya, lantas Irfan pun memasang kembali masker oksigen. Sang walikota pun berkata di detik detik terakhir nya

“Kalian adalah satu satunya harapan supaya manusia tidak punah akibat bencana ini, kalian adalah harapan kami. “

Setelah mengatakan hal tersebut pak walikota pun meninggal dunia, saat mereka ingin mengurus jenazah pak walikota, Tiba-tiba salah ajudan tersebut berkata

“Kalian pergilah, kalian adalah satu satunya harapan kami! “ “Baiklah, Siap! “ ucap mereka ber tiga dengan kompak.

Mereka bertiga pun bergegas kembali ke kapsul waktu, saat di perjalanan mereka menyaksikan satu persatu manusia di kota tersebut tumbang akibat kehabisan oksigen, mereka yang panik pun bergegas ke kapsul waktu, dan saat sampai di kapsul waktu mereka pun bergegas kembali ke masa lalu. Seperti biasa hanya dalam waktu beberapa detik saja mereka langsung kembali ketempat semula, disana mereka di sambut meriah oleh para ilmuwan di sana termasuk Mr Alsus, mereka pun keluar dari kapsul tersebut, Agung pun bergegas mengajak Mr Alsus untuk berbicara empat mata saja, kini hanya tinggal Irfan dan Daffa saja, Irfan berjalan menuju bagasi dan membuka bagasi tersebut, ia pun memanggil orang di sekitar sana untuk membantu nya ternyata Irfan membawa pulang Kerangka dari Nisrina Smith dan Farah Smith.

“Makamkan mereka dengan layak! “ pinta Irfan kepada orang yang membantu nya itu.

**DUA HARI KEMUDIAN**

Mr. Alsus pun mengumpulkan semua kepala negara dari seluruh dunia untuk berkumpul, dan melaksanakan sebuah konferensi mendadak,Mr Alsus pun menjelaskan tentang penelitiannya dan tentang apa yang terjadi 100 tahun kedepan, setelah menjelaskan semuanya kepada seluruh Kepala negara di dunia, mereka semua pun sepakat akan melakukan reboisasi dan melakukan pencegahan pemanasan global dan polusi yang berlebihan.

**SATU MINGGU KEMUDIAN**

Semua kepala negara serentak memerintah kepada rakyatnya untuk melakukan reboisasi, dan pengurangan polusi udara, perintah tersebut di sambut baik oleh seluruh masyarakat di masing-masing negara. Agung, Irfan, dan Daffa pun di bebas tugas kan mereka di persilahkan untuk kembali ke keluarga nya masing masing, dan Mr Alsus pun datang dan berkata seraya tersenyum

“Oke siap” ucap mereka bertiga dengan kompak.

Agung dan Irfan pun berpisah dengan Daffa, dan mereka kembali ke kehidupan lama mereka, dan melakukan rutinitas mereka seperti biasa.

Sepuluh tahun kemudian tersebar berita di media bahwasanya reboisasi telah berhasil kini kualitas oksigen bersih di dunia telah mencapai di atas rata rata, bencana alam seperti banjir dan longsor telah berkurang sebanyak 20%, pemanasan global pun berhasil di kendalikan dengan baik.

Seperti yang di katakan Mr Alsus 10 tahun bahwasanya mereka akan kembali bertemu lagi,Mr Alsus pun menghubungi mereka bertiga sesuai harapan nya, mereka bertiga pun bertemu kembali lagi Agung, dan Irfan yang dulu nya hanya seorang pelajar kini mereka adalah seorang tentara yang gagah berani, Daffa kini telah pensiun dan berumur 60 tahun, dan Mr Alsus yang telah berumur 70 tahun.

Mr Alsus pun berkata kepada mereka

“Selamat datang kembali, hari ini aku ingin meminta Agung, dan Irfan untuk pergi ke masa depan lebih tepat nya 100 tahun kedepan aku ingin melihat kondisi bumi setelah kita reboisasi besar besaran, aku harap ini sesuai harapan kita semua. “

Mereka bertiga pun menjawab secara serentak “Amin.”

“Tapi Daffa kau tidak bisa ikut karna kau sudah tua yok mari kita duduk saja di sini. “Ucap Mr Alsus sambil tertawa kecil.

“Ayoklah.” Jawab Daffa

“Kalian akan berangkat 5 menit lagi, jadi bersiaplah. “ Ucap Mr Alsus “Siap bos. ”Ucap Agung dan Irfan sambil mempersiapkan diri.

Setalah bersiap siap mereka pun berangkat ke masa depan menggunakan kapsul waktu sama seperti dulu, tapi kini mereka muncul di tengah tengah kota di masa depan, Agung dan Irfan pun bergegas keluar dari kapsul dan menghirup udara di kota tersebut ternyata udara di sana sangat bersih dan segar, dan kehidupan di masa depan amat sangat lah canggih. Irfan pun merekam kejadian tersebut lalu mereka pulang ke masa lalu. Setelah sampai di masa lalu Irfan pun langsung memutar rekaman tersebut di depan semua orang di ruangan tersebut dan di siarkan di seluruh media di dunia, melihat rekaman tersebut semua orang di dunia pun bersorak sorak bahagia atas keberhasilan mereka dalam melakukan reboisasi besar besar,pencegahan pemanasan global. Irfan, Agung, Daffa, dan Mr Alsus pun berpelukan atas keberhasilan mereka mengubah kehidupan dan kondisi bumi 100 tahun ke depan

**TAMAT**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *