Cerpen #357; “Menjelajah Bumi 100 Tahun mendatang dengan mesin FT-1922”

Krisis iklim adalah istilah yang menggambarkan pemanasan global dan perubahan iklim,beserta akibatnya. Istilah ini telah digunakan untuk menggambarkan ancaman pemanasan global terhadap planet ini, dan untuk mendesak mitigasi perubahan iklim yang agresif. Salah satu dampak bahaya yang kini kita hadapi adalah efek Gas Rumah Kaca. Gas rumah kaca (Green House Gases) adalah gas-gas di atmosfir yang memiliki fungsi menangkap energi matahari agar tidak kembali lagi seutuhnya ke atmosfir. Gas rumah kaca berfungsi menjaga suhu bumi tetap stabil.

Tetapi saat konsentrasi Gas Rumah kaca semakin meningkat membuat lapisan atmosfer semakin tebal. Penebalan lapisan atmosfer ini akhirnya menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer bumi semakin banyak, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi atau pemanasan global. Beberapa senyawa yang menyebabkan gas rumah kaca adalah Karbon dioksida (CO2), Nitro Oksida (NOx), Sulfur Oksida (Sox), Metana (CH4), Chloroflurocarbon (CFC) dan Hydrofluorocarbon (HFC).

Aku adalah siswi kelas 9 SMP bernama Andreana Taqiya Danish yang kerab disapa Danish. Itu tadi adalah penjelasan yang diberikan oleh guru IPA ku di sekolah mengenai krisis Iklim. Hari ini aku mendapatkan tugas kelompok yang cukup sulit yaitu membuat laporan tentang Krisis Iklim dan Bumi 100 Tahun mendatang. Ponselku berdering menampilkan nama teman teman kelompok belajarku, Ayu, Ali, dan Dimas.

“Guys, jadi kapan kita mau mulai kerjain?” Tanya Ayu.

“Gue kapan aja bisa” Jawabku.

“ Eh, tapi kita mau nyari bahan materi dimana nih?” Dimas bertanya.

“ Tenang, gue tau solusi nya. Pokoknya besok kita semua kumpul di rumah gue habis pulang sekolah.” Jawab Ali.

“Oke sampe ketemu besok semua, daahh” Ucap Ayu, akupun memutuskan panggilan telfon tersebut, dan segera tidur karena sudah larut malam.

Sesuai kesepakatan kemarin, sepulang sekolah kami menuju rumah Ali menggunakan angkutan umum. Sesampainya di rumah Ali, aku cukup dibuat terkejut melihat rumah Ali yang sangat besar. Pagar emas, rumah bertingkat dua, berwarna putih dan berada di perumah elit. Meski begitu gaya hidup Ali bisa di bilang sangat sederhana di sekolah dan tidak pernah sombong atau pamer harta.

“Yuk, masuk” Ajak Ali yang di angguki kami semua dan mengikuti dari belakang.

“Kita mau ngerjain dimana li?” Tanya Dimas. Belum sempat dijawab, Ibu Ali datang menghampiri kami. Aku segera salim kepada Ibu Ali yang diikuti temanku yang lain.

“ Kalian teman-teman nya Ali ya yang mau kerja kelompok?” Tanya beliau dengan senyuman ramah.

“ Iya tante, kami izin mengerjakan tugas di rumah Ali ya,Tan” Ucap Ayu dengan sopan.

“ Iya nak, silahkan.” Jawab Ibu Ali sambil mengangguk dan masih tersenyum.

“Bu, aku boleh ajak teman-teman ke ruang bawah tanah ga bu? Mereka bisa jaga rahasia kita kok bu. Boleh ya,Bu?”

“Iya, boleh. Kalau begitu tante izin keluar ya, mau ada arisan” Pamitnya dan segera meninggalkan kami.

“Li, maksud nya ruang bawah tanah dan jaga rahasia itu apa?” Tanya Dimas. Aku juga ikut bingung dengan percakapan Ali dan Ibunya tadi.

“ Udah,ikut aja. Yuk” Jawab Ali sambil memimpin jalan kami ber empat.

Kami sampai di ruang bawah tanah. Di ruangan ini hanya terdapat sebuah tabung besar, terlihat sangat misterius.

“ Selamat datang di ruang bawah tanah, sebelumnya gue mau minta kalian bisa jaga rahasia keluarga gue. Kami punya tabung raksasa ajaib bernama FT-1922 atau Future Transport  dari nenek moyang kami sejak tahun 1922 yang bisa membawa kita ke masa depan. Nah, karena tema tugas kita tentang Bumi 100 tahun mendatang, kita bisa melihat itu secara langsung dan bisa menuliskan laporan nya dengan tabung ajaib ini” Ujar Ali menjelaskan dengan atusias. Sedangkan aku dan yang lainnya masih mematung sambil membuka mulut membentuk huruf O, tidak percaya.

“Ini.. beneran Li?” Tanya Ayu yang di angguki Ali.

“Ini gue lagi ga mimpi kan?” Ucap Dimas sambil memukul mukul pipi-nya.

Aku melangkah maju mendekati alat tersebut, disusul oleh Ali dan 2 temanku yang lain. Ia mulai menekan 5 digit angka di alat tersebut, seperti membuka pintu lift dengan kode rahasia. Pintu itu terbuka menampilkan sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Ali melangkah masuk terlebih dahulu dan memberikan kode kepada kami agar ikut masuk. Aku, Ayu, dan Dimas mulai memasuki ruangan tersebut dengan ragu. Setelah memastikan semua masuk, Ali menekan tombol 2 1 2 1 yang berarti akan membawa kami ke 100 tahun mendatang.

“Lu suka main ke masa depan dengan alat ini, Li?” tanyaku pada Ali.

“ Gak juga sih, gue ga berani sendirian memakai alat ini. Kadang gue main sama adik atau orang tua gue kalo mereka ada waktu luang.” Jawab Ali, aku hanya ber-oh ria.

3 menit kemudian pintu terbuka, menampilkan laki-laki paruh baya berusia sekitar 17 hingga 18 tahun. Kami tiba di sebuah hutan namun dengan pohon yang sudah tumbang, seperti hutan gundul.

 Aku dan 2 temanku yang lain membuntuti Ali keluar dari Alat tersebut. Hawa di sini sangat berbeda, jelas sih karena kami berada di masa depan.Suhu disini terasa  lebih panas, sekitar 4 derajat celcius.  Ali menyapa laki-laki asing tersebut seperti sudah akrab.

“Teman-teman, perkenalkan ini Ron, cucuku dan cucu kita semua.Ron, ini teman-teman sekolah kakek, yang berambut panjang dikuncir itu Danish, yang perambut pendek Ayu, dan satu lagi Dimas.” Ron terseyum sambil menjabat tangan kami satu persatu. Hening. Kami terdiam, masih membutuhkan waktu untuk mencerna kalimat Ali barusan.

“Halo kakek,Nenek, selamat datang di tahun 2121. Aku akan memandu kalian menjelajahi tahun ini!” Ucap Ron dengan semangat.

“Yuk,kita hanya punya waktu 2 jam sebelum alat ini menghilang, atau kita akan terjebak disini” Kami hanya mengangguk, mulai berjalan  mengikuti Ron dan Ali.

Baru memulai perjalanan,aku sudah mendapat jawaban tentang bumi 100 tahun mendatang. Kondisi nya sangat memprihatinkan, bahkan hampir tidak layak lagi untuk di tinggali manusia. Teknologi maju dengan pesat dan semakin canggih, tetapi kondisi Alam bumi sangat tidak baik.

“ sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” Ucap Ron yang memimpin jalan, sambil menjelaskan kepada kami semua.

“Pemanasan global juga sangat bermasalah dalam kehidupan kami. Meningkatnya suhu global menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,[3] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain, terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.” Kami sampai di bagian dataran tinggi hutan ini. Memperlihatkan pemandangan Kota dengan polusinya, serta sawah yang kering.

“Memangnya, apa penyebab pemanasan global?”

“Kita sambil jalan-jalan keliling kota yuk, nanti sambil aku jelasin pertanyaan Ayu.” Ajak Ron yang di angguki dengan antusias oleh kami semua.

 Suasana kota jelas sudah berbeda, kabut semakin tebal dan suhu semakin panas. Ron kembali melanjutkan penjelasannya.

“ Penyebab pemanasan global ini yang pertama ada Efek rumah kaca.Efek rumah kaca itu istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca diatas dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi.

Penyebab kedua ialah Efek umpan balik. Efek umpan balik adalah berbagai proses alam yang mengikuti efek pemanasan global. Pemanasan global yang terjadi akibat efek rumah kaca, maka pemanasan menyebabkan lebih banyak air menguap ke atmosfer.

Dan penyebab ketiga adalah Efek umpan balik. Efek umpan balik adalah berbagai proses alam yang mengikuti efek pemanasan global. Pemanasan global yang terjadi akibat efek rumah kaca, maka pemanasan menyebabkan lebih banyak air menguap ke atmosfer.” Aku dan teman-teman lain nya mendengarkan dengan seksama sambal mencatat poin-poin penting.

“Thank You Ron, udah dijelasin. Pinter juga ya lu hahaha.” Ucap Ayu sambil tertawa menggoda Ron.

“Iya lah, keturunan kakek nya gitu,loh!” Ali menepuk dada nya dengan bangga diikuti suara tawa lain nya.

Kami berhenti di sebuah tempat duduk bundar pinggir kota untuk sekedar beristirahat.

“ Bumi semakin memburuk, apa kita bisa merubah nya dari tahun 2021?” Tanyaku kepada Ron.

“Pertanyaan bagus, tentu saja bisa!”

“Bagaimana caranya Ron? Apa yang harus kami lakukan untuk mencegah ini semua terjadi?”

Tanya Dimas sembari meneguk air putih yang ia bawa di rannsel-nya.

“Lihat mobil silver di seberang, itu adalah mobil listrik tanpa BBM. Dan lihat biru-biru di atas rumah itu. Itu adalah panel surya, Panel surya adalah sumber energi terbarukan karena dapat digunakan untuk menghasilkan listrik selama matahari ada. Tentu dengan menggunakan energi terbarukan, dapat  mengatasi pemanasan global.

Kemudian, mendaur ulang dan melestarikan pohon/hutan yang ada.Hutan gundul yang kalian kunjungi tadi adalah ulah manusia abad sebelumnya, yang suka menebang pohon sembarangan untuk kepentingan pribadi. Egois bukan?” Jelas Ron yang di angguki kami semua.

“Itu artinya kalau kita menerapkan hal-hal tersebut dari tahun 2021, bisa mengurangi dampak pemanasan global saat ini?” Tanya Ali, Ron mengangguk sambil tersenyum.

Setelah selesai membahas materi yang kami butuhkan, kami ke asyikan mengobrol sambil mengelilingi kota hinggga lupa waktu, bahwa kami hanya memiliki waktu 2 jam di masa depan.

“Kalian bukannya harus kembali ke hutan? Kita sudah mengobrol terlalu lama.” Ron akhir nya mengingatkan.

“ Ah iya, ayo kita harus bergegas!” Ujar Ali dan berlari menuju hutan gundul tadi. Ron mengikuti kami dari belakang.

Sesampainya di hutan tersebut, kami berpencar mencari tabung masa depan itu. Namun ternyata hasil nya nihil, tabung tersebut sudah hilang.

“Kita pasti sudah melewati batas waktu” Ucap Dimas dengan frustasi.

“Terus gimana dong, masa selamanya terjebak disini? Ali, tanggung jawab. Kan lu yang ajak kita semua kesini.” Ayu mulai menghakimi Ali.

“Kok jadi nyalahin gue? Gue ngajak kalian kan buat kita semua juga, biar bisa dapet materi nya! ” Bantah Ali.

“Kan bisa dengan cara lain, gak harus main ke masa depan segala!” Ayu masih tidak mau kalah.

“Guys cukup! Ini bukan waktu nya kita berantem, kita harus cari solusi, pasti ada jalan lain” Ucapku tegas menengahi pertengkaran.

“Ron, Ali, apa kalian tidak punya alat cadangan?” Tanya Dimas, Ron menggeleng. Ali terlihat berfikir keras.

“Ron, kita keluarga, kamu pasti punya alarm darurat. Dari situ kita bisa memberi sinyal, siapa tahu ibu bisa dengar di rumah.” Ron segera merogoh saku celana nya, mencari keberadaan benda tersebut.

“Dapat!” Seru Ron, memberikan alarm tersebut kepada Ali. Benda itu seperti gantungan kunci yang memiliki beberapa tombol.  Ali memencet salah satu tombol, menunggu beberapa saat namun tidak ada yang datang. Mungkin karena lokasi mesin itu di bawah tanah jadi tidak ada yang mendengar.

Kami terduduk lemas di bawah, sudah hampir sejam Ali mencoba menekan-nekan tombol tersebut namun tidak ada yang datang. Bahkan kami sudah pasrah jika memang harus terjebak di tahun 2121 ini.

Mungkin ini percobaan ke-100, Ali menekan tombol tersebut untuk terakhir kali nya sambil berdoa, harap-harap cemas.

5 menit berlalu setelah Ali memencet tombol terakhir kali nya, Ayah dan Ibu Ali datang dari balik pintu mesin tabung itu. Ali langsung menghampiri serta memeluk Ayah dan Ibu nya.

“Ibu, kami hampir terjebak disini, untung ayah dan ibu bisa dengar sinyal yang aku kasih.” Ujar Ali sambil memeluk Ibu nya dengan erat.

“Yasudah, lain kali kalau main harus ingat waktu. Yuk, balik sudah mau malam.”

 Ajak Ayah Ali. Mereka benar-benar keluarga yang ramah dan tidak sombong. Kami pun segera bangkit dan berpamitan dengan Ron.

“Ron, terima kasih ya sudah mengajak kami jalan-jalan dan memberi ilmu tentang bumi di tahun ini. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu.” Kataku mewakili teman-teman, kami bersalaman dan berpelukan dengan Ron.

“Sama-sama semuanya. Hati-hati di jalan.” Ron melabaikan tangan, pintu tabung mulai tertutup membawa kami kembali ke tahun 2021.

Di dalam mesin tabung Ayu sempat meminta maaf kepada Ali karena sudah menyalahkan Ali, dan sebagai ganti nya, Ayu yang akan membuat power point hasil penelitian mereka.

Syukurlah kami bisa selamat hingga kembali ke tahun asal. Hari ini, sungguh pengalaman dan perjalanan yang sangat menyenangkan sekaligus menegangkan.

….

“Sekian presentasi dari kelompok kami, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.” Ucap Ali menutup presentasi kami dalam pelajaran IPA.

“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu.” Jawab teman- teman sekelas dan Ibu guru, di lanjut dengan tepuk tangan sekelas.

“Bagus sekali presentasi kelompok Ali, dan teman-teman. Penjelasan,penyebab, dan solusi semua di jelaskan dengan lengkap. 100 untuk kelompok kalian.” Ucap Bu Tini, guru IPA kami.

“Terima Kasih bu, Terima Kasih teman-teman semua.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *