Cerpen #339; “Semanis Cinta Hidup Minimalis”

Tumbuh dan besar di lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman adalah impian semua orang. Namun terkadang kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Hal serupa terjadi pada Dimas. Ia terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga kelas menengah yang menetap di pusat kota Jakarta. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu instansi pemerintah daerah dan ibunya berprofesi sebagai pengusaha kuliner rumahan. Sejak kecil ia terbiasa hidup kecukupan, hingga akhirnya roda kehidupan berputar. Saat ia masih duduk di sekolah menengah pertama, sang ayah menderita sakit jantung dan terpaksa mengurangi frekuensi perjalanan dinas harian. Hal ini berpengaruh pada kondisi keuangan keluarga dan perubahan gaya hidup.

Seiring berjalannya waktu, Dimas tumbuh menjadi pria sederhana yang cerdas dan mandiri. Mengingat kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil, ia memutuskan bekerja paruh waktu sebagai pengajar di salah satu bimbingan belajar di Kota Depok, di samping aktivitasnya sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Elektro di salah satu kampus terfavorit. Semasa kuliah ia juga bergabung dengan organisasi pecinta alam bidang lingkungan hidup di kampusnya. Salah satu misi organisasi tersebut yang tertanam dalam kesehariannya hingga sekarang adalah budaya peduli lingkungan.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Dimas berkesempatan untuk bekerja sebagai engineer di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Walaupun kondisi keuangan sudah mulai stabil dan ia mampu berbelanja barang sesuai keinginannya, ia tetap memilih untuk hidup sederhana. Sebelum membeli kebutuhan harian, ia terlebih dulu memilah barang mana yang ia butuhkan dan mana yang hanya sekedar ia inginkan. Hal ini ia lakukan tidak hanya dalam rangka berhemat, tapi juga menjalankan salah satu prinsip etika lingkungan, yakni hidup sederhana dan selaras dengan alam. Dengan prinsip hidup ini, ia berusaha membatasi pola hidup dan menjadikan alam tidak hanya sebagai objek eksploitasi atau sekedar alat kebutuhan saja.

Lima tahun setelah menjalani hidup sebagai eksekutif muda, Dimas berkenalan dengan seorang wanita yang biasa dipanggil Nindi. Perkenalan mereka relatif singkat, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Pada akhir bulan September 2020, mereka menikah dengan konsep minimalis yang hanya dihadiri keluarga, kerabat dekat, dan sahabat.

Nindi adalah sosok wanita yang sangat sempurna di mata Dimas. Sama halnya dengan Dimas, ia terlahir dari keluarga sederhana dengan visi dan misi hidup yang besar. Sejak kecil hingga menginjak usia remaja, ia terbiasa diajak ayahnya untuk menikmati keindahan alam, mulai dari safari alam, mendaki gunung, hingga rafting. Ia sangat menikmati kebebasan berekspresi di alam. Jiwa petualang Nindi sangat serasi dengan Dimas, karena itu bukan hal aneh bila mereka merasakan cinta pada pandangan pertama.

Di samping aktivitasnya sebagai inspektur pada salah satu instansi pemerintah pusat yang bertugas mengawasi pelaksanaan kegiatan usaha minyak dan gas bumi di Indonesia, Nindi juga tergabung dalam sebuah komunitas yang mengusung gaya hidup minimalis dan ramah lingkungan. Pola pikir yang ditanamkan adalah berusaha mengelilingi diri dengan barang-barang paling dibutuhkan.

Dalam kesehariannya, Nindi terbiasa membatasi diri dari barang-barang yang tidak lagi bermanfaat dan menghindari konsumsi berlebihan. Ia berprinsip lebih menghargai nilai barang dari segi kebermanfaatan, tidak semata dilihat dari harga dan kuantitas. Selain itu, ia meyakini bahwa gaya hidup minimalis merupakan salah satu upaya ramah lingkungan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang terjadi saat ini.

Pada suatu senja di akhir tahun 2020, Nindi pernah bertanya kepada Dimas mengenai rencana hidup setahun ke depan. Dimas menjawab bahwa di samping menjadi profesional di bidang telekomunikasi, ia juga ingin memulai usaha berbasis ramah lingkungan. Ada beberapa opsi yang terpikir olehnya, mulai dari produksi kompos dan mengolah sampah organik, mendirikan perusahaan jasa konsultan green lifestyle, hingga membuka toko produk ramah lingkungan. Nindi sangat mendukung keinginan Dimas untuk menjadi pengusaha di bidang lingkungan hidup.

Setelah melalui perencanaan matang, salah satu impian Dimas dapat terealisasi di akhir bulan Juni 2021. Dimas mendirikan perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi manajemen waktu, keuangan, dan bisnis yang bertujuan mengajak para kliennya untuk bertindak lebih ramah lingkungan. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah upaya penghematan biaya operasional melalui pemasangan instalasi listrik berbahan bakar ramah lingkungan, misalnya pemasangan instalasi Penerangan Jalan Umum dengan listrik yang bersumber dari panel tenaga surya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak energi kotor yang dihasilkan melalui produksi listrik bersumber dari batu bara atau energi lain yang tidak terbaharukan dan tidak ramah lingkungan.

Usaha yang dirintis Dimas semakin berkembang dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan memasuki bulan keempat, investor mulai berdatangan menawarkan modal pengembangan usaha. Setelah berdiskusi dengan Nindi, sang kekasih hati, Dimas memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan tujuan mempercepat penyebaran informasi dan mengajak semakin banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Hingga akhirnya dapat membantu mengurangi ancaman krisis iklim yang selama ini dipicu aktivitas manusia yang menjadi penyebab pemanasan global, seperti penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar energi kotor dan pemakaian peralatan listrik berteknologi catu daya yang tidak ramah lingkungan.

Dimas ingin semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia, menjalani indahnya kehidupan, semanis cinta hidup minimalis yang ia dan Nindi rasakan. Sebuah kehidupan yang selaras dengan alam dan peduli terhadap lingkungan.

3 thoughts on “Cerpen #339; “Semanis Cinta Hidup Minimalis”

  1. Yeay alhamdulillah akhirnyaaa Cerpen saya bisa tayang di laman ini 😊😊😊
    Semoga alur ceritanya mudah dipahami dan dapat diambil hikmahnya. Amin 😍

  2. Cerpennya inspiring. Good job
    Sukak statement ini: “lebih menghargai nilai barang dari segi kebermanfaatan, tidak semata dilihat dari harga dan kuantitas”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *