Cerpen #325; “Panas Yang Mencapai Jiwa”

Pada akhir – akhir ini suasana yang dirasakan Ria sangat panas. Sampai Ria merasakan bahwa tubuhnya akan meleleh seperti es yang mencair. Setiap hari ia selalu membuka kulkas untuk mengambil air dingin yang akan menyegarkan tubuhnya. Di saat ia membuka kulkas sambil meminum air dingin, ibu Ria datang.

“Hey Ria, jangan selalu membuka kulkas itu”. Ria kaget, karena tiba – tiba ibunya menegurnya. “Kamu hanya menghilangkan rasa panasmu sebentar dan akan membuat susasana panas yang akan kamu rasakan lebih lama”.

” Masa iya sih bu?”. Ria membalas perkataan ibunya dengan raut wajah bingung. “Apa hubungannya coba, kan aku cuma membuka kulkas sebentar lalu menutupnya. Apa pengaruhnya?”. Di dalam diri Ria muncul banyak pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan perkataan ibunya.

Dengan sedikit kesal ibunya menjawab, ” Di dalam pendingin kulkas itu terdapat senyawa CFC yang digunakan untuk mendinginkan, begitu juga saat kamu menyalakan AC rumah”. Ibu Ria menjelaskan dengan sebaik mungkin agar anaknya itu paham.

“Aku masih gak paham sama penjelasan ibu”, jawab Ria dengan raut muka yang semakin bingung dan semakin menimbulkan banyak pertanyaan di dalam dirinya .

” Bukannya kamu belajar ya di sekolah tentang pemanasan global?”. Ibunya heran, mengapa anaknya itu sama sekali tidak tahu tentang masalah ini. Padahal setiap sekolah telah memberikan pengajaran kepada siswanya tentang masalah pemanasan global yang telah dihadapi.

“Apa jangan – jangan saat pelajaran IPA kemarin itu ya.. “. Ria sambil mengingat ingat tentang apa yang diberitahukan oleh guru IPA nya kemarin. Namun, Ria tidak dapat mengingat materi yang diberikan gurunya karena ia asik mengobrol dengan teman sebangkunya. ” Sepertinya materi yang kemarin dijelaskan deh..”.

Saat Ria sedang berfikir, ibunya berbicara ” Ya sudah, kamu cari saja di internet biar lebih jelas informasinya”.

“Ya sudah deh bu, aku ke kamar dulu ya”.

” Iya…. Jangan menghidupkan AC juga ya Ria. Selain dapat menipiskan lapisan ozon kamu juga bisa menipiskan dompet ibu untuk membayar tagihan listrik, disamping itu kita juga harus hemat energi ya”.

“Siap bu…laksanakan”.

” Dasar sih Ria… “.

Sesampainya ia di kamar, Ria langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai mencari tentang yang disebutkan ibunya dengan menggunakan smartphone nya. Saat ia menemukannya, ia terkejut ternyata apa yang dikatakan ibunya tadi benar. Kemudian semakin penasaran, sehingga mencarinya lebih lanjut dan menemukan bahwa suasana panas yang ia rasakan merupakan salah satu dampak dari terjadinya penamanasan global. Dan benar juga yang dikatakan ibunya bahwa pemanasan global ini salah satunya disebabkan oleh penggunaan gas CFC pada kulkas dan AC.

“Wah.. Ngeri juga nih kalau terus- terusan terjadi pemanasan global. Nanti es di Kutub Utara mencair dan beruang kutub tidak punya tempat tinggal dong”. Ria memikirkannya sambil bergumam. ” Ehh… Aku penasaran juga nih sama es di Kutub Utara. Coba deh aku cari juga beritanya”.

Setelah mencari beritanya, Ria mengetahui bahwa es di Kutub Utara semakin lama akan semakin cepat mencair. Berita ini banyak ia temukan di berbagai sumber. Ria juga menemukan bahwa jika es di Kutub Utara mencair maka akan banyak dampak yang ditimbulkan. Dampaknya seperti hilangnya habitat bagi beruang kutub, dan juga menyebabkan kenaikan permukaan air laut yang dapat menimbulkan beberapa pulau tenggelam.

Ria juga membaca bahwa negara yang paling terdampak terhadap kenaikan permukaan air laut adalah salah satunya indonesia. Itu dikarenakan indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau. Akan banyak pemukiman penduduk di pesisir pantai dan pulau – pulau kecil yang akan tenggelam.

” Wah, Mengerikan juga nih. Nanti aku tidak punya tempat tinggal lagi kalau indonesia tenggelam”, Ria memikirkannya sambil menghayal jika itu semua memang terjadi.

Dengan semua berita dan info yang ia dapatkan, Ria menghubungi temannya yang ada di daerah lain dengan smartphonenya. Di dalam percakapannya, Ria menceritakan semua informasi yang ia dapatkan tadi kepada temannya.

Kemudian teman Ria membalas surelnya, “iya nih Ria, di daerah aku saja sudah dapat merasakan dampaknya. Dampaknya itu berupa musim yang terjadi pada saat sekarang ini sudah tidak terjadi tepat pada waktunya. Sehingga para petani di daerahku mengalami kesulitan dalam menanam tanaman musiman seperti padi. Sampai – sampai sawah tersebut mengalami kekeringan atau kebanjiran yang mengakibatkan gagal panen dan petani mengalami kerugian”.

“Eh.. Iya nih, kota Jakarta dalam beberapa puluh tahun lagi juga akan tenggelam karena kenaikan permukaan air laut. Itu semua aku baca dari sumber artikel yang ada di internet. Jadi aku mau tinggal dimana kalau jakarta tenggelam”.

Setelah mendengar cerita dari masing – masing. Rara dan Ria berfikir bahwa mereka harus melalukan sesuatu agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk.

” Kita harus mencari cara nih agar pemanasan global ini tidak berlanjut”.

“Tapi Rara, gimana caranya?”.

” Dari yang aku baca di internet tadi sih, kita bisa melakukan reboisasi hutan Ria”.

“Tapi kalau reboisasi hutan kan gak mungkin kita hanya berdua Rara”.

“Iya juga ya. Kalau kita mengurangi penggunaan peralatan yang mengandung CFC aja gimana?. Sepertinya bisa kita lakukan Ria”.

” Nah setuju, untuk sementara waktu kita lakukan itu saja. Tapi kita juga harus berusaha untuk dapat melakukan hal lain lagi yang dapat mengurangi terjadinya pemanasan global”.

“Sudah dulu ya Ria. Kapan – kapan kita ngobrol lagi seprti ini. Ngebahas masalah ini sama kamu sangat membantu Ria”.

” Okey, see you again Rara”.

Setelah Ria berbincang dengan Rara, ia langsung ke dapur dan ingin meminum air putih. Namun, tidak sengaja ia melihat ibunya sedang membakar sampah di halaman belakang rumahnya. Kemudian Ria teringat apa yang telah di bacanya di sebuah artikel online. Artikel itu menyebutkan bahwa adanya karbon dioksida berlebih di udara juga akan menyebabkan adanya penipisan lapisan ozon. Contohnya ada pada kegiatan sehari – hari  masyarakat adalah karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan juga karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran sampah rumah tangga seperti yang sedang dilakukan oleh ibu Ria.

“Ibu, ngapain kertas – kertas bekas itu dibakar?. Membakar kertas – kertas itu dapat menghasilkan karbon dioksida yang dapat menipiskan lapisan ozon bu. “

“Loh, iya ya?. Kalau gitu kertas bekas ini kita apakan Ria?. Kalau gak di bakar nanti menumpuk dan menjadi sarang tikus. Kan ibu gak mau kalau rumah kita banyak tikusnya”.

” Bagaimana kalau kita daur ulang aja Bu? “.

” Daur ulang bagaimana ria, ibu gak tau caranya”.

“Caranya tuh seperti ini”. Ria menjelaskan kepada ibunya tentang pembuatan bubur kertas. Pada awalnya Ria menyiapkan air di dalam ember, kemudian ia memotong kertas menjadi kecil – kecil dan memasukkannya ke dalam ember yang telah berisi air. Campuran air dan kertas tersebut harus di tunggu selama 1 hari 1 malam. “Campuran ini harus kita tunggu dalam 1 hari 1 malam dulu bu agar agar kertasnya hancur dan lunak. Tetapi jika ingin mendapatkan bubur kertas yang cepat, kita bisa menggunakan blender agar cepat halus”.

Ria mengambil sedikit campuran kertas dan air tersebut dan memasukkkannya ke dalam blender. Sambil menunggu kertas yang di blender halus, Ria menyiapkan campuran tepung sagu dengan air yang selanjutnya ia masak hingga tekstur dan bentuknya menyerupai lem. Setelah  kertas yang di blender halus, Ria mencampurkannya dengan lem dari tepung sagu tersebut di sebuah baskom.

Rencana Ria adalah ia akan membuat sebuah patung dan juga vas bunga. Ia menggunakan gelas sebagai cetakan dalam membuat vas bunga. “Nah, gini bu. Setelah kita cetak dan bentuk seperti ini, tidak terlihat bahwa ini berbahan dasar kertas. Terlebih jika nanti sudah kering dan kita berikan cat, itu akan terlihat lebih indah dan aesthetic”.

“Wah, ternyata anak ibu pandai juga. Kamu belajar dari mana sampai tahu cara ini dan menghasilkan sebuah karya yang bagus seperti ini? “.

” Dari internet lah bu. Kita kan seharusnya menggunakan internet dan sosial media dengan baik dan bijak bu. Jika internet dan kemajuan teknologi digunakan untuk hal negatif, maka tidak akan mendatantkan manfaat apapun untuk kita”.

“Wah, anak ibu bijak sekali sekarang ibu bangga sama kamu”.

” Anaknya siapa dulu dong”.

“Eh, bukannya kamu tadi ngeluh karna cuaca panas ya. Kok kita malah berjemur gini sih. Hahaha… “.

” Eh, iya juga ya bu. Sepertinya aku lupa dengan cuaca panas ini karna terlalu asyik membuat ini bersama ibu. Hahaha… “.

Setelah semua yang dipelajari Ria dari internet dan artikel tentang pemanasan global dan krisis iklim yang terjadi di dunia.  Ria sadar bahwa dirinya merupakan salah satu generasi penerus untuk masa depan. Jika bukan dia dan teman – temannya sebagai anak muda yang akan meneruskan dan menjaga masa depan di dunia ini agar menjadi lebih baik, generasi selanjutnya setelah Ria tidak akan dapat merasakan keindahan yang ia rasakan saat ini.

Oleh karena itu, Ria mulai mengajak teman – temannya untuk saling menjaga lingkungan dan berusaha untuk mengurangi terjadinya pemanasan global yang telah terjadi di dunia ini. Mereka melakukannya dengan memulai pola hidup sehat dan menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya. Contoh kecil mereka dalam menjaga lingkungan adalah dengan mepersedikit sampah yang dihasilkan dan mencoba untuk mendaur ulang sampah yang telah ada. Mereka sadar bahwa mereka sebagai generasi muda yang akan meneruskan kehidupan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *