Cerpen #288; “Kulminasi Alam”

 

Pagi, kota tipu-tipu….

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001  09:12:19

 

Maaf, Untuk menggunakan layanan kami

ketik nomor 2

Sender: (031) 8533637

Sent: 8-Oct 2001 09:13:29

Sudahlah, pohon rakyat sudah kau

sulap menjadi beton

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 09:13:41

Maaf, kami tidak paham maksud anda

Sender: (031) 8533637

Sent: 8-Oct 2001 10:07:21

 

Sedang apa kau pejabat?

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 10:07:37

 

Pastinya sedang membangun.

Membangun peradaban duniamu sendiri

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 20001 10:07:40

Dan merancang fondasi janji dengan filantropi.

Dasar!

Sender: 081555xxxx

Sent 8-Oct 2001 10: 07:42

 

Juga kau janturkan bening lautan

  menjadi hamparan sampah, plastik

dengan bau busuknya.

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 10:07:58

 

Tunggulah kelak!

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 10:08:16

 

Saat-saat bumiku, bumimu berpaling

dari kehendak manusia!

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 10:08:21

 

Maaf, kami tidak paham maksud Anda

Sender : (031) 8533637

Sent: 8-Oct 2001 12:07:11

***

Bang, tadi aku dapat pesan dari orang aneh.

Sender: (031) 8533637

Sent: 8-Oct 2001 12:54:06

Sulista ganti ponselmu! Kau

menggunakan nomor perusahaan!

Sender: 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 12:55:02

    Maaf.

Sender: (031) 8533637

Sent: 8-Oct 2001 13:01:07

***

Tadi aku dapat pesan aneh dari orang aneh.

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent; 8-Oct 2001 13:04:52

Dari siapa?

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:05:11

Entah mungkin dari masyarakat miskin.

Namun gawat dia tahu kalau aku adalah pejabat

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:05:21

Lah terus kenapa?

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:05:37

Ya, nggak papa, hanya takut

sama kalimat akhirnya saja.

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:05:43

Memangnya dia bilang apa kepadamu Lis?

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:06:11

Dia bilang sok bisa meramal bang!

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:07:23

Iya gimana?!!

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:07:23

Maaf, hehe tadi dia bilang bahwa

suatu saat, bumi kita berpaling dari kehendak kita!

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:07:58

Dasar gak jelas, hahaha

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001  13:07:58

Memang.

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001  13:08:07

Yank bentar, yah…, mau maem

Sender Sulista 085646xxxx

Sent 8-Oct 2001  13:08:12

Oke. Mau disuapin?

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001  13:08:17

Mana bisa bang Baim Sayangku..

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 2001  13:08:21

***

Baim, gimana produksinya?

Sender: Pradnya 081155xxxx

Sent 8-Oct 2001 13:08:12

Sudah beres pak bos. Ladang kopi sudah diratakan.

Tinggal menunggu para kontraktor datang membangun…

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:08:20

***

Bagaimana bisa wilayahmu dihancur ratakan?

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 2001 13:04:53

Mau usaha apa lagi Joe, uang bertindak, rakyat terinjak

Sender: Saman 081876xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:13

Apakah dalangnya dari perusahan

pembuat botol plastik itu?

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:27

Iya, pimpinan pak Heru Setyo dari PT Greenfield itu

Sender: Saman 081876xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:27

Sudah tidak bisa dimaafkan lagi tikus itu!

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:29

Benar. ladang kopi milik ayahku pun digusur paksa.

Kopi diganti pabrik yang menghasilkan polusi belaka.

Dasar memang mereka!

Sender: Saman 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:46

Gara-gara plastik mereka juga, sungai genjong

sampai sungai lekso terjangkit kekeruhan.

Udara berganti dengan hitamnya asap mereka! Man.

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:05:51

Tapi mau bagaimana lagi Joe. Kita rakyat

tidak bisa berlagak seperti pejabat. Tak

sebebas wakil rakyat. Hanya kepada

alam lah kita bergantung. Kopi, padi,

 dan macam karunia Tuhan lainnya.

Sender: Saman 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:06:11

Maaf Man, temanmu ini tak bisa berbuat apapun….

Sender: joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:07:37

Tenang Joe, kau kan kawanku sedari

 kecil. Kita lapang dadakan semuanya

Sender: Saman 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:08:03

Iya biar tangan alam sendiri yang menyadarkan mereka.

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 8-Oct 13:06:09

***

Yang beb, udara disini panas sekali

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 14:26:14

Nyalain AC nya donk!

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 14:26:17

Di kantorku Sudah full AC iniii….

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 14:26:20

Bentar bentar nanti aku balas lagi.

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 8-Oct 14:26:24

Yahhh. Yankk…

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 14:26:24

Cuaca mendung tapi gak hujan-hujan,

jalanan macet, disini juga gerah

gara-gara mobil-mobil jelek di kanan kiriku. Ahhh..

Sender: Baim 081937xxx

Sent: 08-Oct 14:26:24

Bisa diam ngakk!!

Sender: Baim 081937xxxx

Sent: 08-Oct 14:26:25

Oke.

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 8-Oct 14:28:25

***

Joe bisakah aku menginap di kotamu

Sender: Saman 081876xxxx

Sent: 9-Oct 08:13:07

Dengan senang hati Man. Silahkan mampir

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 9-Oct 08:22:45

Memangnya ada apa man?

Sender: Joe 083851xxxx

Sent: 9-Oct 08:22:51

Di daerahku air bersih sangat langka.

Kalaupun ada, kualitas dari air bersih

itu sendiri masih di bawah rata-rata.

Sender: Saman 081876xxxx

Sent: 9-Oct 08:23:07

Aku kasihan melihat adikku yang masih belia.

  Untuknya aku memohon tinggal beberapa saat.

Sender: Saman 081876xxxx

Sent: 9-Oct 08:23:07

Tenang Man. Sedari dulu kan kita memang

  begini. Sama-sama melengkapi.

Sender: joe 083851xxxx

Sent: 9-Oct 08:23:21

***

Pagi sayangku… abangku…

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 9-Oct 07:01:41

Sudah Sarapan belum?

Sender: Sulista 085646xxxx

Sent: 9-Oct 07:02:19

Yankk…..

Sender: Sulista 08564xxxx

Sent: 9-Oct 07:02:22

Masih marah sama aku?

Sender: Sulista 08564xxxx

Sent: 9-Oct 07:02:29

***

Selamat pagi, Pejabat

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001  00:03:52

Pejabat yang terlelap…

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 00:04:01

Oh, aku hanya sekedar menyambungkan kabar..

bahwa hidup ibumu sudah kelar…

mungkin sekarang beliau tenang di sana.

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 00:04:06

Aku yakin kau pun belum tau perihal kematian ibumu.

Sender: 081555xxxx

Sent: 8-Oct 2001 00:04:12

Kematian yang disebabkan ulahmu!

 Ironi sekali kau tinggalkan ibumu

seorang kara di desa tempat kau kecil dibesarkan.

Hanya demi kenikamatan ‘kan?

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:04:27

Teruskan saja ulahmu dan

 teman-teman di perusahaanmu itu.

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:04:30

Hingga bumi semakin hari semakin

berpesta akan menyambut kehancurannya.

Sender: 081555xxxx

Sent 9-Oct 2001 10: 00:04:36

Kau tahu. Bumi sebenarnya rela

dijadikan bahan pembuangan olehmu,

namun ia tak kan rela bila dirimu merusak

ekosistem makhluk hidup yang berada diatasnya.

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:04:50

Tunggulah kelak!

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:04:53

Saat-saat bumiku, bumimu berpaling

dari kehendak manusia!

Sender: 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:04:57

Anak Bangsa(t)!

Sender : 081555xxxx

Sent: 9-Oct 2001 00:05:00

 

Malang. 04 November 202. Pukul 08:57

*Inspired by Djenar Maesa Ayu on cerpen anthology: Mereka bilang, Aku Monyet!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *