Cerpen #287; “Neo Gaea 100”

 Seratus tahun kemudian, bumi tak lagi sama seperti dahulu kala. Bentang alam berubah seratus delapan puluh derajat. Pohon nan hijau kini tak tampak oleh netra. Ukuran manusia pun kini menyusut bak partikel-partikel kimiawi. Makhluk-makhluk gigantis perlahan mulai menggantikan eksistensi  manusia. Asap hitam pekat membumbung tinggi menutupi langit bumi masa depan. Makhluk-makhluk gigantis dan manusia partikel saling sikut untuk berebut air, sebab air lebih berharga daripada intan berlian. Nama pun berubah menjadi Neo Gaea 100 yang dalam bahasa Yunani berarti Bumi Baru seratus tahun mendatang.

   Nun jauh di sana, terdapat dua kerajaan manusia partikel yang saling berseteru. Sebut saja dua kerajaan itu adalah Asam dan Basa. Ramalan Ki Lakmus dalam kitab Particellia Bleu menerangkan bahwa Kerajaan Asam dan Basa selalu berperang dan saling menghancurkan satu sama lain membuat dua kubu ini berlomba-lomba menjadi pemenang dalam bertahan hidup meskipun harus menghalalkan segala cara. Masyarakat Asam dan Basa pada dasarnya cendekiawan, tetapi mereka mudah termakan hoax dan masih memegang teguh kitab Particellia Bleu sebagai pedoman hidup bermasyarakat tanpa menyeleksi apakah isi kitab itu sesuai dengan perkembangan zaman atau tidak.

   Bagian Neo Gaea 100 sebelah utara menjadi daerah kekuasaan kerajaan Asam. Warna merah menjadi warna iconic mereka yang melambangkan keberanian dan kekuatan. Kerajaan ini diperintah oleh Raja Acid, seorang raja yang ambisius, kuat, dan berani. Sistem pemerintahan kerajaan Asam layaknya area militer. Masyarakat mau tidak mau harus wajib militer demi menambah pasukan perang melawan kerajaan seterunya.

  Sebelah selatan Neo Gaea 100 menjadi daerah kekuasaan kerajaan Basa. Warna biru menjadi warna iconic mereka yang melambangkan ketenangan dan kebijaksanaan. Kerajaan ini diperintah oleh Raja Kostik yang terkenal bijak, cerdas, dan tenang dalam menghadapi situasi sulit. Sistem pemerintahan kerajaan Basa adalah demokrasi. Rakyat berhak menyalurkan aspirasinya melalui sebuah kotak saran, media cetak atau sosial media demi pemerintahan yang lebih baik.

  Suatu hari, seorang adipati dari kerajaan Basa memberikan sepucuk surat dari kerajaan Asam pada Raja Kostik. Dengan tenang Raja Kostik membuka surat itu. Betapa terkejutnya Raja Kostik begitu mengetahui isi surat dari Kerajaan Asam. Sebagian warga kerajaan Basa diculik oknum kerajaan Asam atas perintah Raja Acid. Mereka dijadikan prajurit untuk menyerang kerajaan Basa. Hal itu otomatis membuat Raja Kostik marah besar. Bisa-bisanya Raja Acid dan antek-anteknya membuat Raja Kostik naik pitam. Biar bagaimanapun, Raja Kostik tetap bersikap tenang dan perlahan-lahan menyusun rencana untuk memusnahkan kejahatan Raja Acid.

   Malam hari telah tiba. Raja Kostik kembali ke peraduannya lalu masuk ke alam mimpi. Dalam mimpinya, Raja Kostik melihat dua ekor naga berwarna biru dan merah saling serang dengan kekuatannya masing-masing. Persaingan mereka semakin sengit hingga membuat alam semesta rusak. Iklim pun berubah menjadi sangat panas. Sumber air dan pangan masyarakat Neo Gaea 100 menipis secara drastis. Di saat kegentingan terjadi, tiba-tiba datanglah awan berwarna putih yang menurunkan air. Saat jatuh ke bumi, air itu berubah menjadi emas, berlian bahkan makanan-makanan lezat. Betapa girangnya penduduk Neo Gaea 100 ketika mendapatkan kemakmuran mendadak dari sebuah partikel air. Tak hanya kemakmuran mendadak bagi warga Neo Gaea 100, dua ekor naga berwarna biru dan  merah berubah wujud menjadi manusia dan mereka saling berdamai.

  Ayam jantan berkokok. Matahari perlahan terbit menyingsing seolah membangunkan Raja Kostik dari peraduannya. Mimpi raja Kostik kali ini benar-benar aneh, sebab ia seolah melihat dua naga saling bertengkar. Hal yang membuat mereka rukun kembali adalah curahan air dari langit. Mimpi itu seolah nyata bagi Raja Kostik. Ia berpikir apakah ini pertanda bahwa kerajaan Asam dan Basa harus rukun? Tetapi Raja Kostik ragu. Apakah  bisa dua kerajaan yang sudah bermusuhan sekian lama bisa rukun kembali hanya dengan curahan air dari langit? Akhirnya Raja Kostik memanggil ahli nujum atau peramal kerajaan sekaligus penasihat kerajaan untuk menafsirkan mimpinya apakah ini pertanda baik atau sebaliknya. Tak lama kemudian, hasil ramalan pun tiba dari seorang ahli ramal bernama Guru Nanjak.

  “ Baginda, hamba dengar Anda semalam bermimpi. Dalam mimpi itu, Baginda melihat dua ekor naga berwarna merah dan biru sedang berseteru. Apa benar, Baginda? Tanya Guru Nanyak.

    “ Betul. Aku melihat mereka berkelahi dengan sangat hebat hingga membuat iklim Neo Gaea berubah drastis. Aku melihat asap hitam membumbung tinggi, tumbuh-tumbuhan mati, dan manusia lari ketakutan dan berbondong-bondong untuk mengungsi ke tempat yang aman. Tetapi, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ada segumpal awan putih yang begitu tebal. Ajaibnya awan itu bisa mengeluarkan gumpalan emas, berlian, air, bahkan makanan lezat untuk warga Neo Gaea 100. Hujan itu benar-benar membawa keberuntungan bagi warga Neo Gaea 100 hingga mereka hidup makmur dan sejahtera. Karena hujan itulah iklim  Neo Gaea 100 menjadi asri  Apakah ini pertanda baik atau sebaliknya wahai Guru Nanyak?” Tanya Raja Kostik.

      “ Sesuai dengan kitab ramalan legendaris Neo Gaea Astro ini adalah pertanda bahwa kerajaan Asam dan Basa harus bersatu. Untuk mempersatukan Kerajaan Asam dan Basa tidaklah mudah. Baginda harus meyakinkan pawang hujan kerajaan Asam yang terkenal keras untuk menurunkan hujan sesuai dengan apa yang ada di mimpi Baginda. Selain itu, Baginda harus membujuk Raja Acid untuk menandatangani perjanjian damai dengan pena ajaib yang didapatkan dari hutan larangan Chemical Environtment. Hamba tidak yakin Baginda sanggup.” Ujar Guru Nanyak meragukan Sang Raja.

       “ Jangan khawatir Guru Nayak, aku sanggup menghadapi ini semua. Jujur saja aku tidak tahan menyaksikan kerajaan Asam dan Basa berperang terus. Tentara kita terus berkurang karena gugur di medan perang,  Sekarang sebagian penduduk Kerajaan Basa diculik dan dijadikan tentara oleh Kerajaan Asam. Coba kau pikirkan bagaimana keadaan dua kerajaan besar Neo Gaea 100 jika mereka terus menerus bertengkar? Apa kau sudi membiarkan Neo Gaea 100 dalam kehancuran? “ Tanya Raja Kostik.

      “ Jangan sampai itu terjadi Baginda. Hamba juga sudah tidak tahan bertahun-tahun kerajaan Asam dan Basa bertengkar. Baiklah hamba dukung rencana Baginda untuk mewujudkan mimpi semalam. Asalkan Baginda didampingi beberapa prajurit demi keamanan Baginda sendiri.” Saran Guru Nanyak.

      “ Terima kasih atas nasihatmu, Guru Nanyak. Apapun akan kulakukan demi perdamaian Neo Gaea 100 walaupun aku harus menurunkan egoku sebagai seorang raja.” Ujar Raja Kostik.

   Esok harinya, Raja Kostik mengumpulkan para prajurit, adipati, serta Guru Nanyak selaku penasihat kerajaan di aula kerajaan untuk membicarakan strategi yang akan digunakan untuk menyatukan Kerajaan Asam dan Basa sesuai tafsiran mimpi sang ahli nujum. Selain itu, Raja Kostik juga melibatkan ahli strategi dan pelacak untuk membebaskan sebagian warga kerajaan Basa yang diculik oleh oknum kerajaan Asam untuk dijadikan tentara perang. Waktu yang digunakan untuk berunding tidak begitu lama. kurang lebih satu bulan.

   Satu bulan kemudian, rombongan Raja Kostik pergi ke Kerajaan Asam menggunakan sebuah mobil kapsul berukuran besar yang sangat modern. Hanya dalam waktu satu menit mereka sudah tiba di perbatasan kerajaan Asam, padahal jarak antara kerajaan Asam dan Basa sama dengan jarak belahan bumi paling selatan ke belahan bumi paling utara. Untungnya, pasukan kerajaan Basa bisa menembus perbatasan kerajaan Asam tanpa kendala. Biasanya jika ada orang asing yang hendak masuk perbatasa kerajaan Asam mereka pasti akan dimusnahkan dengan awan panas berwarna hitam. Tetapi tidak dengan pasukan kerajaan Basa. Seluruh pasukan dan mobil kapsul mereka masih tetap utuh. Raja Kostik berpikir apa mungkin Kerajaan Asam mau berdamai dengan kerajaan Basa? Tetapi itu tidak akan mungkin karena mereka sudah berseteru sekian tahun. Guru Nanyak curiga ini hanyalah akal-akalan oknum kerajaan Asam untuk menjebak kerajaan Basa.

   Dugaan Guru Nanyak benar. Ia melihat sebuah netra merah mengintai di atas langit. Guru Nnyak berasumsi pemilik netra itu adalah mata-mata kerajaan Asam yang diperintah langsung oleh Raja Acid. Guru Nanyak menyarankan Raja Kostik untuk tetap dalam kapsul agar pasukan tetap selamat. Akhirnya, mau tidak mau mereka pulang ke kerajaan Basa  dengan tangan kosong. Sepertinya mereka harus menyusun strategi khusus sebelum pergi ke kerajaan Asam. Mereka akhirnya menetap di dalam kapsul untuk beberapa saat demi kelancaran menyusun strategi menghadapi kerajaan asam.

  Di dalam kapsul, raja Kostik memerintahkan seluruh pasukan untuk menyerang kerajaan Asam dengan cara halus agar proses perdamaian dua kerajaan ini lebih mudah. Pertama-tama, Raja Kostik memerintahkan beberapa prajurit pergi ke hutan larangan Chemical Environment untuk pergi mengambil pena yang akan digunakan untuk menandatangani perjanjian damai dengan Raja Acid. Kedua memerintahkan sebagian besar prajurit untuk membebaskan penduduk kerajaan Basa yang diculik dan dijadikan tentara Kerajaan Asam. Ketiga memerintahkan beberapa prajuritnya yang terkenal humoris untuk membujuk pawang hujan kerajaan untuk menurunkan hujan sesuai dengan mimpi sang raja. Strategi terakhir adalah adalah membujuk Raja Acid untuk menandatangani perjanjian damai antara kerajaan Asam dan Basa.

  Keesokan harinya, rencana pertama dimulai. Beberapa prajurit kerajaan Basa pergi ke hutan larangan Chemical Environtment untuk mengambil pena ajaib. Menurut kitab ramalan yang mereka yakini, pena itu ada di sebuah goa yang dijaga oleh robot naga yang sangat pintar. Sejak dahulu, tak ada satu orangpun yang mampu menaklukkan kepintaran naga tersebut. Selain penjaga goa yang sangat pintar, akses menuju goa sangat sulit. Banyak sekali ranjau darat yang ditanam di dalam hutan, robot binatang buas yang siap menyantap sel para prajurit sampai mereka lemas dan mati, dan berbagai macam pertanyaan membingungkan hingga mereka mengalami gangguan otak. Untung saja Raja Kostik memilih prajurit yang luar biasa cerdas untuk menghadapi tantangan ini.

   Satu minggu kemudian, mereka tiba di goa yang dimaksud. Dengan bantuan sensor GPS yang terpasang di tubuh, mereka dengan mudahnya menemukan goa tersebut meskipun harus menghadapi rintangan yang sangat sulit. Formasi masih tetap utuh tanpa ada satupun prajurit yang gugur.  Tanpa menunggu waktu, para prajurit masuk menuju goa untuk mengambil pena ajaib yang dimaksud.

   Tiba-tiba, terdengar suara auman yang sangat keras. Para prajurit kaget mendengarnya hingga nyali mereka ciut. Suara tersebut terdengar semakin mendekat dan memekakkan telinga. Sebuah bayangan hitam besar muncul dari dalam goa. Dugaan mereka pasti itu adalah seekor naga besar yang menyeramkan.  Para prajurit segera bersembunyi di balik punggung pemimpin mereka. Sontak saja pemimpin mereka marah besar. Hanya karena bayangan hitam mereka takut. Sifat mereka tidak mencerminkan seorang prajurit. Mendengar omongan seperti itu, nyali para prajurit menjadi full kembali dan teringat akan tugas mulia mereka untuk mempersatukan kerajaan Asam dan Basa.

   Ternyata dugaan mereka salah. Bayangan besar itu adalah sebuah robot naga berukuran kecil berwarna merah jambu. Menurut edaran dari mulut ke mulut, robot naga itu sangat pintar. Jika ingin mengambil pena ajaib, maka siapapun harus bisa menjawab pertanyaan sang robot naga. Selama ini, tak ada satu orangpun yang berhasil menjawab pertanyaan sang robot naga yang sangat sulit hingga berakhir meregang nyawa dalam goa. Para prajurit tidak mau berakhir seperti itu. Mereka tak mau melihat peperangan antara kerajaan Asam dan Basa hingga merusak iklim Neo Gaea 100.

   Sang robot naga mulai melontarkan sebuah soal fisika yang sangat sulit. Belum ada satu orangpun yang mampu menjawab soal itu. Tak lama kemudian,terdengar suara salah satu prajurit yang mampu menjawab soal dengan benar. Para prajurit bersorak kegirangan. Tiba-tiba Suara mesin rusak pun terdengar seantero goa. Robot naga berwarna merah muda itu telah musnah. Akhirnya para prajurit berhasil mengambil pena tersebut dengan mudah. Setelah pena itu terambil, goa yang sangat menyeramkan itu tidak ada lagi. Hutan larangan yang terkenal menyeramkan kini berubah menjadi sebuah taman yang asri. Satu misi mereka untuk memperbaiki Neo Gaea 100 berhasil.

 Minggu kedua telah tiba. Strategi kedua siap dilaksanakan. Pasukan kerajaan Basa yang lain mulai pergi menuju kerajaan Asam untuk membebaskan sebagian penduduk yang diculik dan dijadikan tentara oleh oknum kerajaan Asam. Sebisa mungkin mereka melakukan penyamaran agar tidak dicurigai oleh penduduk kerajaan Asam. Untungnya strategi mereka berhasil.

  Malam hari telah tiba. Prajurit kerajaan Basa mulai menyabotase ruangan CCTV dan kerajaan Asam. Tentunya hal ini tidak mudah. Robot-robot kerajaan Asam mulai menyerang para prajurit hingga sebagian dari mereka ada yang terluka. Untungnya, ruangan CCTV berhasil disabotase karena salah satu prajurit yang terampil di bidang teknologi berhasil menyusup ke dalam. Hasilnya seluruh CCTV kerajaan Asam error  dan tidak bisa digunakan untuk memata-matai warga lagi.

  Sebagian prajurit kerajaan Basa berperan untuk membebaskan penduduk kerajaan Basa yang diculik dan dijadikan tentara untuk membelot. Mereka pergi ke kamp tentara kerajaan Asam. Sampai di sana, mereka melihat penduduk kerajaan Basa yang sedang berlatih ala militer dengan sangat keras. Jika penduduk kerajaan Basa itu salah, tentara kerajaan Asam tak segan- segan menyiksa mereka. Para prajurit tak mau melihat penduduk kerajaan Basa diperlakukan sewenang-wenang oleh tentara kerajaan Asam. Mau tak mau duel maut pun terjadi hingga banyak memakan korban dari dua kerajaan itu. Walau demikian, kerajaan Basa tidak gentar menghadapi serangan demi serangan tentara kerajaan Asam. Duel maut itu dimenangkan oleh kerajaan Basa, dan penduduk kerajaan Basa berhasil diselamatkan dan dipulangkan dengan selamat ke daerah asalnya.

  Tak terasa minggu ketiga pun telah tiba. Strategi ketiga harus dilaksanakan. Para prajurit yang terkenal humoris dikumpulkan di suatu tempat oleh Raja Kostik. Job description mereka adalah membuat pawang hujan kerajaan Asam yang terkenal pemurung itu tertawa terbahak-bahak sehingga ia mau menurunkan hujan berisi pangan, emas, dan permata demi kemakmuran bersama. Bukan perkara sulit bagi mereka untuk membuat pawang hujan itu tertawa. Tetapi sang raja berpesan agar mereka waspada karena sewaktu-waktu bahaya akan muncul. Sebelum pergi menuju rumah pawang hujan, para prajurit menyamar menggunakan kostum badut yang sangat lucu dengan harapan pawang hujan itu tertawa terbahak-bahak.

  Sampai di rumah pawang hujan, para prajurit mulai melancarkan aksinya. Pada mulanya mereka gagal membuat pawang hujan itu tertawa. Lama kelamaan pawang hujan itu tertawa terpingkal-pingkal. Setelah mood pawang hujan itu membaik, beberapa prajurit membawa pawang hujan itu keluar rumah dan membujuknya untuk mengeluarkan hujan sesuai dengan perintah Raja Kostik. Ajaib, hujan pun muncul. Emas, permata, dan panganan lezat berbondong bondong turun dari langit. Tak lupa air yang sangat menyegarkan pun turut serta. Iklim kerajaan Asam membaik dengan sangat pesat. Begitupun dengan warga kerajaan Asam kini mendadak sejahtera setelah sekian lama tercekik kemiskinan. Untung saja strategi itu belum sampai ke telinga raja Acid. Jika terdengar, Raja Acid akan sangat murka dan membuat rakyat menderita kembali.

  Minggu keempat telah tiba. Misi terakhir untuk mempersatukan Kerajaan Asam dan Basa pun dimulai. Berbeda dari misi sebelumnya, misi keempat ini mengalami banyak rintangan. Salah satu prajurit kerajaan Basa ada yang membelot dan memberitahukan rencana kerajaan Basa kepada raja penasihat kerajaan Asam. Otomatis informasi itu sampai ke telinga Raja Acid. Mendengar informasi tersebut, Raja Acid sangat murka. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menggagalkan rencana perdamaian Raja Kostik dan pasukannya.

   Langit Neo Gaea 100 kembali kelam. Kemakmuran yang baru seminggu dirasakan sirna sudah. Iklim pun menjadi tidak menentu. Jika siang hari iklim menjadi sangat panas, sedangkan malam hari iklim berubah menjadi sangat dingin bahkan acapkali terjadi badai yang sangat besar. Penduduk kerajaan Asam dan Basa bertengkar kembali. Raja Kostik bingung dengan semua ini. Selama ini strategi yang disusun dengan rapi hancur oleh salah satu pasukannya yang membelot. Tetapi Raja Kostik tidak menyerah begitu saja. Niatnya untuk menyatukan kerajaan Asam dan Basa sangat besar walaupun rintangan menghadangnya.

   Suatu siang yang terik, Raja Kostik, beberapa prajurit, dan Guru Nanjak pergi menuju Kerajaan Asam untuk menghadap raja Acid. Tentunya perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka harus berkelahi dengan penduduk kerajaan Asam yang telah diadu domba oleh prajurit kerajaan Basa yang membelot. Untungnya mereka menang. Melihat kesempatan itu, prajurit humoris dari kerajaan Basa langsung memanggil pawang hujan kembali agar menurunkan sesuatu dari langit sesuai dengan mimpi Raja Kostik. Boom, hasilnya fantastis. Penduduk kerajaan Asam hidup makmur kembali.

   Misi pun dilanjutkan. Mereka pergi menuju kerajaan Asam untuk menghadap Raja Acid. Tentunya untuk masuk kerajaan Asam tidaklah mudah. Mereka harus duel dengan para penjaga kerajaan. Untung saja mereka menang. Tanpa berlama-lama, mereka masuk ke kerajaan Asam. Dari kejauhan, Raja Kostik melihat Raja Acid sedang berbincang-bincang dengan orang yang ia kenal. Raja Kostik ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya mereka bicarakan tetapi Guru Nanyak menyuruhnya agar tetap tenang dan mengajak Raja Kostik dan para prajuritnya untuk bersembunyi sembari mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

  Pembicaraan dua orang itu sangat mencurigakan. Pembelot itu memberitahukan seluruh keburukan kerajaan Basa yang tidak terbukti benar dan membeberkan seluruh rahasia kerajaan Basa agar kerajaan Asam dapat menaklukan seterunya. Selama ini pertengkaran mereka selama bertahun tahun bukan semata-mata karena kekuasaan, tetapi karena ada yang mengadu domba hingga merembet ke segala aspek.

  Dengan penuh keberanian, Raja Kostik dan pasukannya menggeruduk singgasana Raja Acid.Raja Kostik mendekati pembelot bertopeng besi itu lalu membuka paksa topeng tersebut. Ternyata prajurit pembelot itu adalah kakak kandung Raja Kostik bernama Chemi. Selama ini, Raja Kostik sangat percaya pada kakak perempuannya hingga ia menceritakan rahasia kerajaan. Tetapi kepercayaannya dirusak begitu saja. Dengan tenang sang kakak menjawab bahwa ia iri pada Raja Kostik karena berhasil memajukan kerajaan Basa. Tak habis pikir kakaknya melakukan tindakan sekeji ini tanpa rasa bersalah.

   Hal ini membuat Raja Acid marah besar pada Chemi. Selama ini apa yang disampaikan Chemi tidak benar. Saat Chemi melangkah pergi keluar kerajaan, tiba-tiba  pasukan kerajaan Asam menangkap Chemi dan memasukkannya ke dalam penjara bawah tanah. Raja Acid sangat menyesal karena telah membuat kerajaannya kacau hanya karena mendengarkan kabar burung yang tidak jelas kebenarannya. Akhirnya ia mau menandatangani perjanjian damai antara kerajaan Asam dan Basa menggunakan pena ajaib. Selain itu, Raja Acid juga meminta maaf pada Raja Kostik, Guru Nanyak dan pasukannya.

  Sore hari yang cerah, Raja Acid memerintahkan orang kepercayaan kerajaan untuk mengumpulkan seluruh rakyat kerajaan Asam di halaman istana. Dari atas balkon kerajaan, terlihat Raja Acid berdampingan dengan Raja Kostik. Dengan lantang, Raja Acid dan Raja Kostik membacakan deklarasi damai. Gegap gempita dan sorak sorai terdengar di seantero kerajaan Asam.

   Tahun demi tahun berlalu. Iklim Neo Gaea 100 menjadi begitu asri. Tanaman hijau tumbuh subur, teknologi ramah lingkungan menjadi bagian hidup masyarakat, bahan pangan melimpah ruah, masyarakat hidup makmur dan sejahtera, manusia partikel dan makhluk gigantis hidup dalam harmoni, dan bagian terpenting adalah dua kerajaan yang sebelumnya berseteru selama bertahun-tahun kini berdamai dan hidup rukun. Tak ada lagi kemiskinan, tak ada lagi awan hitam yang menyesakkan dada, tak ada lagi saling sikut antar penduduk, tak ada lagi kerusakan iklim di Neo Gaea 100, dan tak ada lagi fitnah keji dan adu domba yang merusak harmoni penduduk Neo Gaea 100.  

3 thoughts on “Cerpen #287; “Neo Gaea 100”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *