Cerpen #266; “SELAMATKAN BUMI”

Alena adalah gadis yang lugu dan pendiam, ia lebih sering menghabiskan  waktunya sendiri. Ayah dan Ibunya sangat menyayangi Alena sehingga Alena tidak dibolehkan main ke luar rumah bersama teman-temannya. Mereka khawatir akan terjadi sesuatu pada Alena  jika Alena dibebaskan bermain kesana kemari. Setiap malam  Alena menangis karena merasa kesepian.

Pagi hari ini Keadaan kota sangat panas. Banyak orang-orang yang berlalu lalang dengan menggunakan alat transportasi pribadinya masing-masing maupun tranportasi umum. Mulai dari mobil yang dikendarai secara otomatis sampai  alat-alat elektronik rumah tangga pun bekerja secara otomatis.

Alena menikmati perjalanan menuju rumah nenek. Disepanjang jalan kota Alena melihat berbagai pemandangan gedung-gedung tinggi pencakar langit, namun tumbuhan hijau sudah jarang ditemukan di lingkungan sekitar dan banyak sampah yang berserakan,namun orang-orang tidak peduli dengan keadaan ini. Disekeliling lingkungan terlihat banyak sekali orang tua yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing.

Hari ini Alena menaiki mobil pribadi miik ayahnya yang berjalan secara otomatis. Ayah Alena menceritakan bagaimana cara orang-orang dizaman dahulu mengendarai mobil yang bisa berjalan dengan tenaga nya sendiri . ‘’0rang-orang dizaman dahulu kalo mengendarai mobil tu harus dengan tenaganya sendiri.

Dengan cara mengerem, menggas,mengkopling  menggunakan bantuan kaki dan tangannnya sendiri,engga kayak sekarang yang kehidupannya sudah serba canggih  otomatis serta dibantu oleh tenaga robot’’ ucap Ayah pada Alena

‘’Wah enak sekali bisa menikmati hawa yang begtu sejuk, cuaca yang kita rasakan sekarang  sangat panas dan gersang’’ ucap Alena pada ayah.

Mereka pun tiba ditempat tujuan yaitu rumah nenek. nenek masih terlihat segar dan semangat untuk bekerja. Di kota saat ini yang sudah lanjut usia masih bertahan hidup dengan semangat. Mereka bekerja dengan penuh semangat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Walau pun banyak dikerjakan oleh tenaga robot tetapi mereka juga menyempatkan diri membuat sesuatu kreavitas kerajinan seperti membuat barang-barang yang unik yaitu membuat lampu digital yang otomatis menyala dan mati sesuai dengan waktu pagi dan malam.

Ayah,Ibu,dan Alena pun memasuki rumah nenek. Pintu gerbang otomatis terbuka sendiri, mereka pun masuk ke dalam rumah nenek yang bergaya minimalis modern itu. Nenek menyediakan makan malam bersama.

Mereka pun menikmati hidangan makanan yang disediakan di rumah nenek. Makanan dibuat oleh robot yang selalu membantu dan menemani nenek yang sendirian di rumah. Karena nenek merasa kesepian di rumah, nenek pun berfikiir untuk memelihara robot di rumah.

Setelah makan malam selesai, robot nenek pun mengerjakan tugasnya yaitu membersihkan meja makan yang kotor. Ayah pun bertanya tentang kabar nenek yang selama ini sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

“Bagamana kabar ibu selama ini?’’ Tanya ayah pada nenek. ‘’ Aku baik-baik saja di sini , lagipula ada sebuah robot yang selalu menemani dan membantu ku selama ini ’’ jawab nenek dengan eskpresi wajah yang tersenyum.

‘’Syukur lah kalo begitu, maafkan kami ya bu baru sempat menjenguk ibu hari ini, saya benar-benar sibuk oleh pekerjaan sehingga tidak sempat menjenguk ibu ke sini’’ ucap ayah yang terlihat merasa bersalah.

‘’Iya gapapa, Ibu juga mengerti posisi yang kalian rasakan, jadi ya tidak perlu khawatir. Alena cucu nenek sudah besar ya’’ ucap nenek sambil tersenyum dan mengelus rambut Alena

. ‘’ Iya nek Alena udah besar tapi belum di ijinin main keluar bersama teman-teman’’ ucap alena sambil melihat kearah Ayah dan Ibu nya.

‘’ Sudah-sudah yuk sudah malam bagaimana kalo kita semua tidur, kita lanjut ngobrolnya besok’’ Kata nenek yang sudah mulai mengantuk. ‘’Iyaa nek, Alena juga udah ngantuk’’ ucap Alena sambil menguap lebar.

Mereka pun memasuki kamar tidurnya masing-masing yang sudah disediakan. Ibu dan Ayah tidur di lantai atas sedangkan Alena dilantai bawah.  Alena terbangun di tengah malam, ia pun beranjak dari kasurnya dan keluar kamar karena ingin membuang air kecil.

Selesai buang air kecil, Alena melihat sesuatu benda yang dibaluti kain putih di pojokan ruangan. Alena pun menghampirinya dengan penasaran. Alena membuka kain putih tersebut yang isinya ternyata terdapat sebuah robot berbentuk kucing.

Alena memencet tombol yang terdapat dirobot tersebut. Robot  tersebut pun berbicara ‘’ Hai aku rebi si robot kucing  yang siap membantu dan menemani kamu dimana pun kamu berada oiyaaa umur ku sudah berabad abad loh’’ ucap robot tersebut sehingga membuat Alena sangat terkejut.

Alena menelan ludahnya sendiri dan terdiam ditempat dengan keadaan yang terkejut. Robot itu mendekati Alena dan berkata ‘‘ Apakah aku menakutkan? Padahal aku imut loh’’ ucap robot tersebut dan membuat Alena sedikit tertawa.

 ‘’ Iya kamu itu sangat menakutkan tapi menggemaskan juga’’ Ucap Alena sambil mencubit pipi imut robot tersebut.

‘’Ih sakit tau, oiya kalau boleh tau nama kamu siapa?’’ Tanya Rebi pada Alena. ‘’Nama aku Alena ‘’ jawab Alena. ‘’Oiya Alena mulai sekarang kamu tidak usah merasa kesepian lagi kan sekarang ada aku yang siap menemanimu’’ ucap  Rebi kepada Alena.

Alena pun terkejut karena Rebi bisa tau apa yang sedang Alena rasakan sekarang. ‘’Kok kamu bisa tau si apa yang sedang aku rasakan sekarang’’ ucap Alena terkejut.

‘’Apasi yang Rebi gatau si robot kucing yang imeut,pintar, dan mnggemaskan ini hahaha’’ ucap Rebi dengan percaya diri.

‘’Ih serius kok kamu bisa tau’’ Tanya Alena penasaran. ‘’iya jadi kemampuan aku tuh bisa membaca pikiran manusia’’ Jawab Rebi sehingga membuat Alena terkejut lagi.

‘’Wah hebat banget, tapi bener sekali apa yang kamu bilang tadi. Aku merasa kesepian, Ayah dan Ibu ku tidak mengijinkan ku bermain ‘’ Ucap Alena sambil menunjukan kesedihannya.

‘’Itu karena Ayah dan Ibu mu sangat menyayangi kamu. Mereka tidak mau ada hal sesuatu yang terjadi pada kamu. Makanya mereka melakukan itu kepadamu’’ Ucap Rebi menenangkan Alena.

’’Tapi jika cara mereka seperti itu, aku akan merasakan kesepian terus dan itu juga akan berdampak bagi aku sehingga aku tidak bisa mempunyai teman’’ Alena bercerita kepada Rebi.

‘’Sudah-sudah mulai sekarang Alena ga bole sedih lagi ya. Rebi akan menjadi teman baik Alena’’ Ucap  Rebi memberi semangat pada Alena. Alena pun mebalas dengan senyumannya sambil mengangguk-angguk.

‘’Pokoknya aku mau bilang ke Nenek, kalo Rebi mau aku adopsi hahaha’’ Alena tertawa sambil menutupi mulutnya. ‘’Akhirnya kamu tertarik juga kan oleh aku yang menggemaskan ini’’ Ucap Rebi sehingga membuat Alena mencubit pipinya kembali.

‘’sudah-sudah tidur sana, takut ada yang melihat kamu belum tidur, bisa-bisa kamu diomelin. Oiya jangan lupa kamu pencet tombol off yang ada sekitar tubuhku dan jangan lupa baluti aku oleh kain putih lagi,besok pagi kamu bilang ke Nenek kalo kamu mau robot kucing yang menggenmaskan ini haha, biar kita bisa ngobrol lagi’’ Ucap Rebi panjang lebar kepada Alena.

‘’Iya bawel’’ Jawab Alena. Alena pun bergegas kembali menuju kamarnya. Ia tidak sabar akan hari esok karena Rebi ingin menjadi temannya. Ya ,meskipun hanya sebuah robot, tapi bagi Alena itu adalah hal yang sangat indah karena Alena tidak akan merasakan kesepiaan lagi.

Pagi hari pun tiba,Alena mengucak matanya dan bergegas bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.Setelah mandi Alena menghampiri Nenek,Ayah dan Ibu di meja makan

.Mereka pun menyantap sarapan yang dibuat oleh robot.Setelah selesai sarapan Alena pun membicarakan robot kucing yang Alena lihat tadi malam kepada Nenek.

’’Nek tadi malam Alena tidak sengaja melihat sesuatu yang ditutupi oleh kain putih,  Alena penasaran membukanya ternyata isinya adalah sebuah robot ,jika Nenek tidak keberatan apakah boleh robot itu jadi milik Alena? Alena janji akan merawatnya dengan baik’’Mohon Alena pada nenek dengan memasang wajah pupyeyesnya.

‘’ Boleh sekali lagipula Nenek sengaja menyimpan robot itu untuk Alena’’Ucap Nenek sambil mengelus rambut pirang Alena.

Alena sangat senang mendengar apa yang dikatakan Nenek .’’Terimakasih banyak nek’’ Ucap Alena sambil memeluk Nenek. Hari ini Ayah,Ibu,dan Alena memutuskan untuk pulang ke kota.Mereka pun berpamitan pulang pada nenek.

Disepanjang perjalanan perasaan Alena sangat senang sekali, ia tidak sabar akan berbincang-bincang banyak dengan Rebi. Sesampai di rumah,Alena menekan tobol on yang terdapat pada bagian tubuh Rebi.

 ‘’Hai Alena,akhirnya kita bisa bertemu kembali’’ Ucap Rebi sambil membukukan badannya. ‘’ Wah Rebi sopan sekali hahaha’’ Ucap Alena meledek Rebi. Rebi pun memasang wajah kesalnya. ‘’ Hahahah jangan ngambek dong Rebi’’ Ucap Alena sambil tertawa.

‘’Gabut nih ngapain ya?’’ Kata Alena sambil berbaring dikasur. ‘’Apasi yang Kamu inginkan saat ini?’’ Tanya Rebi kepada Alena.’’ Jika  hal ini bisa terjadi Aku ingin datang dan melihat dunia masa lampau, Kayaknya seru sekali bisa meihat lingkungan sekitar yang adem dikelilingi

oleh banyak tumbuhan, Aku ingin membawa salah satu tumbuhan habis itu aku tanam disini hahaha tapi kayaknya tidak akan mungkin’’ Jawab Alena  pada Rebi. ‘’Kata siapa tidak mungkin, bisa mungkin kok’’ Ucap Rebi pada Alena.’’ Hah serius?gimana caranya?’’

Alena syokk, ia pun langsung meubah posisinya menjadi duduk. ‘’ Coba  pejamkan mata kamu sambil pegang tangan aku dan hitung sampai 5’’Ucap Rebi pada Alena.

Alena pun memejamkan matanya. Setelah menghitung sampai 5 Alena membuka matanya dan ia sangat terkejut. Saat ini Alena sedang berada disuatu tempat yang dikelilingi oleh pepohonan .

Ya, sekarang ia dan Rebi berada di zaman lampau . Ternyata Rebi mempunyai sebuah jam ajaib yang bisa mengulang waktu dan membawanya kemasa lampau atau sesuatu yang telah terjadi

.Mereka melihat keadaan sekitar yang sangat berbeda dengan kehidupan mereka sekarang. Alena senang karena bisa merasakan hawa yang segar ini.

Alena melihat orang-orang yang sedang bertani,menanam jagung, berternak dan lain lainnya. Ia sangat kagum melihat manusia dizaman ini sangat mandiri mengerjakan semua pekerjaaannya dengan menggunakan tenagannya sendiri

 Rebi menarik tangan Alena kesuatu tempat. Alena pun mengikuti Rebi, ternyata Rebi mengajak Alena ke sebuah taman yang sangat indah dan dikelilingi oleh tumbuhan yang hijau.

‘’Tadi kamu bilang kamu ingin membawa sebuah tumbuhan untuk di tanam di dunia kita sekarangCoba sekarang kamu bebas pilih tanaman mana yang akan kamu bawa?’’Ucap Rebi pada Alena.

 ‘’ Wah ini serius, baiklah aku akan memlih nya’’Ucap Alena sangat senang. Alena pun memilih 5 buah tumbuhan yang akan ia tanam nanti.

‘’Baiklah karena kita sudah menemukan tumbuhan ini, kita akan kembali ke rumah. Apakah kamu belum puas? Tanya Rebi pada Alena. ‘’ Sudah kok Rebi,

makasih banyak yang berkat kamu aku jadi bisa merasakan seperti ini.Ayo kita pulang sekarang saja takut ibu dan ayah mencari kita’’Ucap Alena pada Rebi. Setelah itu Alena memejamkan matanya lagi sambil memegang  tangan Rebi.

Alena membuka matamya, posisinya sekarang adalah berbaring di tempat tidur.Di samping nya terdapat Rebi yang sedang berbaring juga.

Ia melihat sebuah plastik putih berukuran besar di atas meja. Alena pun menghampiri plastik tersebut dan membukanya, dan ternyata isinya terdapat 5 jenis tumbuhan yang ia ambil tadi.

Rebi pun menghapiri Alena dan berkata.’’Ayo Alena kita tanam tumbuhan ini di belakang rumah’’.

 ‘’Baiklah ayo Rebii’’ Ucap Alena bersemangat. Mereka pun menggali tanah dan menanam tumbuhan tersebut dengan baik.

Satu bulan kemudian tumbuhan di rumah Alena semakin banyak dan berkembang degan baik. Hal ini membuat menarik perhatian banyak orang-orang. Banyak yang mampir sampai- sampai ada yang menawarnya untuk dibeli.

Dan alhasil sekarang banyak tumbuhan yang tumbuh di rumahnya masing-masing.Alena pun berniat ingin menanam tumbuhan ini di pinggir-pinggir jalanan.

Namun ternyata tumbuhan banyak yang mati dan layu.Ternyata orang-orang tidak tau bagaimana caranya merawat tumbuhan dengan baik dan benar  benar .Mereka menyiram tumbuhan dengan menggunakan air bersoda.

,karena pada zaman sekarang air soda menjadi pokok kebutuhan mereka.Alena pun kebingungan dan bertanya pada rebi. ‘’Rebi kenapa semua tumbuhan mati?.’’ Tanya Alena pada Rebi

.Karena rebi adalah robot yang pintar, Rebi pun memberi tahu Alena bahwa air yang benar dan baik digunakan untuk tumbuhan adalah air putih yang bersih.

Dan akhirnya Alena dan Rebi memberi saran pada pemerintah, agar air bersoda diganti oleh air putih, namun tujuan tersebut tidak disetujui oleh masyarakat.

Masyarakat tidak setuju dengan usul itu, karena mereka sudah terbiasa dan nyaman dengan air bersoda.

Alena dan Rebi berfikir bagaimana caranya agar mereka bisa membuktikan bahwa air putih lebih bermanfaat.

Dan akhirnya mereka punya ide untuk menanam  tumbuhan dengan air putih lalu di rekam vidio untuk sebuah bukti.

Mereka menanam berbagai tumbuhan dan menyiramnya dengan air putih bersih,dan benar saja tumbuhan pun hidup kembali.

Dan berhasil semua tumbuhan tumbuh dengan baik. Akhirnya mereka menunjukan hasil vidio mereka di depan masyarakat.Masyarakat dan pemerintah pun menyetujuinyya. Akhirnya di kota air bersoda sudah ganti menjadi air putih yang bersih.

                                                                 ***

Dengan bantuan Rebi tujuannya pun terwujud. Alena dan Rebi menanam tumbuhan di sekeliling lingkungannya. Dan bener saja setelah beberapa bulan kemudian tumbuhan yang ditanam oleh mereka tumbuh lebat dengan baik.

Semoga dengan cara ini kondisi bumi sekarang bisa menjadi lebih baik lagi. Alena sangat senang karena bisa menjadikan  lingkungannya menjadi tempat yang asri dan nyaman.

Alena sangat bersyukur karena sudah dipertemukan oleh Rebi. Berkat Rebi Alena bisa mewujudkan ini semua.

Alena pun memeluk Rebi sangat erat.’’ Makakasi Rebi, berkat kamu aku bisa mewujudkan ini semua’’ Ucap Alena kepada Rebi. ‘’ iyaaa sama-sama Alena semoga dengan cara kita menanam semua tumbuhan ini bumi akan menjadi lebih baik lagi yaa’’ Ucap Rebi pada Alena.

Keesokan hari nya, berita buruk menyebar luas dimasyarakat, gundukan sampah yang berada di kota tiba-tiba mangalami longsor, dan sampah pun jatuh berserakan hingga masuk ke permukiman masyarakat kota.tumbuhan hijau yang ditanam oleh Alena dan Rebi hancur berantakan.

 Berita ini pun sudah sampai ke telinga Alena dan Rebi. “Rebi gimana ni, tanaman yang kita tanam sudah hancur semua ,dan keadaaan kota saat ini kacau banget” Ucap Alena sambil menangis kepada Rebi.

Karena Rebi adalah robot yang pintar akhirnya rebi pun akan mencari solusi cara agar keadaan kembali menjadi lebih baik lagi.

Karena Rebi adalah robot yang pintar,Rebi pun mengusulkan  saran untuk pergi ke kantor kota bersama Alena. Mereka akan mengusulkan kegiatan reboisasi dan gotong royong di lingkungan kota.

Namun saran Alena dan Rebi pun di abaikan,malahan ada yang menertawakan mereka. orang orang di kota sekarang tidak tau apa itu reboisasi dan gotong royong,malahan mereka menganggap itu adalaha hal  yang bodoh.

Rebi menjelaskan bahwa itu adalah sebuah cara agar membuat keadaaan kota menjadi lebih baik lagi.Alasaan Kenapa rebi tau akaan semua hal ini karena Rebi pernah hidup dizaman-zaman dahulu.

Orang dizaman dahulu mengatasi ini semua dengan cara ini.” apakah kalian tidak percaya kepada kami??,coba kalian ingat kembali,

beberapa hari yang lalu aku dan Alena membuktikan bahwa air putih yang bersih dapat membuat beberapa tanaman menjadi subur dan hidup kembali” Ucap Rebi.

Dan benar saja akhirnya mereka yang berada disana berpikir dan akhirnya saran   Rebi dan Alena diterima dan  akan dicoba. Alena dan Rebi pun tersenyum dan merasa senang.

semua masyarakat berkumpul untuk membersihkan sampah_sampah yang berserakan. sampah yang basah dan kering pun dipisahkan dan mereka daur ulang. Sedikit demi sedikit pun sampah menghilang, keadaan kota menjadi membaik.

setelah beberapa bulan kemudian keadaan kota sekarang sangat membaik. masyarakat saling merangkul dan selelau menjaga kebersihannya.

tumbuhan hijau tumbuh dengan baik dan sudah banyak pepohonan disekeliling lingkungan. air bersih mengalir dan terus digunakan oleh masyarakat dan sekarang menjadi sumber kehidupannya.

Alena dan Rebi sudah sangat terkenal di kota karena berkat ide-ide dan bantuan mereka menyarankan ini semua.

masyarakat kota sekarang sama sekali tidak tahu cara bagaimana membuat lingkungan menjadi baik, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi sekarang sudah berubah mereka semua pun saling merangkul.

dan Rebi dan Alena pun dijuluki sebagai penyelamat bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *