Cerpen #262; (Tanpa Judul)

Aku melewati dunia yang penuh kelancungan bersama manusia-manusia lainnya yang tak memiliki harga diri, di jalan kota yang selalu ramai dan tidak pernah mati, bersama ponsel di tangan mereka. Aku sering berpikir bahwa kehidupan sangat membosankan. Selalu berjalan seperti kemarin. Televisi selalu dipenuhi oleh berita tentang bumi yang sedang tidak baik-baik saja. Media sosial pun dipadati oleh artikel-artikel yang mengatakan bahwa bumi akan mengalami kiamat.

Setiba di hutan yang masih belum terjamah oleh semen dan batu bata, yang berada sangat jauh dari perkotaan. Aku masuk dan menghirup udara di sini dalam-dalam. Sangat penuh oksigen dibanding perkotaan yang hanya ada asap kendaraan dan pabrik.

“Sepertinya aku harus membuat hutan sendiri di rumah agar saat krisis udara bersih aku tidak perlu repot.” tanpa sadar aku bermonolog, “Tapi apakah itu akan terjadi? Krisis air atau udara bersih, wabah penyakit menular, oh, bisakah aku menyebutnya wabah zombi? Sangat tidak masuk akal bila itu terjadi, mungkin bumi akan mengalami kiamat.”

“Bumi memang akan kiamat.”

Aku terlonjak kaget ketika seseorang berbicara tepat di telingaku.

“Anda terlihat sangat terkejut.”

Aku melihat seorang perempuan yang berpenampilan aneh. Dia tersenyum ke arahku. Rambut gelombang berwarna putih melayang di udara. Satu detik, sepuluh detik, otakku masih belum berfungsi dengan benar. Lima belas detik terlewat, aku langsung berteriak penuh keterkejutan.

“Kau terbang?!” teriak diriku, “Kau..kau melayang di udara!”

Perempuan itu tertawa kecil, “Anda sangat lama menyadarinya. Manusia sangat lucu dan juga bodoh!”

“Siapa kamu?!”

Apakah dia peri? Tetapi bukankah peri bertubuh kecil dan memiliki sayap. Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Aku juga sedikit tidak terima dihina oleh makhluk yang jenisnya saja tidak diketahui.

“Anda bisa menyebut saya roh alam. Saya adalah roh yang dulu nenek moyang Anda sembah.” jawab perempuan itu yang katanya adalah roh alam.

Dia masih saja tersenyum, sedangkan aku mulai merasa pusing atas semua hal yang tidak masuk akal ini.

“Apakah sekarang aku sedang mengalami lucid dreamĀ¹?”

Berapa kali aku mengedipkan mata, mencubit lengan, dan memukul kepalaku. Sepertinya ini semua adalah nyata.

“Jadi, kamu adalah roh alam?”

Dia mengangguk, “Saya adalah salah satu roh alam yang Anda temui.”

Pikiranku menjadi gila kembali saat dia mengatakan bahwa bukan dirinya saja roh alam di dunia ini. Sekarang aku mulai berpikir jika putri duyung, pegasus, naga, dan makhluk fiksi lainnya adalah makhluk nyata.

“Kalau begitu mengapa kamu menampakkan diri kepada manusia?”

“Tidak ada salahnya saya menampakkan diri kepada manusia. Seharusnya Anda merasa sangat terhormat karena telah bertemu dengan saya. Di zaman dahulu, hanya tetua dari nenek moyang kalian yang bisa bertemu dengan makhluk suci seperti kami.” jelas roh alam sambil melayang mengitariku.

“Ini hanya sedikit aneh saja.”

Aku melihat roh alam itu. Jika melihat lebih lama, dia terlihat sangat indah. Ku rasa kata cantik dan manis tidak akan tepat untuknya.

“Saya tahu bahwa saya sangat mempesona~” dia menggodaku dengan mengedipkan sebelah matanya. Segera aku mengalihkan pandangan. “Anda sangat lucu!” roh alam itu mulai tertawa.

“Berhentilah terus menggodaku!”

“Anda anak yang sedikit menarik! Sepertinya insting saya tidak salah untuk mencoba bersenang-senang dengan Anda.”

“Kau roh alam yang kurang kerjaan!” roh alam kembali tersenyum setelah aku mengejeknya.

“Anda sendiri bermain-main di hutan belantara. Jarang sekali ada anak yang pergi ke hutan sekarang, kecuali untuk para manusia dewasa yang menebang pohon.” matanya terlihat sendu sejenak, “Saya juga sangat tertarik ketika Anda mengatakan tentang krisis air dan udara bersih.”

“Memang apa salahnya?” tanya diriku.

“Anda sepertinya adalah anak yang kaya.” jawab roh alam yang jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaanku.

“Ya, aku adalah anak dari seorang politikus dan aktris internasional. Namun, menjadi anak yang selalu dimanjakan oleh uang tidaklah terlalu menarik, aku sangat cepat bosan.” balasku, roh alam terlihat duduk di batang pohon besar.

“Sangat lucu ketika melihat anak orang kaya berkata seperti itu. Di saat manusia-manusia lain berjuang untuk mendapatkan uang.” ujar roh alam yang membuat hatiku sedikit tercabik.

“Aku tau bahwa diriku ini adalah anak yang tidak bersyukur dan payah.”

Roh alam membelai rambutku secara tiba-tiba, “Maukah Anda menjadi seperti saya sejenak?”

“Hah? Apa maksudmu?”

Dia tidak menjawabnya dan malah menutup mataku. Tangannya sangat lembut ketika menyentuh wajahku.

“Apa yang ingin kamu lakukan?”

“Anda adalah anak yang kurang sopan kepada makhluk yang telah hidup sangat lama.” kata roh alam tersebut.

Aku dapat merasakan bahwa ada cahaya hangat yang menyelimuti tubuhku, yang kemudian menjadi panas.

“Mataku sangat panas!”

“Bertahanlah~” suara roh alam sangat lembut saat memasuki pendengaran yang membuatku merasa tenang.

Tak berapa lama ia melepaskan tangannya. Cahaya dari matahari membuat mataku sedikit perih sampai berair.

“Apa…apa ini?!”

Tidak peduli seberapa kali aku mengedipkan mata. Di langit aku dapat melihat sesuatu yang seperti asap berwarna hitam pekat.

“Itu adalah energi kotor. Energi kotor yang disebabkan oleh manusia untuk bumi.” roh alam tersenyum kepadaku tetapi senyuman itu terasa aneh.

“Energi kotornya sangat banyak sehingga hampir menutupi langit.” aku menengok ke arah roh alam, “Apakah kalian setiap hari selalu melihat seperti ini?”

Roh alam mengangguk, “Itu lah sebabnya makhluk suci seperti kami jarang pergi ke tempat manusia berada, karena di sana sangat lah kotor. Energi kotor itu berasal dari perbuatan para manusia. Asap dari transportasi dan pabrik mereka, perbuatan, hati, dan ucapan kotor para manusia, ataupun setiap hal yang diperbuat untuk kepentingan hidupnya.” jelas roh alam.

“Aku mengerti,” entah mengapa aku dapat merasakan kesedihan mereka.

“Tidak ada masa depan untuk dunia.” ucap roh alam yang membuatku panik.

“Hei, jangan berkata seperti itu! Aku masih ingin menjalani hari tua dengan tenang!” protes diriku.

Dia tertawa, dan setelah itu tubuhku terangkat ke langit bersama dirinya.

“Apa yang ingin kamu…..Ini tidak mungkin!”

Aku mulai terbatuk-batuk ketika diriku terbang sampai setara dengan awan. Di sini benar-benar hitam seolah aku memasuki kabut tebal yang berwarna hitam.

“Mungkin dalam bahasa manusia, energi kotor disebut sebagai polusi.” jelas roh alam.

“Ada apa denganmu?!” aku sangat terkejut ketika kulit putihnya yang bersinar mulai menghitam seperti arang yang siap menjadi debu.

Ketika aku melihat senyumannya, aku mulai sadar jika ini semua disebabkan oleh energi kotor, yang berarti adalah karena polusi dari manusia. Pada akhirnya semua cerita-cerita pendek di internet tentang manusia yang selalu merusak alam sekitarnya adalah benar.

“Mari kita pergi sa-AAAAAAAA!”

Kali ini roh alam menarik tanganku dan melemparnya ke sebuah lingkaran hitam misterius. Tubuhku seolah tersedot oleh angin yang sangat kencang dan melewati lorong hitam gelap yang panjang.

Cahaya terang memenuhi mataku. Itu sangat silau. Saat aku membuka mata, aku dapat melihat banyak tanah yang mengering. Tidak ada tumbuhan subur yang tumbuh. Ini juga sangat panas seolah ada 3 matahari. Roh alam masih menggandeng tanganku sambil melayang di langit. Aku dapat melihat rumah-rumah para penduduk, yang bahkan aku sempat mengira jika itu adalah kumpulan barang rongsokan yang sengaja dibuat rumah oleh orang iseng atau untuk tempat bermain anak-anak. Betapa terkejutnya ketika orang-orang di sana terlihat kurus kering. Di mana aku sekarang, mengapa semuanya terlihat sangat menyedihkan?

“Tanahnya sangat gersang! Bagaimana orang-orang dapat hidup di tempat seperti ini?!”

Roh alam tersenyum pahit, “Ini semua terjadi akibat kemarau yang tidak ada hentinya. Tidak ada tumbuhan yang tumbuh, dan persediaan air selalu berkurang setiap waktunya.”

“Mengapa tidak meminta bantuan saja? Dan juga aku tidak pernah tahu ada tempat yang seperti ini!”

“Bagaimana jika tempat yang seperti ini sengaja disembunyikan? Minimnya daerah resapan, dan pemborosan air, siapa penyebabnya? Saya akan tertawa jika penyebab itu semuanya ternyata hewan dan tumbuhan.” kata roh alam yang membuatku terdiam.

“Lagipula bagi yang manusia yang lain, tidak ada ruginya kehilangan tumbuhan, hewan, atau bahkan nyawa manusia jika keinginan mereka dapat terpenuhi.” lanjut sang roh alam.

Aku terus terbang bersama roh alam di langit yang sangat cerah. Tiba-tiba mataku menangkap sesuatu di ujung, itu seperti asap hitam yang sangat banyak.

“Itu adalah pabriknya.” ucap roh alam, “Itu bukan satu-satunya yang ada di sini. Jangan harap mereka orang-orang yang di sana akan membantu. Pada akhirnya asap itu menjadi energi kotor yang akan memenuhi langit.” roh alam seolah tahu apa yang ada di pikiranku.

“Para manusia berjalan di kehidupan tanpa moral dan etika.” kata roh alam lagi.

Aku melihat sebuah lingkaran hitam lagi. Roh alam masuk ke sana dan aku mengikutinya. Perasaan yang sama ketika aku masuk ke lingkaran hitam kembali lagi. Di tempat yang lain, kali ini aku merasa sangat kedinginan. Ku lihat langit sangat gelap. Langit seperti siap untuk meluncurkan air matanya. Ketika aku melihat ke bawah lagi-lagi aku terkejut.

“Air yang sangat banyak bukan?” tanya roh alam.

Aku tidak menjawab pertanyaannya dan sibuk melihat air yang menenggelamkan pemukiman. Aku melihat para tim SAR sedang menaiki perahu karet menelusuri tiap-tiap sudut.

“Tidak ada masa depan untuk dunia.” ucap roh alam lagi.

Termenung, aku tahu bahwa air itu sangat kotor. Aku melihat ke sekitar dan tak melihat satu pohon pun. Sekarang aku takut akan bencana yang suatu hari akan melanda. Aku tidak tahu jika dunia luar semenyeramkan ini.

“Ada satu hal lagi!” roh alam lagi-lagi menarik tanganku menuju lingkaran hitam.

Di tempat selanjutnya, aku melihat ada angin puting beliung yang sangat besar. Ini pertama kali aku melihatnya. Angin sangat kencang seolah akan membawaku ke pusaran.

“Kamu tidak akan melepaskannya, bukan?” aku menatap roh alam.

Roh alam hanya tersenyum lalu melepaskan pegangan.

“Sial*n!”

Itulah kata-kata terakhirku sebelum tersedot oleh angin puting beliung.

“Hah…hah…ha…,”

Tubuhku dipenuhi keringat saat bangun.

“Ini di kamar! Apa aku dari tadi bermimpi?”

Tubuhku sangat lemas untuk berdiri. Di luar juga masih siang.

“Bukan!” balas roh alam yang tersenyum lebar di sampingku.

“AAAAAA!” aku berteriak kaget, sedangkan roh alam malah menertawakanku.

“Anda lucu! Saya cukup senang bisa bertemu dengan Anda, namun, sekarang saya harus pergi.”

“Apakah kamu akan pergi ke tempat kamu?” roh alam mengangguk. Tanpa sadar aku mengepalkan tangan, “Aku ingin mengubah dunia menjadi lebih baik!”

Roh alam diam. Sekarang aku merasa bodoh karena telah mengatakan itu.

“…..Terima kasih, terima kasih karena telah mengatakan hal itu.” roh alam tersenyum kecil, “Tapi dunia tidak akan berubah. Apakah Anda pikir hanya Anda satu-satunya orang yang berkata seperti itu?”

Aku sedikit kaget, kalau begitu banyak manusia lainnya yang mengalami ini.

“Mereka semua selalu mengatakan hal yang sama seperti Anda. Dan ucapan itu akan menjadi sebuah kebohongan seiring berjalannya waktu.” lanjut roh alam.

“Lalu mengapa makhluk seperti kalian tidak bersatu menyatukan kekuatan untuk mengubah dunia dengan sihir kalian?!”

“Tidak ada sihir yang dapat mengubah dunia.” jawab roh alam.

Akhir-akhir ini aku terdiam dengan pikiranku. Roh alam sudah pergi sejak lama, dia tersenyum tanpa mengatakan kata pamit lalu menghilang. Satu-satunya hal yang dia tinggalkan adalah penglihatannya. Sampai sekarang aku bisa melihat asap hitam di langit yang merupakan energi kotor. Aku dapat melihatnya di mana pun. Aku sadar bahwa mereka sengaja bertemu dengan kami para manusia hanya untuk memperlihatkan kebenaran tentang dunia, lalu meninggalkan penglihatan ini agar mereka selalu teringat dengan memori itu.

Mereka sedikit kejam, karena aku sering terganggu oleh penglihatan aneh ini.

“Hah~ sayang sekali dia sudah pergi! Padahal aku belum memberitahukan namaku. Sebenarnya aku juga ingin bertanya nama aslinya. Tidak mungkin namanya hanya roh alam saja sedangkan ada roh alam yang lainnya juga.”

Sekarang aku selalu terbayang akan perempuan yang melayang di hutan dengan rambut gelombang berwarna putih.

Lucid dreamĀ¹ : Sebuah mimpi ketika seseorang sadar bahwa ia sedang bermimpi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *