Cerpen#200; “HEART CARE”

Hujan beradu dengan sinar matahari mengguyur kota kecil nan indah. Hidup di sana seorang anak yang akan menemukan jati dirinya.

“Ah sialan!” Gerutu seorang anak laki-laki pada game online yang ia mainkan.

“Cowper jangan main gadget terus, main sama teman kamu sana!” Teriak ibunya dari luar pintu kamar.

“Main ama teman nggak seru Ma.” Jawabnya tak peduli, sembari menekan remote TV.

“Berita terkini akan terjadi musim pancaroba atau krisis iklim di kota ini selama 6 bulan ke depan. Jaga kesehatan Anda dan keluarga!”

“Cletak” suara remote TV yang ditekan lagi, ia mematikan TVnya karena bosan dengan berita.

“Apa bagusnya bagiku,” gerutunya. Cowper namanya, dia adalah salah satu anak di dunia yang kurang sosialisasi dan kurang simpati. Bermain gadget adalah aktivitas rutinnya.

Saat di sekolahpun Cowper tidak mau berbaur bersama temanya, ia lebih memilih membaca komik di pojok kelas. Ia berasumsi bahwa permainan mereka seperti anak kecil.

“Hai Cowper mari bermain bersama kami!” Ajak salah seorang temannya.

“Nggak mau main gituan kaya anak kecil.” Jawabnya tak peduli. Sejak saat itu tak ada anak yang mengajak bermain dia lagi, karena takut sia-sia. Cowper selain memiliki sifat yang dingin, ia juga kurang memiliki simpati.

“Sret… bug…” suara orang terjatuh “Aduh sakit kakiku, mungkin terkilir,  hai kamu bisa bantu aku berdiri?” pintanya pada Cowper yang kebetulan lewat di depannya.

“Apa untungnya aku menolongmu?” Jawabnya acuh sambil lalu. Cowper juga bilang jika ia merasa kesusahan ia tak mau dibantu, ia menganggap dirinya bisa sendiri tanpa mereka.

“Anak-anak apakah kalian tahu bumi sedang mengalami krisis iklim yang cukup memprihatinkan, mengapa demikian?” Tanya sang guru pada murid di kelas Cowper.

“Pemanasan global.”

“Efek rumah kaca.”

“Banyaknya polusi dari kendaraan bermotor dan prabik-prabik industri.” suara sahutan murid murid yang antusias.

“Ah.. kenapa harus iklim lagi, tidak di berita, di jalan sekarang di sekolah.” Ungkap Cowper dalam hati.

“Bantu mereka yang tertimpa bencana dengan sedikit rezeki Anda, karena uluran tanganmu berharga bagi mereka!” Ucap seorang relawan korban bencana.

“Menghabisakan uang saja.” Gumamnya di dalam mobil saat ada di perjalanan pulang.

“Cowper bila ada seseorang yang butuh bantuan kita harus menolong jangan bersikap seakan tak peduli.” Nasehat ibunya padanya.

“Apa peduliku.” Jawabnya acuh. “Hari yang menyebalakan, orang-orang yang membosankan, dan nasehat ibu yang tidak menarik sama sekali.” Keluhnya seraya memasuki kamarnya. “Andai saja aku dapat pergi ke dunia di mana tidak ada orang yang meminta bantuanku, tidak ada kata peduli pada orang lain dan tidak ada nasehat ibu yang membosankan.” Hayalnya sambil tiduran di ranjang. “ Atau mungkin pergi ke dunia masa depan dengan teknologinya jadi tidak ada orang yang perlu bantuan orang lain.” Hayalnya kembali. Tak lama matanya terpejam, ia terlelap dalam mimpi indahnya dan di luar angkasa turunkan bintang jatuhnya.

***

Waktu berputar cepat, sinar matahari menembus kaca jendela kamarnya. “Hoah.. sudah pagi ternyata.” Ucapnya sambil menguap. Cowper  berjalan keluar dan betapa terkejutnya dengan apa yang ia lihat “ A..a..apakah ini nyata? Bukan ini mimpikan? “ gumamnya sambil menepuk-nepuk pipinya. Bagaimana tidak terkejut bila sekarang ia dihadapkan dengan kota metropolitan yang terapung di udara dengan hebatnya. “Aduh sakit, berarti ini memang nyata.” Ungkapnya setelah menepuk pipinya.

“Brum..brum..” datang sebuah motor terbang bertuliskan Flymot menghampirinya. “Wah.. amazing.” Ucapnya kagum. Flymot membawa Cowper menuju kota tersebut. Tertulis di gerbang kota tersebut, Cared City 2137. “Wah.. berarti ini dunia masa depan.” Ucapnya penuh kekaguman. Saat memasuki kota, Cowper melihat penduduk yang berbalut dengan teknologi mutahir, semua penduduk hidup berdampingan dengan robot dan alat.

Kini Cowper sampai di pusat kota, ia melihat bangunan megah nan canggih. “Apakah itu sebuah istana?” Tanyanya penasaran. Flymot mendarat di depan bangunan tersebut. Cowper turun dan mendekati bangunan tersebut. Terukir indah sebuah tulisan, Heart Care (Jantung Kota Cared City). Di atas bangunan tersebut terdapat awan dan matahari buatan utuk pengatur iklim di kota ini dengan sumber energi yang tersalur yang disebut dengan Iklim e-bot. Di samping bangunan juga tersambung sebuah saluran, yang konon katanya untuk menyambung energi untuk sang jantug kota. Energi tersebut adalah economic, education, love and technology. Tanpa 4 elemen tersebut Cared City akan musnah serta kota ini akan menglami krisis iklim yang hebat.

Cowper meneruskan perjalanan, Flymot mengantarnya sampai ke sebuah Techno Home ( sebutan rumah di sana),” Keren..” ucapnya sambil masuk Tecno Home. Hari-hari berlalu, Cowper menikmati kehidupan yang ia damba-dambakan selama ini, ia juga mulai terbiasa dengan aktivitas kota ini. Mulai dari berbelanja dengan Robo Market, bersekolah dengan guru hologram yang muncul dari gadget, para pemuda yang menjalin asmara dengan progam Apk Love 0.3, di mana teknologi ini mengirimkan signal pada gadget bahwa ada seseorang yang mencintaimu, serta teknologi termutahir di kota ini adalah mesin pengatur iklim yang berada di jantung kota.

“Tet…tet..tet” bunyi signal darurat, seluruh penduduk berhamburan memasuki Techno Home.

“Ada apa ini? apa ada angin topan yang menerjang?” tanya Cowper tak paham.

“Bukan, energi Heart Care melemah itulah sebabnya.” Di Techno Markas, para tetua berdiskusi mencari solusi melemahnya Heart Care.

“Bagaimana ini Heart Care mulai melemah, teknologi yang kita buat sudah tidak berpengaruh lagi.” Keluh Economic Mayor. “Iklim di kota pun mulai tidak beraturan, dalam sehari bisa mengalami 4 iklim. Bukankah ini gila?”

“Benar, apakah kita perlu memperbarui teknologi yang lama?” Timpal Love Mayor.

“Hmm.. mungkin saat ini itulah cara yang terbaik. Baiklah kalian siapkan energy dan mulai modifikasi alat untuk Heart Care.” perintah sang President Cared.

Selang beberapa waktu akhirnya penemuan teknologi baru selesai. President Cared mengumumkan di Virtual Lay City. “Technology ini disebut Techno Magic Econo, kalian hanya hanya perlu mengambil sesuatu dari gambar yang tersedia di gadget.” “Sedangkan ini disebut Holo School, di mana kalian para murid dapat bersekolah seperti biasa tapi kalian hanya berwujud Hologram.” “Dan ini penemuan yang terakhir yakni, Love Technometer, cocok bagi kalian yang sibuk dengan pekerjaan namun bisa menjalin hubungan menggunakan game ini. Di game ini kalian akan merasakan semua proses hubungan hingga menuju Married level dan saat itulah kau dapat bertemu kekasihmu.” Jelas President Cared.

“Waow.. hebat..” Puji penduduk kota disertai tepuk tangan meriah.

“Serta kita telah memperbaiki mesin pengatur iklim kota kita, sehingga kita dapat melakukan aktivitas sehar-hari dengan tenang dan nyaman kembali.” Timpal President Cared.

Heart Care kembali berfungsi, Iklim E-bot menjalankan sistemnya dan kini Cared City sudah aman. Sedangakan, Cowper  berjalan jalan menuju Library Techno dengan Flymot.

“Wah bukunya banyak sekali, aku bingung mau pilih yang mana.” ungkap Cowper bingung. Cowper tetep mencari buku yang cocok hingga ia menemukan buku usang bertuliskan History of Cared City. “Kelihatannya menarik, ini saja ah.” Di buku ini dikisahkan bahwa kota ini awal mulanya dibangun oleh para leluhur dengan hati yang tulus, namun semenjak datang teknologi dari dunia luar, kota ini kehilangan jati dirinya. Heart Care yang semula berenergi dari hati yang tulus berubah menggunakan energi alat dan teknologi. Dan penduduknya menjadi pribadi yang individu serta kurang sosialisasi dan keadaan kota ini berubah dasyat, iklim yang semula baik-baik saja menjadi tak beraturan akibat banyaknya asap kendaraan, efek rumah kaca, dan pohon yang entah lenyap ke mana. Hingga akhirnya para ilmuan membuat alat untuk mengatur iklim kota ini. “Apakah benar seperti itu?” geming Cowper dalam hati. Setelah selesai membaca buku, Cowper pergi dan berjalan-jalan di taman namun tiba-tiba “Bruk..” Flymot yang ia naiki terjatuh, namun anehnya para penduduk tak ada yang berinisiatif membantunya mereka hanya melihat dan berlalu. “Inikah yang dimaksud buku tadi, ternyata  benar kota ini kehilangan jati dirinya, aku rindu dengan duniaku.” Sesalnya dengan termenung.

Langit kota tiba-tiba kehilangan sinar suryanya. Terdengar suara yang mungkin membuat penduduk kota bersembunyi di dalam Tecno Home.

“Tet…tet..tet.. “ Suara bel kota terdengar lagi penduduk mulai berhamburan memasuki rumah mereka.

“Ada apa lagi ini, apakah Heart Care melemah lagi?” Tanyanya setelah tersadar dari lamunannya.

“Perhatian untuk warga Cared City, kota kita di ambang kemusnahan, Heart Care mulai kehilangan energinya lagi, iklim di kota ini tak beraturan. Tapi kami akan menemukan solusi dari masalah ini. Tetaplah tenang dan tetap di rumah saja.” himbau President Cared pada penduduk di Virtual Lay City.

“Bagaimana ini alat yang kita perbaruipun sudah tidak berpengaruh lagi?” keluh Techno Mayor.

“Benar para penduduk sudah melalaikan alat yang kita buat.” Timpal Educa Mayor “Apakah kita perlu membuat sistem keamanan agar tak ada yang lalai?” Tanya Econo Mayor. President Cared mondar-mandir berpikir, lalu tiba-tiba

”Bruk..” suara gebrakan meja membuat semua yang berada di Techno Marcas terkejut. “Usulan dari Econo Mayor mungkin lebih baik.” Ucapnya penuh keyakinan.

Cowper yang sedari tadi menyaksikan Virtual Lay City sedikit geram, karena ia tahu solusi yang tepat bukan ini.

“Apa mereka lupa apa yang telah dilakukan oleh leluhur mereka?” Ucapnya sambil berlari melewati runtuhan kota yang diselimuti awan mendung yang berpadu dengan panasnya sinar matahari. Cowper menuju Tecno Marcas dan lansung mengambil alih pembicaraan.

“Hai warga Cared City, apakah kalian lupa siapa jati diri kalian yang sebenarnya. Heart Care butuh energi dari hati yang tulus bukan dari alat atau teknologi yang kalian buat, dengan begitu Heart Care…” belum selesai Cowper berbicara suara runtuhan kota mulai terdengar, petir-petir bersahutan di tengah panasnya udara, para penduduk mulai bingung mereka berteriak ketakutan

“Tenang warga Cared City kita hanya perlu bersatu dan tolong mereka yang sedang ketakutan genggam erat tangan mereka dengan hati yang tulus.” Lanjutnya pada Warga Cared City. Wargapun menuruti perkataan  Cowper dan tiba tiba cahaya terang menyebar ke seluruh Cared City, Heart Care berfungsi lagi, Iklim E-bot yang mereka buat berjalan normal, Cared City terselamatkan, semua penduduk bahagia.

“Warga Cared City kita telah lolos dari musanhnya kota, Heart Care terselamatkan, serta kota kita terhindar dari krisis iklim dan semua ini berkat jasa seseorang yang hebat yakni Cowper pahlawan kota kita, tanpanya mungkin kita tak akan ingat siapa jati diri kita. Beri penghormatan setinggi-tingginya padanya.” Ucap President Cared disambung tepuk tangan meriah penduduk kota. “Dan sebagai ucapan terima kasih kami memberimu Lencana Metro Hero.” Timpal Econo Mayor seraya menyematkan lencana tersebut pada Cowper.

”Terima kasih semuanya.” Ucapnya penuh hormat di Virtual Lay City. Kini Cared City menemukan kekuatan sesengguhnya, Cared City akan menjadi kota yang maju nan canggih dengan hati yang tulus.

***

“Aduh sakit..” Keluh Cowper sembari memegangi punggungnya yang terbentur lantai.

“ Hah inikan di rumah, lantas di mana flymot, Cared City di mana semuanya?” tanyanya penuh heran. “Tetapi mengapa di bajuku masih tersemat lencana ini. Aku ini bermimpi atau benar-benar nyata?” tanyanya pada dirinya sendiri sembari memandang titik-titik air yang keluar dari gumpalan awan hitam.

Setelah kejadian aneh tersebut, Cowper mendapat pelajaran berharga, semenjak saat itu Cowper menjadi pribadi yang ramah dan mempunyai hati yang tulus. Ia kini lebih ringan tangan, ia menjadi relawan anti krisis iklim.

“Ayo mari kurangi penggunaan kendaraan bermotor, bantu kami mereboisasi hutan karena 1 pohon yang kau tanam, berguna bagi 1.000 orang.” Ajaknya pada masyarakat. Cowper tak ingin bumi yang ia cintai rusak dengan cepat karena ulah para penghuni bumi sendiri.

 Lalu bagaimana dengan kehidupan masa depan, kota metrpolitan, semua alat dan teknologi mutahir, iklim yang dibuat dengan teknologi, apakah itu benar-benar nyata? Untuk semua itu biarkan jadi RAHASIA.

THE END

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *