Cerpen #214; “GENERASI MASA MENDATANG”

Adzan subuh pagi ini terdengar sayup-sayup di dalam kamarku. Aku mulai membuka mata dan bangun dari tidurku. Tak lupa kubaca doa bangun  tidur dan mulai kurapikan tempat tidurku. Sejurus kemudian aku segera bergegas mengambil air wudhu. Selesai wudhu aku pun segera melangkahkan kaki menuju mushola di dekat tempat tinggalku. Sholat shubuh pun telah usai. Aku kembali ke rumah untuk menyiapkan perlengkapan sekolahku. Waktu sudah menunjukan pukul 05.30 WIB. Ibu pun sudah mulai sibuk untuk mengingatkan agar aku segera mandi. Setengah jam berlalu, waktu sudah bergeser dan sudah menunjukan pukul 06.00 WIB. Aku sudah selesai mandi dan sudah berseragam lengkap. Tiba-tiba saja ibu mengejutkanku.

“Raraa…. Segera sarapan nak.” Ucap Ibu.

 Aku menoleh kearah ibu dan menjawabnya dengan singkat.

“Baik Bu, sebentar lagi.”

” Jangan lama-lama, nanti kau terlambat.” Sahut Ibu kembali.

Sejurus kemudian aku pun menuju meja makan didekat dapur. Hidangan pagi ini adalah menu sarapan yang aku request kepada Ibu beberapa hari yang lalu. Yaa… request menu nasi goreng udang. Aku sangat menyukai menu ini. Karena sedari aku kecil aku sangat suka hidangan laut. Lima belas menit kemudian sarapanku telah habis. Menu nasi goreng ini telah habis tak tersisa apapun di piringku. Lalu segera kuminum susu yang sudah disiapkan Ibu dan mengahabiskannya. Sarapanku sudah selesai. Piring dan gelasnya kubereskan dan kucuci di dapur. Setelah itu aku mengambil tas sekolah yang ada di kamarku. Aku kemudian kembali lagi ke dapur dan menghampiri Ibu yang masih menyelesaikan beberapa menu masakan yang belum matang.

“Ibu, aku pamit.” Ucapku yang sempat megejutkan beliau.

“Iya Nak, hati-hati dijalan, sekolahlah dengan rajin, perhatikan ketika gurumu sedang menjelaskan pelajaran dan dengarkan dengan baik agar kamu menjadi anak yang pandai.” Ucap Ibu ketika kuraih tangannya dan kucium.

Akupun mulai keluar menuju pagar dan meninggalkan rumah, lalu berjalan kaki menuju sekolah.  Yaa… aku setiap hari selalu berjalan kaki karena jarak antara rumah dengan sekolahku tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Biasanya aku menempuhnya sekitar lima sampai sepuluh menit.

Kini aku sudah tiba disekolah tempatku menimba ilmu. Kulihat jam dinding besar disudut ruang guru. Waktu masih menunjukan pukul 06.40 WIB, itu menandakan masih ada sisa waktu sekitar dua puluh menit sebelum bel sekolah berbunyi. Tiba-tiba mataku tertuju pada sahabatku bernama Nana. Kulihat ia sedang sibuk dengan buku yang dibacanya. Akupun menghapirinya dan bertanya.

“Hai Nana, pagi.” Sapaku

“Hai Raa… pagi juga.” Jawabnya

“Buku apa yang sedang kau baca?” Tanyaku

“Ohh… ini buku IPS Ra. Aku sedang membaca tentang perubahan iklim yang sedang terjadi di Negara kita, Indonesia dan seluruh belahan Dunia.” Ucap Nana kepadaku.

Aku mulai penasaran dan mulai tertarik dengan pembahasan yang disampaikan Nana. Akupun bertanya lagi kepadanya.

“Perubahan iklim apa Na, yang kamu maksud?” Tanyaku

“Ya perubahan iklim yang terjadi sekarang ini Ra.” jawabnya

“Bisa kah kau memberitahu atau sedikit saja menjelaskan kepadaku tentang pengertian perubahan iklim?” Sahutku yang makin penasaran

“Tentu bisa dong Ra. Dari buku yang kubaca ini pengertian dari perubahan iklim adalah perubahan yang sangat signifikan kepada iklim, suhu udara dan curah hujan yang dimulai dari dasawarsa hingga jutaan tahun. Biasanya Ra, perubahan iklim ini terjadi karena adanya peningkatan konsentrasi gas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang ada di atmosfir yang menyebabkan efek gas rumah kaca. Apakah kau sudah mengerti dengan apa yang kujelaskan?” Tanya Nana kepadaku

“Iya Na, aku memahaminya.” Jawabku

“Baiklah. Kalau masih ada yang ingin kau tanyakan atau ada hal yang masih membuatmu penasaran nanti di jam istirahat kita bahas kembali.”

“ Okeeyy.” Sahutku sembari mengacungkan jempol kearahnya.

Ia pun mengangguk dan tak terasa tiba-tiba bel sekolah berbunyi. Itu berarti menunjukan bahwa sudah saatnya untuk masuk ke kelas masing-masing.

Pelajaran demi pelajaran telah usai. Waktu sudah menunjukan pukul 12.00 WIB. Bel sekolah pun berbunyi, itu pertanda saatnya kami semua kembali pulang kerumah masing-masing. Akupun sengaja menunggu Nana di taman sekolah. Niatku tak lain masih ingin bertanya banyak hal tentang pembahasan kami tadi pagi yaitu perubahan iklim yang terjadi di Indonesia dan diseluruh belahan dunia. Lima menit berlalu, akupun mendapati sosok yang sedang aku tunggu. Ya… Nana mulai nampak berjalan menuju taman sekolah. Aku pun melambaikan tangan padanya. Ia pun melihatku dan menganggukan kepalanya. Ia segera menghampiriku.

“Na, apakah aku sekarang boleh pulang bersamamu?” Tanyaku

“Tentu saja Ra. Sangat boleh.” Ujar Nana sembari tersenyum kepadaku.

“Kita berjalan bersama ya, aku masih ingin mengetahui tentang pelajaran IPS yang kamu pelajari tadi pagi.” Ucapku yang masih dipenuhi dengan banyak tanda Tanya dan rasa penasaran.

“Ok. Apa yang masih ingin kau tanyakan padaku, Ra? Tentang penyebab-penyebab terjadinya perubahan iklim kah?” Jawabnya

“Iya tentu saja. Aku sangat tertarik. Bisakah kau menjelaskan sedikit saja kepadaku?” Pintaku.

“Seperti yang aku baca tadi pagi, seingatku perubahan iklim ini terjadi karena terjadi peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang ada di atmosfir yang dapat menyebabkan efek gas rumah kaca.” Jelasnya yang semakin membuatku penasaran.

“Apakah ada dampak yang terjadi dari perubahan iklim ini?” Aku pun kembali bertanya padanya.

“Tentu saja.” Jawab Nana singkat.

“Bolehkan aku memintamu untuk menjelaskannya lagi? Aku sangat tertarik sekali dengan pembahasan ini.” Pintaku lagi.

“Tentu boleh.” Jawabnya tersenyum.

“Dampak dari perubahan iklim ini akan mengakibatkan perubahan habitat, seperti pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai. Karena perubahan iklim akan membawa perubahan besar pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman dan berbagai organisme lain.” Jelas Nana dengan panjang lebar dan penuh semangat.

Akupun semakin penasaran. Semakin ia banyak menjelaskan, semakin banyak pula pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalaku. Aku tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Kulontarkan lagi pertanyaan-pertanyaanku padanya.

“Apakah kau juga mengetahui dampak dan pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan manusia?” Tanyaku penasaran

“Setahuku dampak yang akan terjadi adalah cuaca panas yang sangat berlebihan sehingga dapat memicu terjadinya peyakit jantung. Selain itu terjadi cuaca dingin yang sangat ekstrim yang bisa menyebabkan daya imun menurun.” Jawab Nana.

“Apakah masih ada dampak yang lainnya, Na?” Tanyaku.

“Satu yang masih aku ingat, perubahan iklim ini juga bisa mempercepat tumbuhnya penyakit yang berhubungan dengan air. Karena semakin tinggi curah hujan maka dapat mengancam suplai air bersih dan meningkatkan resiko penyakit seperti dehidrasi akut dan diare. Masalah lainnya adalah adanya kontaminasi industrial yang juga mempengaruhi kualitas air. Apakah kau bisa memahami penjelasanku Ra?” Ujar Nana.

“Yaa… yaa… aku bisa memahaminya.”

“Jika masih ada yang ingin kau pertanyakan dan aku bisa menjawabnya aku siap menjelaskannya kepadamu.” Kata Nana.

“ Hehe..baik Naa… siap. Sepertinya masih ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin kusampaikan padamu.” Jawabku sambil menyengir.

Tak terasa akupun tiba dipersimpangan jalan dekat rumah. Aku memberi isyarat pada Nana untuk berpisah di tempat ini, karena memang rumahku dan rumahnya berbeda arah. Aku berpamitan sembari berjabat tangan padanya. Tak lupa kuucapkan terimakasih padanya.

Kini aku sudah tiba didepan rumah. Kubuka pintu dan kuucap salam. Dari dalam rumah kudengar suara ibu menjawab salamku.

“Segera bersihkan diri, ambil wudhu lalu sholat!” Kata Ibu.

“Iya Bu…” Jawabku.

“Setelah sholat langsung  makan. Ibu sudah memasak sayur sop kesukaanmu.” Ucap ibu diiringi dengan senyumnya yang manis.

Aku bergegas menuju kamar. Membersihkan diri, mengambil air wudhu, dan kemudian sholat. Aku melakukan semua yang tadi diucapkan oleh Ibu. Sesaat kemudian aku menuju meja makan untuk makan siang. Ketika aku makan, aku masih terngiang-ngiang tentang pelajaran IPS yang tadi aku bahas bersama Nana. Tiba-tiba saja Ibu mengejutkanku dengan pertanyaannya.

“Apakah makanan yang ibu masak tidak enak ataukah kamu sedang memikirkan sesuatu?”

Aku menjawabnya dengan sigap “Tidak Bu, aku hanya penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak tentang perubahan iklim.”

Ibu lalu bertanya, “Dari mana kau bisa mengetahui tentang perubahan iklim? Apakah kau membaca artikel ataukah pelajaranmu hari ini disekolah?”

“Tidak Bu, aku tidak membaca artikel. Aku mengetahui perubahan iklim ini dari Nana, karena hari ini ia mempelajari tentang hal itu.” Jawabku pada Ibu.

“Ohh baiklah. Jika memang masih banyak yang menjadikanmu penasaran dan ingin kau tanyakan pada Nana, Ibu mengizinkanmu kerumahnya untuk bertanya dan bermain bersamanya.” Kata Ibu .

“Benarkah ibu kau mengizinkanku untuk pergi kerumah Nana?”

“Iya tentu saja kenapa tidak, tapi dengan syarat kau harus menghabiskan makananmu terlebih dahulu.” Ucap Ibu.

Aku segera menghabiskan makananku. Setelah habis kubereskan piringku, lalu kucuci. Akupun menghampiri ibu. “Ibu bolehkah aku berangkat sekarang kerumah Nana?”

“Apakah makan siangmu sudah habis?” Tanya Ibu padauk.

“Sudah Bu. Sudah kubereskan dan piringnya pun sudah kucuci bersih.”

“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang kerumah Nana.” Kata Ibu.

Aku segera bergegas menuju rumah Nana. Lima belas menit kemudian aku tiba didepan rumahnya. Kuketuk pintu dan kuucap salam.

“Assalamualaikum Nana…” Kuketuk pintu rumahnya.

“Waalaikumsalam.” Jawabnya dari dalam rumah.

Iapun membuka pintu dan tersenyum padaku.

“Apakah kau sedang sibuk?”

“Tidak Ra, aku baru saja ingin membaca buku pelajaran IPS yang tadi.”

“Apakah kau ingin membaca tentang perubahan iklim yang kita bahas tadi pagi?” Tanyaku.

“Iya, betul sekali.”

“Apakah kau ingin mengobrol diruang tamu ini Ra? ataukah kita ke taman saja?”

“Hmmm… bagaimana kalau kita ke taman saja?” Ucapku.

“Baiklah kita berangkat sekarang.”

Kamipun sudah tiba ditaman. Aku memulai percakapan dan mulai bertanya.

“Naa.. setelah tadi kau jelaskan padaku tentang efek dan dampak tentang perubahan iklim, Apa yang bisa kita lakukan sebagai generasi di masa mendatang?”

“Banyak sekali Ra… contohnya seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kita bisa menggunakan angkutan umum saja. Selain itu kita bisa menghemat energi listrik ketika tidak digunakan. Kita juga bisa beralih menjadi vegetarian dan mengurangi konsumsi daging.”

“Apakah ada hal yang lainnya?” Tanyaku bersemangat.

“Ya… tentu saja ada. Kita harus lebih menghemat penggunaan air. Gunakan air sesuai dengan kebutuhan dan jika perlu kita harus bisa mendaur ulang air tersebut.” Jelas Nana padaku

“Selain itu kita harus bisa mendaur ulang sampah-sampah plastik, dan mengurangi penggunaan CO2.” Sambung Nana yang melanjutkan penjelasannya.”

 “Apakah kau bisa memahami penjelasanku Raa…?” Tanya Nana yang mengejutkanku

“Yaa… aku paham Naa… itu berarti kesimpulannya yang bisa kita lakukan sebagai generasi di masa mendatang adalah kita harus bisa menjaga lingkungan di sekitar kita, agar dapat mengurangi perubahan iklim yang sedang terjadi.“ Ucapku pada Nana.

Nana pun tersenyum padaku. Penjelasan yang ia berikan padaku sudah membuatku puas. Kamipun segera bergegas pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *