Cerpen #213; “INI ALAMKU”

Pagi itu, hutan terlihat segar dan rindang. Burung-burung menyambut indahnya pagi. Embun di pagi hari menambah kesejukan alam. Di sisi lain, tampak 5 orang anak tengah bermain dengan gembiranya. Mereka bermain mengejar indahnya kupu-kupu yang terbang dengan cantiknya dan juga tampak riang saat melihat kelinci-kelinci yang berlarian. Mereka tampak senang menikmati indahnya pemandangan alam hutan.

Mereka adalah anak-anak yang tinggal di desa sekitar hutan. Mereka bernama Ara, Sinta, Aini, Arfan dan Edo yang bersahabat sejak kecil. Mereka sangat menyayangi hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Sejak dulu kelima anak tersebut selalu pergi ke hutan untuk bermain bersama.

Namun pada suatu hari terjadi penggundulan hutan dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa. Berbagai bencana alam pun mulai banyak terjadi karena hal itu. Salah satunya adalah banjir. Ara, Sinta, Aini, Arfan dan Edo pun mulai bersedih. Mereka semua tak ingin kehilangan hutan sebagai tempat bermain dan belajar. Seiring perubahan waktu, terjadi pula perubahan terhadap kondisi cuaca yang semakin panas. Mereka mulai berunding untuk menyelamatkan hutan agar tidak rusak parah.

“Temen-temen apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan- kerusakan di hutan kita?” Kata Arfan.

“Iya nih, orang-orang itu kini suka menebangi pohon sembarangan di hutan dan mereka jadi merusak habitat hewan-hewan di hutan kita ini. Kan kasihan si Unyu kelinciku.” Sambung Sinta.

“Iya juga ya, kan kasihan si  kelinci putih itu. Habitatnya jadi terganggu. Tapi bukan si kelinci putih aja, masih banyak hewan lain yang terganggu.” Kata Aara.

“Emm temen-temen gimana kalo kita melakukan penghijauan hutan dan kita sadarkan orang-orang itu akan bahayanya menebang pohon sembarangan?” Tanya Aini.

“Haa penghijauan hutan??” Tanya Arfan.

“Iya, penghijauan hutan itu merupakan penanaman pohon di tanah yang gundul atau tandus.” Ucap Edo.

“Wahh iya, bener juga si Edo kita bisa melakukan penghijauan hutan. Nah, jadi dengan ini kita bisa tetap menjaga hutan kita dari kerusakan.” Kata Aini.

“Ya, kita sadarkan orang-orang yang tak bertanggungjawab itu akan bahayanya menebang pohon sembarangan di hutan.” Kata mereka kompak.

Sejak saat itu mereka sering mempelopori kegiatan yang bertujuan untuk memelihara alam, seperti berkampanye untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu kini hutan mereka sedikit demi sedikit mulai kembali menjadi seperti dulu lagi. Ketika hutan rindang dan burung-burung berkicau, sejuknya udara di pagi hari dan pemandangan alam di hutan yang mulai kembali mengisi keindahan.

Mereka berlima pun bertekad membangun generasi masa depan yang baik dan mencoba untuk saling mengingatkan supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang .Mereka semua tidak ingin lagi mengalami hal yang sudah pernah terjadi. Ketika banjir datang, rumah-rumah desa terganggu dan ketika kemarau kebakaran hutan juga menyebabkan kerusakan dan bahaya kesehatan bagi penduduk sekitar. Untuk itu mereka selalu menjaga kelestarian hutan dengan tidak menebang pohon sembarangan dan melakukan penghijauan hutan.

Generasi masa depan harus bisa menjadi lebih baik menjaga alam ini, karena itu kita harus memulainya dari masa kini untuk mengajarkan kepada generasi penerus kita betapa pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan alam. Hutan merupakan paru-paru dunia yang harus senantiasa kita jaga. Seperti yang dilakukan oleh Ara, Aini, Sinta, Arfan dan Edo dalam upayanya melestarikan lingkungan hutan mereka agar tidak rusak. Karena ini adalah warisan untuk generasi penerus kita nanti yang tak ternilai harganya.  

11 thoughts on “Cerpen #213; “INI ALAMKU”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *