Cerpen #202; “Bumi 100 Tahun Mendatang”

 “Aku adalah makhluk dari planet lain, Bumi adalah sahabatku. Kalian mungkin tidak akan percaya ini, tapi tolong jagalah Bumi kalian dari energi kotor, dari apapun yang dapat merusak tempat tinggal kalian.”

   “HUFT..rontok lagi.” Keluh bumi makhluk bertubuh bulat dengan warna tubuh bercorak hiaju dan biru sambil menyisir rambutnya yang semakin menipis. Kini, ia berusia 100 tahun. Sambil mengecek handphonenya “Tidak ada notifikasi apapun, apa mereka lupa?” gumamnya dengan wajah sedih.

                                                                   @@@

    Bumi sampai di Kampus. Ia bertemu Bulan, makhluk bebentuk bulat namun sangat tipis dan tingginya 170 cm yang sedang asyik menikmati es krimnya. “Apa kau tidak merasa aneh pagi-pagi begini makan es krim?” tanya bumi heran

“Tidak, memang kenapa?” tanya bulan balik. Bumi hanya menggelengkan kepalanya.

   “Bulaaaaannnnn.” Teriak Venus, makhluk yang memiliki ukuran tubuh seperti Bumi namun ia lebih terang karena pantulan dari cahaya matahari.

“Kau membuatku terkejut.”

“Izinkan aku berbicara denganmu. Kumohooon.” Pintanya, wajahnya sengaja dibuat memelas.

“Baiklah, katakan saja.” Ujar Bulan

Venus lalu menarik tangan Bulan dan meninggalkan Bumi sendirian mematung melihat dua makhluk yang wujudnya semakin jauh.

                                                                       @@@

    “Sepertinya aku harus kontrol ke Dokter lagi.” Gumam Bumi dalam lamunannya

Ia lalu berdiri dari bangkunya, lalu meninggalkan Kelas. Padahal 5 menit lagi kelasnya dimulai. Tapi, ia sudah tidak kuat kepalanya terus berdenyut dan badannya sangat lemas.

    Bumi sampai di Rumah Sakit dan menceritakan keluhannya pada Dokter. Ia lalu diperiksa, dokter menyarankan agar dia dirawat di IGD untuk beberapa hari.

                                                                       @@@

    Sementara itu, Venus dan Bulan sibuk mempersiapkan kejutan untuk Bumi di Rumah. Mereka masuk melalui jendela dapur, kalau Bumi tau ia pasti sudah marah besar.

“Kuenya sudah datang, nus.” Ucap Bulan dengan senyuman khasnya

“Sekarang, kita tunggu Bumi datang.” Ujar Venus merangkul Bulan “Ia pasti senang kan?”

“Tentu saja.” Ucap bulan lalu meletakkan kue itu di atas meja

   2 jam berlalu. “Kenapa dia belum muncul juga?” Ujar Venus mulai kesal, ia bahkan sampai ketiduran. “Dia selalu seperti ini.” Lanjutnya

Bulan hanya bisa terdiam, ia mulai khawatir. Ia terus menelepon Bumi tapi nomornya tidak aktif.

DING DOONGGG

“Selamat Ulang Tahun yang ke 100 Bumi.” Ujar Venus dan Bulan bersamaan sambil membawa kue dan suara kerasnya terompet.

“Mohon maaf, kalian keluarganya Bumi?” ujar makhluk berbentuk bulat berwarna hitam pekat sambil menunjukkan gigi putihnya.

Venus dan Bulan terkejut bukan main “Anda siapa?” tanya venus

“Saya utusan dari Rumah Sakit. Bumi dirawat di IGD, kondisinya sangat kritis.”

Bulan yang tidak percaya, tanpa sengaja kue jatuh dari tangannya. Ia berlari mencari taksi diikuti Venus “terimakasih informasinya, Pak.” Ujar Venus melambaikan tangan dari kaca taksi

                                                              @@@

      “Sepertinya makhluk dalam tubuhku sedang mengalami krisis.” Ucap Bumi

“Woy, kok ngelamun.” Ujar Venus dengan secangkir kopi panas

“Kebiasaan” Ujar Bulan lalu mengambil kopi panas yang dibawa Venus

Setelah meneguk kopi panasnya, ia lari terburu-buru menuju ruangan dokter. Venus hanya menatapnya heran.

“Dok, tolong berikan ramuan itu sekarang juga.” Paksa Bulan

“Kamu yakin?” Ujar Dokter meyakinkan

Bulan hanya mengangguk meyakinkan

     Lalu Dokter memberikan minuman yang berisi ramuan itu kepada Bulan dan Venus.

“Minuman apa ini?” Tanya Venus kebingungan

“Sudah ikuti saja.” Ujar Bulan

Setelah itu tubuh mereka menjadi sangat kecil, dokter mengambil tubuh mereka lalu membawa mereka ke bagian kepala Bumi “Ingat hanya 24 jam” Ujar Dokter. Mereka hanya mengangguk paham.

Bau busuk sangat tidak tertahankan. Tubuh mereka basah kunyup menjadi hitam pekat karena air sungai, mereka bergegas mencari air bersih.

“Dimana kita?” Tanya Venus. Ia hanya bisa membaca alamat toko Jakarta-Indonesia

“Sangat menyedihkan sungainya tercemar.” Ujar Bulan

     Mereka harus berhati-hati agar tidak diinjak makhluk raksasa ini. Kalau tidak mereka bisa mati disini. Mereka mencari tempat berteduh di pinggir toko. Bulan lalu mengeluarkan tab dan mencari informasi yang sedang terjadi di area kepala Bumi ini. Dokter  bilang tab itu hanya bisa diakses disini bukan di lapisan mereka.

“Ada apa ini?” tanya venus melihat makhluk-makhluk ini berlarian menuju Toko. Mereka membeli banyak sekali air minum. Bulan dan Venus masih tidak mengerti dan saling menatap kebingungan.

“Breaking news hari ini, negeri ini sedang mengalami krisis iklim. Menjelang momentum 92 tahun Sumpah Pamuda dan COP26 Glasgo, Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah melakukan survei yang menyasar responden anak muda berusia 17-35 tahun. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Mutadi menyampaikan, responden yang terdiri dari kaum muda ini menganggap bahwa fenomena perubahan iklim semakin mengkhawatirkan. Hasil survei juga mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi perubahan iklim di Indonesia, yaitu penggundulan hutan (deforestasi) sebagai faktor terbesar.

Tidak hanya itu emisi gas rumah kaca seperti gas buang sektor transportasi dan PLTU batu bara serta pertambangan termasuk dalam 10 besar penyebab perubahan iklim.”

    Para makhluk aneh ini mulai berbicara satu sama lain, membuat kebisingan. Tiba-tiba, tubuh Bulan dan Venus berubah menjadi semula. Beberapa saat kemudian orang-orang disekitar mereka berteriak,

“AAAA Monster!” mendengar teriakan itu, yang lainnya ikut berteriak sehingga mengundang perhatian pengguna jalan. Venus yang ketakutan, bersembunyi dibalik tubuh tinggi Bulan.

“Apa yang terjadi? Kalian takut padaku?” tanyanya polos “Tolong..toloonggg dengarkan aku sebentar.”

     Semua orang mulai terdiam dan mendengarkan Bulan “Aku adalah makhluk dari planet lain, Bumi adalah sahabatku. Kalian mungkin tidak akan percaya ini, tapi tolong jagalah Bumi kalian dari energi kotor, dari apapun yang dapat merusak tempat tinggal kalian.” Ia menghela napas dalam-dalam “jangan rusak dengan keangkuhan kalian, Bumi telah berusia 100 tahun. Sebentar lagi dia akan mati, jikalau kalian tidak menjaganya. Dia sudah tidak kuat menanggung keserakahan kalian. Tapi lihat dia tetap bertahan agar kalian tetap hidup, jadi kumohon perbaiki semuanya sebelum terlambat.”

Venus yang sedari dari bersembunyi di belakang tubuh Bulan sangat terharu hingga meneteskan air mata, seakan-akan ia berkata kamu hebat. Tanpa disadari salah satu dari makhluk aneh itu menelepon petugas setempat.

      Para makhluk berjubah coklat aneh itu berjalan menuju arah Bulan dan Venus. Jumlah mereka sangat banyak. Tanpa berpikir lagi, Bulan membuka tab lalu memilih menu untuk dengan tulisan back. Sebelum, menekan tombol itu ia sempat sekali untuk tersenyum tanda ia akan pergi.

“Bersiaplah.” Ucap Bulan memegang erat Venus

                                                                 @@@

      Mereka kembali dengan selamat, dan senang melihat Bumi sudah siuman. Dokter bilang ini seperti keajaiban semenjak 12 jam yang lalu.

Bulan dan Venus menatap satu sama lain “12 jam?” padahal mereka hanya menghabiskan waktu 2 jam lamannya.

“Selamat Ulang Tahun Bumi.” Ucap bulan sambil membawa kue dan hadiah

“100 tahun.” Ujar Venus

Mereka berpelukan dan hidup dengan damai menjalankan tugas mereka masing-masing sebagai perintah Tuhan. Makhluk di lapisan atas, yang panasnya membuat mereka tua dimakan waktu, tanpa secuil penghargaan.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *