Cerpen #201; “1 ABAD UNTUK PEDULI WALAU NETRA TAK PERNAH MELIHAT”

“Apa kau tak sanggup melaksanakan tugasmu sendiri?” Tanya Awan Manna.

’’Sebenarnya,dari dulu aku tidak begitu mengerti bagaimana cara menjaga bumi, padahal itu adalah tugasku. Jadi intinya sekarang aku butuh bantuanmu!” Jawab roh Eart sedikit malu.

’’Apa? yang benar saja kau. Kalau soal membantumu, itu aku bisa saja. Aku bisa mendatangkan IPTEK dari masa depan. Tapi aku tidak tahu benda itu berpengaruh pada bumi atau tidak, dan itu tidak abadi. Ada masa di mana benda itu akan musnah. Masa di mana IPTEK telah berkembang pesat.Yaa….sekitar 101 tahun lagi. ”Jawab Awan Manna menghela  nafas.

”Apa saja tawaranmu aku akan menerimanya. Aku harus mulai mengerjakan tugasku sebelum semua terlambat!” Seru Roh Earth penuh harapan.

’’Kau ingin apa? Aku melihat robot, aplikasi Mod, elektro transport, dan sebuah mesin dari masa depan. Tapi aku tidak tahu kegunaan masing-masing alat itu.

“Emm….Baiklah aku ambil mesin ini saja untukmu. Semoga dapat membantu bumimu. Dan jangan lupa, manfaatkan waktumu. Ingat hanya 101 tahun!” Solusi awan Manna, setelah itu ia menghilang karena hujan sudah mereda dan Awan Salwa pun datang.

“Sekarang sedang terjadi perubahan iklim dari penghujan ke panas, pasti Awan Manna sulit ditemui karena ia hanya keluar jika terjadi hujan. Mungkin ia akan muncul seminggu lagi!” ungkap Awan Salwa pada Roh Eart.

”Lalu bagaimana dengan mesin ini? Aku tidak tahu cara menggunakannya. Ada dua tombol yang terlihat. Jadi aku harus tekan yang mana? Apa kau tahu? Bukannya kau saudaranya!” Tanya Roh Earth. Awan Salwa adalah awan yang tidak bisa apa-apa, ia hanya bisa melihat bumi dari kejauhan, ketika tidak sedang hujan. Tetapi ia sangat sombong, ia tidak ingin diremehkan oleh siapapun.

”Sebelum kuberitahu, kamu harus berjanji untuk tutup mulut, jangan beritahu siapapun tentang ini,termasuk Manna. Apa kau setuju?” Tawar Awan Salwa.

”Ya sudahlah aku berjanji! Cepat beritahu aku!” Sahut Roh Earth.

 “Itu, mudah! Kamu hanya perlu memejamkan mata dan menekan salah satu tombol yang kamu pilih. Coba saja!” Perintah Awan Salwa tanpa berfikir itu benar atau tidak.

Roh Earth sangat heran, setelah melakukan apa yang diperintah Awan Salwa, mesin itu sama sekali tidak berubah. Beberapa detik kemudian, tiba-tiba kubus itu membesar menjadi dinding yang besar dan tinggi. Roh Earth berupaya membuka atap dinding itu. Setelah berhasil, ia melihat 3 lapisan dinding di dalam dinding besar bertuliskan Shol itu. Ada sebuah perkotaan kosong di balik dinding itu. Di balik dinding Oku yaitu lapisan paling dalam dinding Shol, Roh Earth melihat sepasang kekasih yang tinggal di sana. Ia adalah Wali Kota Tam dan istrinya Nyonya Tem. Roh Earth menghampiri wali kota dan istrinya dan memberitahu mereka mengenai tugasnya di balik dinding Shol.

               “Apa kalian sanggup dan siap membantuku?” Tanya roh Earth sedikit meremehkan mereka.

Roh Earth berfikir. ”Bagaimana mereka dapat menjaga bumi, mereka saja tidak mengenal bumi, bahkan belum pernah melihatnya. Dan jika mereka melihatnya maka, dinding Shol dan seisinya akan menghilang!” Gumamnya dalam hati.

“Tentu siap! kami memang tidak boleh keluar dinding entah mengapa, tetapi kami masih bisa memantau bumi dari sini menggunakan mesin ciptaanku  ini!” Jawab Wali Kota Tam dengan percaya diri. “Ini adalah mesin pencipta kloning. Dua  mesin ini memiliki baling-baling yang berfungsi untuk menyalakan mesin. Jika baling-baling itu tidak berputar, mesin itu tidak akan bisa berfungsi. Mesin Food Tra dapat menghasilkan 100 kloning makanan tradisional dalam 1 kali produksi. Baling-balingnya dapat berputar jika ada manusia yang menanam pohon di bumi. Sedangkan Food Mod dapat menghasilkan 100 kloning makanan modern dalam 1 kali produksi. Baling-balingnya dapat berputar jika terdapat sebuah penemuan di bumi. Jika sudah terkumpul 100 kloning, Anda bisa memasarkannya ke bumi. Dengan inilah kami bisa memantau kehidupan di bumi tanpa harus keluar dinding ini. Apa kau masih ragu?” Jelas walikota Tam pada Roh Earth.

”Aku sudah mulai mengerti dengan mesin ini. Jadi tugasku hanyalah memasarkan kloning-kloning makanan ini ke bumi. Baiklah aku akan bersantai dulu di luar. Jika suatu hari terjadi sesuatu, beritahu aku secepatnya!” Jawab Roh Earth meninggalkan Wali Kota.

   Keesokan harinya, baling-baling Food Tra mulai berputar.Terlihat jajaran kloning dodol, klepon, dan gethuk keluar satu persatu dari mesin itu. Wali Kota Tam dan Nyonya Tem tentu  sangat senang. Ia menyambut mereka dengan ramah. Kloning-kloning itu menetap di balik dinding Jelu yaitu lapisan tengah dinding Shol.Kloning-kloning itu bertanya tanya soal dirinya. Semua berbincang-bincang membicarakan skenario kehidupan di balik dinding Shol. Setelah mereka mendapat penjelasan dari Wali Kota Tam, para kloning itu memegang erat tugasnya yaitu memebantu Roh Earth untuk menjaga bumi.

  “Saat kita dipasarkan pada manusia di bumi, tentunya kita dalam keaadaan tak bernyawa. Setelah itu kita akan dilahirkan kembali di sini melalui mesin ini. Lantas bagaimana kita menjaga bumi? Berinteraksi dengan manusia saja tidak bisa!” Keluh Tuan Klepon.”

“Aku juga berfikir seperti itu!” Sahut Tuan Dodol.

”Yaaa….tunggu saja beberapa tahun kedepan, mungkin kita akan mulai mengerti tugas kita!’’senyum Tuan Gethuk.

   Berpuluh-puluh tahun telah berlalu Roh Earth tidak pernah menanyakan mesin itu. Ia hanya memasarkan lalu memasarkan dan tidur panjang. Sebenarnya wali kota ingin melaporkan sesuatu, masalah baling-baling mesin Food Tra yang lambat laun semakin berputar pelan. Akan tetapi setelah Wali Kota melaporkannya, Roh Earth hanya menjawab

“Tunggu saja besok, mungkin akan berputar seperti sediakala!” Ia bersikap acuh tak acuh dan pura-pura melanjutkan tidurnya. Sebenarnya ia sedikit khawatir dengan buminya yang sekarang. Mesin itu menandakan sebuah keadaan di bumi, lalu  tanda apa ini, ia mulai teringat dengan mesin ini pertama kali diberikan oleh Awan Manna. Ia mulai berfikir, apa petunjuk dari Awan Salwa itu pasti benarnya. Ia menyesal terlambat bertanya kepada Awan Manna. Ia tidak pernah bertanya ataupun berterima kasih padanya ketika ia muncul. Ia berencana akan  menemui Awan Manna. Sementara saat ini, iklim sangat sulit di tebak dan juga jarang hujan lagi. Roh Earth hanya bisa berharap esok akan terjadi hujan agar dapat bertemu dengan Awan Manna lagi.

   Keesokan harinya terjadi peristiwa aneh, langit terlihat cerah akan tetapi bersamaan dengan turunnya hujan, lantas apakah Awan Manna akan hadir bersama Awan Salwa. Roh Earth mencari Awan Manna di lapisan-lapisan langit. Pada akhirnya ia menemukan awan Manna di langit paling jauh.

”Hai Manna aku butuh bantuan. Mesin yang kau berikan padaku dulu sekarang hampir rusak, sedangkan tanpa bantuanmu aku tidak dapat memperbaikinya.” Aku mohon ambilkan satu alat dari masa depan lagi yang dapat membantu kita agar dapat bertemu setiap waktu, tolong bantu aku, ini demi bumi!” Mohon Roh Earth pada Awan Manna tanpa rasa bersalah.

”Aku sudah tau dulu kau meminta bantuan pada Salwa, tapi itu salah,menekan tombol dengan sembarang dapat membuat umur mesin itu berkurang, itu artinya sebentar lagi mesin itu akan diciptakan di bumi, dan itu pertanda bahwa mesinmu akan musnah. Aku bisa saja mengambil mesin dari masa depan, tapi untuk apa? itu tidak dapat memperbaiki mesinmu, mungkin  itu tak ada gunanya. Tetapi ya…sudahlah aku akan mengambil sebuah mesin penstabil iklim, mesin ini dapat menstabilkan iklim dan mencegah terjadinya krisis iklim, dengan ini setiap hujan kau bisa bertemu denganku dan melaporkan tentang mesinmu pada ku. Dan kuingatkan sekali lagi mesin ini hanya dapat membantu kita untuk sering bertemu, tidak untuk memperbaiki mesinmu, tetapi mungkin akan sedikit berpengaruh pada iklim di bumi!” Jawab Awan Manna. Roh Earth tidak mempedulikannya. Sebenarnya ia hanya memanfaatkan Awan Manna untuk membantu tugasnya.

   Sore harinya, semua dikejutkan oleh kabar dari Wali Kota, tak disangka Wali Kota melihat baling-baling mesin Food Tra tidak berputar lagi, dan itu menandakan tidak ada lagi manusia yang menanam pohon di bumi. Selain itu, ia juga melihat baling-baling mesin Food Mod mulai berputar. Dan itu menandakan adanya sebuah penemuan di bumi. Menyikapi hal ini ,walikota sangat bingung harus berbuat apa. Ia harus senang atau justru sedih.

   Sama seperti dulu, setelah baling-baling mesin Food Mod berputar, mesin itu menghasilkan kloning-kloning makanan modern. Kloning cola, soda, dan booba terlihat keluar dari mesin Food Mod itu. Mereka menetap di balik dinding Drunk yaitu lapisan paling luar dinding Shol.Walikota Tam menugaskan tuan Gethuk untuk menjelaskan kepada mereka mengenai scenario kehidupan yang akan dialami mereka,karena walikota sedang bersedih terdiam di rumahnya.Tuan Dodol tak sesekali bercerita tentang istrinya yang tidak bisa dilahirkan kembali karena baling-baling Food Tra tidak berputar lagi.Dan untuk membuatnya berputar itu sangat sulit bahkan, jika difikir itu sangat mustahil,mereka harus membuat manusia mau menanam pohon lagi di bumi.

   Si jenius Booba tentunya sangat ingin membantu roh Earth untuk menjaga bumi sekaligus membantu tuan Dodol .”Lantas sekarang apa yang harus kita perbuat?” Tanya Nona Soda pada Booba.

”Sebenarnya aku punya sebuah rencana bagus untuk bumi, tapi aku tidak begitu yakin apakah itu bisa berhasil!’’ Jawab Booba rendah hati.

’’Apa rencanamu, kau bisa memberitahu Wali Kota secepatnya!” Dukung Nona Cola pada pria itu. Tanpa basa-basi ia langsung menemui Wali Kota di rumahnya.

   “Wali Kota, aku adalah Food Mod yang paling tinggi tingkat pemasarannya. Kita harus bisa memanfaatkannya. Bagaimana jika kita membuat sebuah tulisan yang dapat memotivasi manusia agar mau menanam pohon kembali, seperti “Kamu Butuh Booba Bumipun Butuh Pohon” atau “1 Booba untukmu 1 Pohon untuk Bumi” atau yang lainnya. Lalu kita bisa menempelkan tulisan itu pada tubuhku dan teman-temanku dengan tujuan agar banyak manusia yang membacanya.

“Bagaimana Pak? Apa Anda setuju?” Tawar Booba pada Wali Kota. Raut wajah Wali Kota memancarkan aura semangat dalam dirinya. Ia bergegas pergi ke dinding Drunk untuk menyetel ulang pengaturan mesin Food Mod agar dapat menghasilkan kloning booba berstempel tulisan motivasi itu. Selang beberapa menit mesin Food Mod sudah menghasilkan kloning booba dengan stempelnya yang baru dan siap di pasarkan oleh Roh Earth. Melihatnya Roh Earth bermuka biasa saja tanpa berkata sesuatu sedikitpun. Ia melamunkan alat penstabil iklim dari Awan Manna dulu. Menurutnya alat itu sudah tidak berguna sekarang. Iklim sangat sulit di tebak, bahkan tetap sering terjadi hujan walaupun alat itu tidak dinyalakan. Seharusnya Roh Earth senang karena ia dapat sering berjumpa dengan awan Manna, tapi tidak, ia sudah mulai bosan, karena sekarang Awan Manna  tidak pernah mempedulikannya. Padahal dia sendiri tidak pernah memperhatikan mesinnya.

   Lambat laun, Wali Kota semakin merasakan sesuatu yang janggal, ia segera melapor pada Roh Earth.”Dulu baling–baling mesin Food Tra berputar cukup lama, selama itu pemasarannya berjalan lancar, berarti masih banyak manusia di bumi yang mau menanam pohon dan juga masih banyak yang menggemari makanan tradisional. Tapi setelah baling-baling itu pernah mati, Food Tra sama sekali tidak dipasarkan padahal saat ini baling-balingnya sudah berputar kembali. Lantas pertanda apa ini?” Tanya wali kota menghawatirkan kondisi bumi.

”Aku tidak memasarkan Food Tra lagi karena memang tidak ada lagi manusia yang berminat dengannya.Mungkin ini pertanda baik bahwa sekarang IPTEK di bumi semakin berkembang pesat. Semua serba otomasi, serba digital, serba canggih, serba elektro, dan serba maju. Aku berhasil melaksanakan tugasku. Tapi buruknya, banyak manusia hidup bermegah-megahan dan juga jarang ada manusia yang mau menanam pohon di bumi. Kalaupun ada, itu tidak didasarkan rasa cintanya pada bumi. Tetapi,itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sosialnya saja. Zaman sekarang, di luar sana sosmed adalah segalanya. Bahkan, kukira semua perbuatan baik dilakukan hanya untuk memperbaiki status sosialnya saja. Jadi sekarang kau dan teman-temanmu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Nasib bumi kedepannya ada di tangan manusia sendiri. Kalian sudah berjuang sekitar 100 tahun, kini waktunya kalian untuk bersantai sebentar, sambil menunggu berkembangnya zaman!” Jelas Roh Earth melupakan sesuatu tentang umur mesin itu yang dulu telah disampaikan oleh Awan Manna.

”Mengapa kau tidak pernah memberitahu kami? Padahal kau tau segalanya di luar sana? Seharusnya kita tetap bisa menyelamatkan bumi sekarang ini. Bumi sudah seperti karib bagiku. Aku tidak bisa membiarkannya memanas, rusak, bahkan hancur karena manusia. Memang kau bebas ke mana saja Roh Earth, tapi kau malah bermalas-malasan memandangi bumi di luar sana tanpa berbuat apa-apa. Sedangkan kami! sudah lama dikurung di sini. Melihat bumi saja tidak bisa. Aku sendiri akan pergi ke bumi bagaimanapun caranya.  harus bisa menjaganya!” Seru wali kota berlari memanjat dinding Drunk. Seluruh perhatian kota terpusat padanya.

”Berhenti…!” Teriak Roh Earth melarang wali kota setelah ia sudah sampai puncak. Ia mulai teringat sebuah larangan yang belum ia sampaikan kepada wali kota.

”Wah…..inilah bumi…aku melihatnya..bumi dalam keadaan kritis, kau tidak boleh melarangku untuk menjaganya Roh Earth!” bentak wali kota.

”Bukan itu maksudku..!”sahut Roh Earth. Tiba-tiba dinding Shol itu berputar sangat cepat, mengecil, dan menghilang

”Maksudku adalah….” Jelas Roh Earth setelah semua menghilang dari dunia ini.

“Ini salahku! aku tidak pernah melarang mereka keluar dinding itu, padahal jika mereka keluar dan melihat bumi, dinding Shol seisinya akan musnah. Sebenarnya usia mesin itu belum genap 101 tahun, melainkan masih 100 tahun, itu artinya tidak seharusnya mesin itu musnah sekarang, tapi 1 tahun lagi. Ini semua terjadi karena kelalaianku. Aku menyesal tidak pernah memperhatikan mereka. Tanpa mereka, apakah aku masih bisa menjaga bumi? apa aku harus terus meminta tolong padamu?” Adu Roh Earth pada Awan Manna.

”Aku sudah tidak bisa mengambil alat dari masa depan lagi, karena semua alat itu sekarang sudah tercipta di bumi yang disebabkan banyaknya penemuan di bumi dan juga globalisasi yang berlangsung sangat cepat. Aplikasi banyak mengalami pembaruan, tenaga robot sudah mendunia, industrialisasi sudah berkembang, transportasi juga semakin berkembang, bahkan alat penstabil iklim dan mesin pencipta kloning manusia dan hewan sudah ada. Sekaranglah masa depan yang dulu kau sebut-sebut. Dulu, tugasmu adalah menjaga bumi agar lebih baik di masa depan. Dan sekarang apa hasilmu? memang kemajuan teknologi di bumi sangat berkembang pesat  saat ini, tapi itu tidak seimbang dengan kondisi bumi yang sekarang mengalami kerusakan karena global warming dan tidak hanya itu, sekarang telah terjadi krisis iklim yang menyebabkan terjadinya cuaca extrem. Maaf,  tidak bisa membantumu kali ini. Aku hanya berharap manusia tidak hidup bermegah-megahan dan mulai menanamkan kepeduliannya pada bumi dari sekarang, agar kondisi bumi tidak semakin memburuk kedepannya, karena bagiku bumi itu juga hidup. Dan dia pasti juga akan berbuat sesuatu jika ada yang berbuat semena-mena padanya!” Nasehat  Awan Manna sambil berlalu meninggalkan Roh Earth. Selama ini tindakan Roh Earth hanya terbatas oleh angan yang membuat semua tidak akan berubah. Dan sekarang ia baru sadar bahwa ia harus benar-benar mulai berusaha untuk meraih  sesuatu yang diinginkanya, yaitu menjaga bumi. Sekarang ia ingin berterima kasih pada seluruh penduduk di balik dinding Shol, yang mau meluangkan 1 abadnya untuk peduli dengan bumi walaupun tidak ada manusia yang mengetahuinya. Namun, semua telah terlambat.

BERSAMBUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *