Cerpen #162 Kembalikan Bumi yang Sehat Pada Penerus Kita

“Lihatlah, kondisi manusia yang kebingungan. Kalau bukan karena kamu, hal ini pasti tidak akan terjadi.” Ucap awan putih kepada virus yang sedang melewatinya.

Sejenak virus yang sedang berjalan – jalan terhenti dari perjalanannya dan menjawab awan putih “kalau bukan karena aku, wajah kamu tidak akan sebersih sekarang. Kamu lupa? bahkan tahun lalu saja wajah kamu kusam sekali. Ada masanya manusia perlu beristirahat dari merusak lingkungan”.

“Tapi, perbuatanmu terhadap manusia sangatlah keterlaluan. Kamu merenggut banyak nyawa dan itu tidak dapat dimaafkan!” jawab awan putih kepada virus dengan tegas.

“Akupun tau akan hal itu. Tetapi tanpa keberadaankupun, apabila manusia tidak menyadari perbuatannya selama ini maka kondisi akan tetap buruk dan bahkan menjadi lebih buruk.” Viruspun menjawab dengan wajah muram.

“Bagaimana bisa hal itu terjadi?” kembali awan putih melontarkan pertanyaan yang membuat virus semakin lama terhenti dari perjalanannya.

“Aku bukanlah musibah terbesar yang dapat terjadi. Tidakkah engkau tau bahwa ada gelombang lain yang lebih besar menunggu dibalik keberadaanku? Kebiasaan manusia seringkali merusak lingkungan, hal inilah yang menjadi penyebab datangnya aku dan teman – temanku”.

Peneliti dari International Finance Corporation (IFC) mengatakan bahwa sebuah kesalahan apabila manusia berpikir virus corona berasal dari alam. Berlandaskan pada sebuah studi penelitian, virus berpindah dari hewan ke manusia. Hal ini disebut zoonosis atau yang berarti virus berasal dari hewan terlebih dahulu. Kerusakan ekosistem merupakan titik awal mengapa penyakit berpindah dari hewan ke manusia. Sehingga, hewan melakukan migrasi ke lokasi yang bersentuhan langsung dengan populasi manusia merupakan akibat dari kebiasaan manusia yang menghancurkan habitat alami hewan. Selain itu, ada korelasi antara hilangnya habitat dan meningkatnya penyakit manusia. El-Hatow menjelaskan bahwa 4% deforestasi di hutan hujan Amazon akan menyebabkan 50% peningkatan malaria.

“Jadi, secara tidak langsung manusialah yang membawamu kemari?”, tanya awan putih kepada virus.

“Ya.. akupun tidak pernah tau mengapa aku ada disini dan membawa dampak yang sangat besar kepada manusia. Namun, aku mendengar beberapa berita yang mengatakan bahwa kemungkinan besar pada abad ke 21 teman – temanku juga akan datang berkunjung”.

Peneliti dari IPCC menemukan bahwa pada tahun 2100, sekitar 2/3 dari gletser akan meleleh. Hal ini menandakan bahwa akan ada lebih banyak virus yang tersebar luas.

“Aku hanyalah peringatan awal kepada manusia. Namun, apabila mereka tetap acuh terhadap kondisi lingkungan saat ini maka kondisi yang lebih berbahaya dikemudian hari bisa saja terjadi.”

“Apa yang dapat manusia lakukan agar kondisi segera membaik?” tanya awan putih dengan wajahnya yang seolah tertunduk kebawah.

“Spesiesku merupakan solusi yang tepat, tetapi manusia justru seringkali merenggut nyawa kawan – kawanku.” Jawab pohon dengan suara yang tidak terlalu terdengar karena jarak yang cukup jauh memisahkan antara pohon dan awan putih.

“Apa yang dapat kau lakukan, pohon?” Kembali awan bertanya dengan wajah penuh pengharapan.

“Kami mampu menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen. Dalam aktivitasnya, manusia seringkali melepaskan banyak karbondioksida atau CO2 ke udara. CO2 yang terlalu banyak akan menyebabkan penipisan lapisan ozon. Dengan adanya spesies pohon yaitu aku dan kawananku maka kami dapat membantu manusia untuk menyeimbangkan kadar karbondioksida.” Jelas pohon kepada awan putih.

“Lalu, apa hubungannya aku dan karbondioksida serta semua penjelasan yang kamu berikan?” Tanya virus yang turut menyimak penjelasan sang pohon.

“Ada istilah yang disebut dengan global warming oleh manusia. Global warming atau disebut juga pemanasan global merupakan hasil dari kenaikan suhu bumi akibat dari emisi karbon dioksida sebagai efek rumah kaca dan aktivitas manusia. Seperti yang aku jelaskan tadi, aktivitas manusia seringkali melepaskan banyak sekali CO2 ke udara. CO2 yang dilepaskan perlahan akan membuat lapisan ozon menipis sehingga pancaran atau radiasi matahari akan lebih banyak masuk ke bumi dan membuat suhu permukaan bumi menjadi panas. Panas inilah yang menyebabkan gunung – gunung es di dunia mencair dan seperti yang kamu bilang; melepaskan kamu dan juga kawananmu lainnya.” Jawab pohon kepada virus.

“Kamu juga menjelaskan bahwa kerusakan ekosistem terjadi akibat aktivitas manusia. Kerusakan itu merupakan hasil dari pemanasan global itu tadi. Menurut laporan NASA, suhu permukaan bumi sudah mencapai 7ºC lebih panas dibandingkan ribuan tahun yang lalu. Semakin bumi kita modern, penuh dengan bangunan tinggi dan kendaraan justru semakin tinggi juga kenaikan suhu permukaan bumi.” Imbuhnya.

“Oh, akupun pernah mendengar mengenai hal ini dan kalau aku tidak salah, sebagian besar negara di seluruh dunia mengadopsi sebuah perjanjian bernama Paris Agreement pada bulan Desember 2015 yang tujuan utamanya mencakup upaya untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C. Oleh karenanya, negara-negara tersebut, melalui United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang juga mengundang Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) telah memberikan laporan khusus tentang dampak pemanasan global 1,5°C di atas tingkat pra-industri dan terkait dengan emisi gas rumah kaca.” Sambung virus kepada pohon dan awan putih yang sejak tadi mendengarkan dengan serius perbincangan antara virus dan pohon.

“Wah, manusia sudah terlalu banyak memusnahkan spesiesmu, pohon. Untuk kembali melestarikan spesiesmu maka dibutuhkan penanaman kembali. Apakah manusia mau menghancurkan kembali gedung – gedung yang mereka buat dan menggantinya dengan spesiesmu?” tanya awan putih dengan ragu.

“Wah, benar juga.. lantas apakah ada cara lain?” imbuh virus.

“Sebenarnya ada. Pernahkah kalian dengar mengenai bangunan dan kawasan ramah lingkungan?” Tanya pohon memecah keraguan awan putih dan virus.

“Apa itu?” tanya awan putih kepada pohon.

“Bangunan ramah lingkungan atau sering disebut sebagai green building atau sustainable building adalah bangunan yang diupayakan untuk melakukan penghematan listrik dan air serta bangunan yang didesain menggunakan material ramah lingkungan. Sedangkan, kawasan ramah lingkungan atau disebut juga sebagai green neighborhood adalah kawasan yang rumah – rumah didalamnya dan kawasannya telah memenuhi peraturan ramah lingkungan. Kawasan ramah lingkungan adalah kawasan yang memiliki pengelolaan sampah dan pengelolaan air yang baik, memiliki ruang terbuka hijau, serta menggunakan material ramah lingkungan yang berasal dari alam tanpa adanya zat – zat berbahaya. Untuk membantu menjaga suhu permukaan bumi, manusia juga dapat membangun rumah yang didesain memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga dapat mengurangi penggunaan Air Conditioner (AC).” Jelas pohon kepada virus dan awan putih.

“Saat ini, beberapa peneliti dan penggiat bangunan ramah lingkungan juga mengeluarkan beberapa inovasi seperti atap hijau, cat ramah lingkungan hingga beton ramah lingkungan untuk dapat menunjang tercapainya Paris Agreement.” Tambahnya.

“Atap hijau? Atap yang berwarna hijau?” Tanya virus.

“Bukan, atap hijau adalah atap ramah lingkungan. Atap hijau memiliki tanaman diatasnya agar tetap menjaga suhu ruangan didalam rumah dan memberi dampak positif berupa penurunan suhu pada lingkungan. Tidak selalu bangunan atau atap hijau itu penuh dengan pohon atau tumbuhan ya. Terkadang, bangunan hijau tidak terlihat berwarna hijau atau memiliki tanaman rambat pada dindingnya. Dengan melakukan penghematan seperti yang aku jelaskan tadi, suatu bangunan dapat disebut sebagai bangunan hijau. Sebagai inovasi lain pada atap, manusia dapat menambah solar panel untuk menghemat listrik dengan memanfaatkan cahaya matahari. Selain itu, manusia dapat mewarnai atap mereka menjadi warna putih sebagai upaya mendinginkan atap. Dengan mewarnai atap atau bahkan aspal menjadi warna putih, maka sinar matahari akan terpantul kembali ke luar angkasa karena warna yang cerah atau lebih spesifiknya adalah warna putih memiliki daya refleksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan warna hitam. Rumah dengan atap berwarna putih akan memantulkan lebih banyak radiasi matahari daripada menyimpannya di dalam bangunan.” Ulas pohon lebih dalam terkait dengan bangunan ramah lingkungan.

“Wah, banyak sekali upaya yang dapat dilakukan manusia untuk memperbaiki lingkungan kita ya. Tapi, apakah semua itu tidak mahal?” Tanya awan putih kepada pohon.

“Seperti halnya barang atau bahan – bahan lain, harga itu sangatlah bervariasi. Terdapat banyak sekali material ramah lingkungan yang sudah diproduksi; mulai dari yang murah hingga yang mahal. Namun, manusia sudah memiliki mindset bahwa material ramah lingkungan itu selalu mahal. Selain harganya yang bervariasi kalaupun material itu mahal, coba saja bayangkan, dengan fungsinya yang menghemat listrik dan air pasti kedepannya manusia akan membayar lebih sedikit listrik dan air. Dengan material yang tepat pasti pemeliharaan akan lebih mudah sehingga tidak membuat manusia harus selalu mengganti material.”  Kata pohon kepada awan putih.

“Wah, benar juga ya.. semoga manusia menyadari akan hal itu. Kalau tidak, generasi mendatanglah yang akan menuai perbuatan mereka saat ini.” Sahut awan putih.

“Benar sekali, dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, melestarikan pohon dan menghemat penggunaan air serta listrik sudah sangat membantu dalam gerakan ramah lingkungan. Aku pernah mendengar sebuah ungkapan dari seseorang yang bernama David Brower. Ia berkata bahwa “We do not inherit the earth from our ancestor, we borrow it from our children” yang artinya adalah kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita melainkan meminjamnya dari anak-anak kita.” Tambah pohon mengakhiri perbincangan mereka.

Mari kita melestarikan alam kita dimulai dari lingkungan disekitar kita. Apabila setiap orang mau memulai dengan melakukan hal kecil yaitu untuk menjaga lingkungan sekitarnya. Maka, pada akhirnya semua orang sudah melakukan bagian terkecilnya yang tanpa sadar secara bersama – sama memberikan dampak yang besar bagi seluruh bumi.

9 thoughts on “Cerpen #162 Kembalikan Bumi yang Sehat Pada Penerus Kita

  1. Cerpen ini di kemas seapik mungkin oleh penulis, Alur ceritanya juga menarik, banyak banget percakapan positif yang bisa mengubah mindset kita ditambah dengan solusi-solusi yang bisa kita terapkan oleh kita, Keren!!! Semangat author💪

  2. Sudut pandang yang unik dan pendekatan cerita yang menarik. Mengetuk pintu hati manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sangat menginspirasi. Terimakasih.

  3. Suka banget! Cerpennya tidak hanya berisikan informasi biasa/anjuran menjaga lingkungan, tapi juga memberikan informasi yang tidak semua orang awam bisa langsung dapatkan di luar sana. Selain mengajak semua orang untuk menjaga lingkungan, penulis juga memberikan latar belakang “mengapa kita harus mulai aware terhadap hal ini?” Bahkan sampai memberikan bukti – bukti penelitian. I google it and yes it is absolutely true! This is what we call as a sci-fi story sih!
    Thanks buat banyak informasi yang diberikan, sangat bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *