Cerpen #104: “BUMI 100 TAHUN MENDATANG AKU INGIN TERSENYUM”

Bumi tempat yang sangat indah serta nyaman pada mulanya, tempat bernaung setiap entitas mahkluk hidup, saling bercengkrama dengan tawa serta kenyamanan. Pohon-pohon berseri cacing di dalam tanah riang gembira tanpa ada suatu hal yang menyiksa serta mengganggu dalam tatanan kehidupan setiap entitas mahkluk hidup. Udara yang bertiup dengan sejuk nan segar, ah itu sungguh nikmat untuk dirasakan bagi setiap mahkluk hidup yang ada, laut bersendau gurau dengan setiap ikan yang ada.

Lingkungan, iya merupakan sebuah hukum dewa bagi setiap entitas mahkluk hidup yang ada di dalam suatu sistem tatanannya semua berada dalam sebuah tatanan dan tanggung jawab untuk memberikan lingkungan yang baik agar kita bisa hidup dengan nyaman serta tak perlu takut akan suatu hal yang terjdi ketika bumi dan lingkungan murka atas setiap segala sesuatu yang mengusik mereka.

Tunggu itu semua bukan hanya sekedar cerita serta dongeng belaka tentang indahnya dunia, canda tawa pohon-pohon yang berseri dengan indahnya senyuman hijau dedaunan yang ditumbuhkannya, serta cacing-cacing di tanah juga ikan dilaut yang merasa nyaman ketika berada di dalamnya, namun itu semua kini berubah akibat energi kotor yang diberikan oleh karena keserakahan serta keangkuhan manusia. Kepentingan, iya, kepentingan semua dianggap tak nampak untuk menjamin hal yang sangat bahagia bagi setiap mahkluk hidup, mulai banyaknya korporasi yang dibangun demi menunjang ekonomi namun tak memperhatikan pembangunan yang berwawasan lingkungan, kau anggap siapa mereka? Hanya mahkluk hidup saja? atau hanya kayu mati yang tak dianggap hidup, keteduhan semua sirna, banyak proyek yang merugikan, pembuangan sampah di laut, mereka semua tersedak dan menangis karna ulahmu yang angkuh dan tak peduli atas kehidupan setiap entitas mahkluk hidup.

Kini bumi terasa semakin panas cuaca yang tak menentu akibat krisis iklim yang saat ini terjadi, bumi mulai murka banjir melanda, badai, kebakaran hutan, turunnya kadar oksigen yang baik. Tak lama semua akan MATI, iya MATI karna ulahmu. Entah aku sendiri tidak tahu bagaimana keadaan bumi 100 tahun mendatang, apakah semua masih tersisa, atau semua juga akan sirna, semua menjadi sebuah tanggung jawab serta timbul pertanyaan apakah mau untuk merawat dan memiliki komitmen yang kuat untuk kita saling bergandengan tangan demi menjamin iklim yang baik bagi keberlanjutan bumi 100 tahun mendatang.

Upaya untuk melakukan pengelolaan serta perlindungan lingkungan hidup seharusnya menjadi hal yang sangat diperhatikan dengan serius untuk menjaga stabilitasi kebaikan lingkungan bagi bumi 100 tahun mendatang. Dalam menerapkan prinsip sustainable development seharusnya dilakukan juga sebuah pembangunan yang berwawasan lingkungan, tugas kita semua untuk memberikan warisan lingkungan hidup yang baik bagi generasi mendatang iya, bumi 100 tahun mendatang, aku berharap, ah tidak, aku tidak berharap, tapi aku ingin cerita gembira yang membuat siapapun tersenyum membaca serta mengingatnya akan tetap bisa kita rasakan bagi bumi 100 tahun mendatang, aku ingin krisis iklim ini berhenti, aku yakin bisa ketika kita mau berkomitmen kuat untuk menjaga serta merawat bumi ini, agar masih ada kehidupan yang membahagiakan bagi setiap entitas mahkluk hidup pada BUMI 100 TAHUN MENDATANG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *