Cerpen #52: “AWAL DARI SEMUANYA”

Sejak seratus tahun terakhir, tepatnya pada tahun 2150 keadaan bumi begitu memprihatinkan dan hampir tidak bisa di tinggali. Hal ini tidak lain akibat ulah manusia.

Sebelum keadaan bumi seperti sekarang, para manusia-manusia yang tidak tahu berterima kasih itu sering melakukan hal-hal yang berdampak besar bagi kehidupan di bumi.

Penggunaan efek rumah kaca tidak terkendali , sehingga hal ini menyebabkan lapisan ozon menipis. Matahari begitu panas sehingga banyak tumbuhan yang mati.

Selain itu, akibat pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya, menyebabkan manusia menebang hutan untuk di jadikan lahan permukiman. Akibat dari hal ini, lokasi hutan yang memberikan kesejukan hilang. Bencana alam sering terjadi, hewan-hewan mati bahkan sekarang banyak hewan yang punah akibat keadaan bumi yang begitu buruk.

Air bersih sudah jarang di temui karena sudah tercemar oleh limbah-limbah pabrik. Kejadian ini menyebabkan perang di antara mereka. Para manusia-manusia tidak tahu diri tersebut berperang satu sama lain untuk mendapatkan makanan atau pun air bersih untuk mereka konsumsi.

Udara begitu kotor dan panas, sehingga siapa pun yang menghirupnya di pastikan akan sesak lalu mati.

Kini manusia yang tersisa membentuk sebuah kelompok-kelompok kecil dan membangun perlindungan di bawah tanah karena mereka sudah tidak bisa hidup di luar. Udara kini sudah menjadi racun bagi mereka, sehingga mereka harus menggunakan topeng khusus sebagai perlindungan

Para manusia berusaha untuk mencari cara agar mereka bisa mengembalikan keadaan bumi seperti semula.

Satu minggu yang lalu, seorang ilmuwan dari bungker sektor A-15 di mana tempat ini adalah salah satu tempat para ilmuwan. Sekitar lima tempat yang di gunakan para ilmuwan untuk mencari cara agar bisa mengembalikan bumi kembali. Dan setelah sekian lama, kabar baik itu datang.  Salah satu ilmuwan bernama Dr. Vedrick telah berhasil menciptakan serum yang bisa di gunakan untuk menumbuhkan tanaman tanpa membutuhkan air atau pun matahari.

Namun sayangnya, serum tersebut telah di curi oleh kelompok inhumans. Kelompok ini memang di kenal sebagai kelompok yang paling brutal. Mereka akan membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka.

“Apa rencanamu Vios?” tanya seseorang berjubah coklat tebal yang di samping kiri kanannya di penuhi senjata rakitan.

“Tidak ada cara lain selain melawan para inhumans itu dan mengambil serum tersebut. Serum itu adalah satu-satunya jalan agar dunia ini kembali pulih,” kata orang yang di panggil Vios tersebut dengan penampilan yang sama.

Dia adalah Davios, pemimpin kelompok savior. Mereka sering keluar untuk mencari orang-orang yang tidak punya kelompok dan tempat berlindung untuk di bawah ke bungker perlindungan mereka. Selain itu juga, mereka sering membantu orang-orang untuk mendapatkan air dab makanan yang masih bisa di konsumsi. Olehnya mereka sering membuat senjata-senjata rakitan beserta alat perlindungan lainnya untuk melindungi mereka dari ganasnya para kelompok lainnya serta cuaca yang begitu ekstrem.

“Tempat persembunyian para inhumans cukup jauh. Sekitar lima bulan perjalanan. Kita belum pernah melakukan perjalanan selama itu selama ini. Aku takut tubuh kita tidak cukup kuat untuk bertahan di luar,” kata Veros anggota dari savior, sekaligus sahabat dari Davios.

“Aku tahu. Olehnya kita harus mempersiapkan diri kita lebih matang dari tugas-tugas kita yang lain. Kita akan memulai perjalanan minggu depan. Jadi sebelum itu, aku memerintahkan kalian semua untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan kita gunakan nanti.  Kita masih mempunyai serum kekebalan tubuh untuk membantu kita. Tapi kalian tahu sendiri, itu tidak akan bertahan lama. Olehnya kita harus mempersiapkan fisik kita lebih matang lagi. Mengerti semua?” kata Davios dengan suara lantang di hadapan puluhan pengikutnya.

“Baik!” jawab semuanya serentak

“Ini adalah kesempatan kita satu-satunya untuk mengembalikan bumi. Ini adalah keinginan dan tujuan kita dari dulu. Jadi kita harus mendapatkan serum itu bagaimana pun caranya,” lanjut Davios.

Setelah menyampaikan pendapatnya, Davios lalu kembali ke ruangannya untuk mempersiapkan segala yang mereka butuhkan karena waktu mereke tidak banya. Begitu pun dengan yang lain.

Tempat persembunyian mereka cukup luas. Terdapat hampir ratusan kamar di dalam. Selain kamar, tempat yang di lapisi besi berkarat itu juga mempunyai dapur khusua serta tempat latihan bagi para savior. 

“Kamu yakin tentang ini?” tanya Veros mempertegas.

“Kukira kamu sudah mengenalku. Aku tidak akan merubah keputusanku,” jawab Davios sambil sibuk meracik senjata yang akan mereka gunakan.

“Bagaimana dengan tempat ini setelah kita pergi. Siapa yang akan mencari makanan dan mengatur orang-orang di sini,” ujar Veros lagi.

Davios menghentikan kegiatannya. “Kamu tenang saja, semua sudah aku atur. Tempat ini nanti akan di urus oleh Reon. Dari pada kamu terus mempertanyakan tentang keputusanku, sebaiknya kamu pergi mempersiapkan dirimu,” jawab Davios

Tidak terasa, satu minggu telah berlalu. Kini semua kelompok savior telah berkumpul di tempa biasa mereka berkumpul dan melakukan rapat.

Kelompok savior memiliki anggota inti dua puluh orang. Namun yang pergi untuk melakukan misi besar kali ini hanya sepuluh orang, karena sebagian lainnya di tugaskan menjaga bungker dan mengurus orang-orang yang tergabung dalam anggota mereka. Selain itu, mereka tidak mempunyai peralatan yang lebih sebagai perlindungan.

“Sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum gelap. Kalian tahu sendiri kalau udara malam hari begitu beracun dan begitu dingin,” ucap Davios.

Mereka pun menaiki mobil yang berlapis besi di depan mereka. Mobil tersebut sudah di lengkapi dengan peralindungan yang ekstra. Mobil tersebutlah satu-satunya cara agar mereka sampai di tujuan dengan cepat.

Semua orang yang ada di bungker Z-5 mengantar kepergian mereka.

Saat membuka gerbang bungker, pemandangan buruk pun terlihat. Tanah terlihat begitu hitam dan kering. Tidak ada tumbuhan satu pun yang hidup. Kabut hitam beracun pun memenuhi atmosfer. Debu beterbangan ke mana-mana. Dan tidak ada satu makhluk pun yang terlihat berada di luar. Keadaan benar-benar begitu mengerikan, tapi mereka sudah terbiasa dengan hal itu.

Mereka segera menjalankan kendaraan mereka. Penampilan mereka begitu aneh. Jubah coklat tebal, topeng yang sudah di buat khusus agar mereka bisa bernapas di luar serta senjata-senjata rakitan yang memenuhi tubuh mereka.

Sepanjang perjalanan, tidak ada satu makhluk pun yang mereka temui. Hanya suara gemuruh angin beracun yang menemani perjalanan mereka. Begitu banyak gedung yang terabaikan. Dan hampir semua rumah atau pun yang lainnya sudah menjadi Puing-puing.

Lima bulan berlalu, kini mereka sudah hampir sampai pada tujuan mereka.

“Kita sudah hampir sampai, jadi persiapkan diri kalian!” perintah Davios.

Semua pengikutnya langsung mempersiapkan diri mereka karena lawan mereka kali ini begitu di takuti oleh kelompok lain.

Dengan perlahan, mereka turun dari mobil dengan senjata dan topeng hitam khusus sebagai perlindungan mereka.

Davios mengarahkan anggotanya untuk berhati-hati dan masuk perlahan dalam gedung yang di jadikan tempat oleh para kelompok inhumans. 

Saat mereka masuk, rupanya mereka sedang berpesta. Davios melihat beberapa tumbuhan tumbuh subur dalam gedung tersebut.

“Mereka pasti sudah menggunakan serum tersebut. Sial!” ujar Davios dalam hati

Dengan cepat, Davios memberikan perintah untuk menyerang para inhumans sialan itu.

“Ada penyusup!” teriak salah seorang dari kelompok inhumans saat mengetahui kedatangan davios dan anggotanya.

Namun sepertinya mereka sudah terlambat. Para inhumans tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka tidak ada persiapan sama sekali sehingga banyak di antara mereka yang mati.

“Di mana serum itu?” tanya Davios pada Rey atau pimpinan inhumans yang kini sudah tidak berdaya.

Rey tersenyum miring sebelum menjawab pertanyaan dari Davios. “Aku tidak akan menyerahkannya,” jawab Rey dengan ekspresi yang ingin di habisi.

“Baiklah kalau itu pilihanmu. Ini akan menjadi hari terakhir buatmu,” ucap Davios dengan tatapan tanpa ampun.

Namun sebelum Davios menembaknya, Rey dengan cepat menghentikan aksi Davios. Dengan perlahan dia berdiri dan mengambil serum tersebut yang tinggal setengah.

Dengan tatapan tajam, Davios mengambil serum tersebut dan pergi dari tempat itu.

Saat mereka tiba di bungker Z-5, Davios langsung mencoba serum tersebut dengan meneteskannya ke tanah. Dan secara ajaib, beberapa tumbuhan tumbuh dengan subur di sana.

Satu tahun setelah kejadian, keadaan di wilayah G tempat Davios dan yang lainnya sudah banyak tumbuhan yang hidup.

Dan tiga tahun setelahnya, hampir semua wilayah sudah memiliki tumbuhan. Dan itu membuat keadaan bumi semakin membaik.

Mereka akhirnya sadar betapa pentingnya menjaga ekosistem di bumi.

Sepuluh tahun kemudian, seluruh wilayah sudah di penuhi oleh tumbuhan . Dan mereka sudah tidak lagi memakai topeng khusus.

Dari kejadian di atas mengajarkan kita pentingnya menjaga bumi kita dari kerusakan. Jika bumi kita hancur, maka kita sendiri yang menanggung akibatnya.

8 thoughts on “Cerpen #52: “AWAL DARI SEMUANYA”

  1. Cerpen ini menarik, dan bagus untuk di baca,karena di sini kita bisa tau bagaimana cara melindungi bumi kita

  2. terimakasih atas cerpennya yg sangat menginspirasi kita “untuk tetap menjaga dan melindungi bumi”. Stay healthy my Earth. Good luck kak thor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *