Cerpen #48: “BUMI 100 TAHUN MENDATANG”

Krisis iklim merupakan suatu hal yang selalu diperbincangkan setiap saat serta menjadi topik utama didalam setiap konferensi tinggi atau pertemuan para pemimpin dunia. Akan tetapi tidak ada solusi konkrit mengenai masalah satu ini dan malah krisis iklim makin menjadi-jadi dengan rusaknya ekosistem alam, peningkatan emisi gas rumah kaca serta eksplotasi besar-besaran terhadap alam yang mengakibatkan banyak sekali bencana alam yang terjadi diseluruh belahan dunia. Maka dari itu kita harus segara sadar dan menghentikan yang dianggap perlu melalui penyelamatan bumi kita dari kepunahan serta apa jadinya bumi kita tercinta 100 tahun mendatang ?….

Bumi Ku Yang Indah Nan Hayu

Tuhan menciptakan bumi dengan sangat indah serta rupawan hingga dapat menyamai surga. Bahkan orang zaman dulu mengatakan bahwa bumi merupakan surga yang diciptakan di alam dunia oleh Tuhan untuk makhluknya. Bisa dikatakan bumi tempat yang paling indah diseluruh alam semesta, didalamnya terdapat kekayaan yang tak ternilai sehingga membuat iri planet lainnya. Akan tetapi semua julukan ataupun peribahasa itu berubah seiring perubahan zaman.

Zaman semakin berubah sehingga bumi pun mulai menua dan makhluk hidup semakin berlomba-lomba untuk menguasai atau menjarah seluruh isi bumi ini, makhluk tersebut ialah manusia. Manusia yang merupakan ciptaan Tuhan harusnya menyadari tanggung jawab serta tugas yang diemban-nya oleh Tuhan kepada dirinya. Manusia diturunkan ke muka bumi ini sebagai pemimpin dimuka bumi ini dan mengayomi makhluk hidup lainnya. Apa yang telah ditetapkan kepada diri manusia oleh Tuhan semakin membuat manusia menjadi makhluk yang serakah serta tamak dan merasa dirinya lah yang pantas untuk hidup dimuka bumi ini.

Kekayaan alam yang melimpah didalam bumi ini membuat manusia berlomba-lomba untuk menguasai bahkan ingin meraup keuntungan bagi dirinya. Manusia tidak lagi memikirkan tugasnya yang sebagai pemimpin dan pelindung didalam bumi ini, bahkan seringkali manusia menggusur bahkan merusak tempat tinggal mahkluk hidup lainnya tanpa ada rasa belas kasihan bahkan makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan harus merasakan penderitaan yang amat mendalam karena perbuatan manusia.

Mungkin saja jika bumi ini diberi nyawa seperti manusia dan dapat berbicara ataupun bercerita, maka bumi pun akan sering mengeluh ataupun bertindak sesuai keinginannya. Akan tetapi tuhan tidak memberikan keistimewaan itu pada bumi melainkan tuhan memberikan keistimewaan pada bumi yakni sebagai tempat untuk bernaung makhluk hidup ciptaan-nya dan memiliki keindahan serta kekayaan didalamnya yang tidak dimiliki planet lain. Bumi 100 tahun yang lalu merupakan tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh makhluk hidup.

 

Bumi 100 tahun yang lalu….

100 tahun yang lampau, bumi beirisi hamparan hijau yang luas serta mengalir sungai didalamnya hingga didalam perut bumi pun memancarkan cahaya yang indah hingga mampu menyinari bumi dengan kecantikannya. Dahulu bumi dapat dihuni oleh semua makhluk hidup tanpa ada pertikaian maupun rasa saling cemburu hingga menyakiti.

Bumi dahulu tempat yang nyaman bagi semua makhluk hidup. Manusia dahulu pun untuk bertahan hidup dari apa yang disediakan alam serta untuk mendapatkan makanan atau sesuatu sangatlah mudah. Jika kita ingin memakan buah-buahan kita dapat memetik sendiri dan jika kita ingin makan ikan perlu berburu disungai tanpa harus menyetrum ikan. Semua dahulu serba ada dan tersedia serta semua makhluk hidup tidak saling menyakiti.

100 tahun yang lalu, tidak ada namanya gedung-gedung tinggi, bandara ataupun fasilitas penunjang lainnya serta tidak namanya lumbang tambang ataupun lumbang galian batubara. Akan tetapi semua itu berubah dalam 100 tahun yang membuat kita bahkan akan merenung hingga membuat kita sedih akan perubahan ini. Perubahan yang harusnya menjadi perubahan baik bagi semua bahkan bagi bumi sendiri akan tetapi perubahan itu menjadikan bumi semakin melemah hingga menua dan bahkan menyebabkan dimulainya kehancuran bumi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Harus kita sadari perubahan bumi saat ini agar kita dapat memahami dan mengerti situasi serta kondisi yang terjadi saat ini.

 

Perubahan Bumi saat ini….

Iklim yang berubah dapat menyebabkan pemanasan global, pemanasan global yang terjadi dapat menambah kenaikan level air laut sehingga dibelahan dunia yang lain mungkin sekarang terjadi beberapa penurunan tanah atau daratan setiap tahunnya seperti dapat kita lihat sekarang terjadi pada Ibukota Negara kita yang tercinta. DKI Jakarta mengalami penurunan tanah setiap tahunnya yakni 10-15 cm setiap tahun, walaupun telah dibangun tanggul yang kuat serta megah akan tetapi tetap saja DKI Jakarta tetap jika musim hujan datang maka banjir pun tidak akan dapat dihindari.

Perubahan hutan menjadi lahan tambang maupun rumah warga terus terjadi. Seperti yang saya alami sendiri terjadi di provinsi yang saya tinggali saat ini bernama Provinsi Kalimantan Timur, dari hamparan hutan yang luas serta menjadi tempat tinggal sebagain satwa endemik dan tumbuhan endemik khas kalimantan serta sekarang berubah menjadi galian tambang hingga hunian rumah. Sekarang ini terjadi pembukaan tambang-tambang secara liar dan masive, malahan pembukaan tambang pun dilakukan ditengah area padat penduduk. Kemudian kawasan hutan lindung dijadikan rumah pendududk serta untuk lahan perkebunan, hal-hal inilah yang dapat menyebabkan kepunahan secara nyata dan menyeluruh kepada hewan dan tumbuhan serta khususnya hewan dan tumbuhan langka. Jadi tidak mengherankan feedback yang terjadi akan terasa dikehidupan manusia seperti banjir bandang, tanah longsor, kebakaran hutan yang terus menerus terjadi. Itu semua adalah tanda-tanda alam semesta telah muak dan lelah akibat perilaku manusia. Itu hanyalah sedikit cerita mengenai perubahan bumi yang kita rasakan saat ini. Kita tidak bisa membayangkan jika bumi yang kita cintai menjadi neraka bagi penghuninya.

 

Bumi 100 tahun mendatang….

Bumi dahulunya planet yang indah berubah menjadi menua sebelum waktunya akibat perilaku serta tindakan makhluk hidup didalamnya yang bernama “Manusia”.

Manusia merupakan makhluk yang sangat egois hingga ia lupa di bumi ini hanya menumpang untuk tinggal. Seharusnya jika kita berfikir menggunakan akal sehat, yang menumpang  hingga seharusnya tahu diri dan berperilaku sepantasnya ditempat kita tinggal ini malah melakukan tindakan yang diluar nalar sehingga bumi pun sepertinya tidak sanggup lagi untuk bertahan.

Itu hanyalah sedikit cerita mengenai perubahan bumi yang kita rasakan saat ini. Kita tidak  bisa membayangkan jika bumi yang kita cintai menjadi neraka bagi penghuninya. Padahal tanda-tanda perubahan alam sudah kita rasakan akan tetapi kita tidak peka dan sibuk dalam urusan kita masing-masing.

Perubahan bumi 100 tahun yang akan datang menjadi pertarungan hidup dan mati diantara kita semua karena perubahan bumi pada saat itu akan sangat berubah dimulai dari berkurangnya daratan di bumi yang perlahan berubah menjadi lautan kemudian hutan yang hijau serta asri berubah menjadi padang tandus yang akhirnya membuat pasukan oksigen di bumi akan semakin berkurang sehingga jika kita tiba dimasa itu mungkin kita akan berdesak-desakan untuk mendapatkan oksigen untuk kita bernafas. Sungai dan lautan yang dahulu begitu biru nan indah berubah menjadi sungai yang berbau tidak sedap bahkan beracun akibat limbah pabrik yang dibuang ke sungai bahkan lautan sehingga bioata laut serta sungai tidak dapat bertahan untuk hidup dan pada akhirnya kita akan kekurangan pasokan makanan untuk bertahan hidup. Itu merupakan gambaran bumi 100 tahun yang akan datang.

 

Akhir dari Bumi 100 tahun mendatang….

Perubahan-perubahan bumi yang terjadi disekitar kita harusnya membuat kita harusnya merenung dan sadar bahwa bumi yang kita tinggali sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Maka dari itu melalui cerita pendek ini saya selaku penulis agar kita semua menyadari kesalahan yang kita sebagai umat manusia yang kita lakukan dimasa lalu dan sekarang terhadap bumi ini serta diharapkannya agar kita semua lebih mencintai dan menyayangi bumi kita. Kita harus melakukan tindakan penyelamatan yang perlu dilakukan seperti penghentian emisi gas rumah kaca berskala besar, menghentikan pembuangan limbah kelaut maupun sungai, menghentikan pembalakan hutan secara liar akan tetapi kita semua bisa melakukan dari hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan yang paling utama menjadi agen perubahan bagi keluarga hingga masyarakat disekitar kita sehingga terciptanya kepedulian terhadap alam dan bumi khususnya serta bumi terhindar dari kehancuran maupun malapetaka dimasa yang akan datang. Sermoga kita semua dapat dan terjun langsung menjadi agen perubahan dalam menyelamatkan bumi kita dari kehancuran dimasa depan, kalau bukan kita siapa lagi.

BENA BUMI ETAM MENJADI LEBIH BAIK 

AGAR ETAM DAPAT HIDUP AMAN DAN DAMAI

8 thoughts on “Cerpen #48: “BUMI 100 TAHUN MENDATANG”

  1. Semangaaat terus utk selalu membuka mata dn hati manusia dibumi semoga tersampaikan mksd dn isi cerpennya, semangat menebarkan kebaikan baik melalu cerpen ini atau dlm bentuk lainnya.. Great👏🏻

  2. Karyanya bagus bgt, apalagi cerpen ini membahas tentang bumi kita.. mungkin bisa dikembangkan lagi karyanya lebih dari ini.. tetap semangat dalam berkaya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *