Cerpen #22: “Hadiah Tuhan dan Generasi Masa Depan”

Suatu hari, di kampung sukanangka datanglah sekumpulan orang yang membawa seperangkat peralatan untuk menebang pohon, para warga terlihat keheranan dengan datangnya sekumpulan orang tersebut ke kampung mereka karena mereka tahu bahwa di kampung mereka itu dilarang untuk melakukan penebangan pohon karena daerah mereka terkenal dengan kerawanan terkena longsor. Para warga pun sempat menghentikan para penebang pohon tersebut, namun sayang para penebang pohon tersebut sudah memiliki izin untuk menebang pohon didaerah sana dari pejabat sekitar, para warga pun tak bisa lagi menghentikan para penebang pohon tersebut.

Malam harinya, turunlah hujan yang sangat deras, tanah tanah yang pohonnya sudah ditebang itupun tak kuat dan akhirnya terjadilah longsor di kampung sukanangka tersebut.

Keesokan paginya, di suatu sekolah dasar di daerah dekat sukanangka Dea berteriak di kelas “Temen-temen, temen-temen ada berita buruk”, “Apa dea?” sahut seisi kelas, “Kampung sebelah kena longsor lagi, temen kita Dion rumahnya kena longsor” ucap Dea. “Aduh kasian Dion, pasti dia sedih “ ucap Fey, “Perasaan kampungnya Dion sering kena longsor terus deh, kasian bangeeet” ucap Zahra, “Aduh ini pasti gara-gara para penebang liar yang suka tebang sembarangan di daerah kampunya si Dion” ucap Adnan, “Iya nih bener, terus sekarang udah masuk musim hujan juga, hampir tiap hari hujan juga” ucap Arya, merekapun terus membahas tentang kampung Dion yang sedang terkena musibah itu.

Beberapa saat kemudian, datanglah Bu Guru Zenab dan ia sempat mendengarkan obrolan para muridnya. “Selamat pagi semua” Ucap Bu Zenab “Selamat Pagi Ibu” jawab para muridnya dengan serentak. “Kalian sudah tahu dengan keadaan kampungnya Dion ya? Ibu sedih dengarnya” ucap Bu Zenab, “iya bu, kami sedih dengernya. Gimana caranya nih bu biar kampungnya Dion gak kena longsor terus?” tanya Adnan, “Iya nih Bu gimana caranya, kami mau bantu Dion nih bu”ucap Dea, “Ibu sih kepikiran mau ngadain Reboisasi disana, soalnya komunitas Ibu juga lagi mau bikin program kerja gerakan menjaga alam di masa yang saat ini rawan terkena krisis iklim yang kita tahu sekarang musim hujan lagi deras-derasnya”ucap Bu zenab. “Aku mau ikutan boleh bu?”Tanya Adnan, “Dea juga mau bu!”, “Arya Juga Bu”, “Dina Mau Bu” dan satu kelas itupun mau bergabung dalam kegiatan komunitas Ibu Zenab, kemudian Ibu Zenab menjawab “Semua boleh ikut yaa, nanti hari minggu ini jam 8 pagi kita semua ngumpul di gardu perbatasan kampung sukanangka ya”, “siaaap Buuu” jawab seisi kelas.

Hari minggu pun datang, komunitas Ibu Zenab dan para muridnya sudah berkumpul didepan gardu kampung sukanangka, pimpinan komunitas ini bertemu dengan ketua RW untuk meminta izin dan membahas program mereka.

~Beberapa saat kemudian

“Ayok semua kita sudah diperbolehkan untuk melakukan program ini, sebelum kita memulai program kita marilah kita berdoa bersama terlebih dahulu…berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing-masing dapat dimulai…” Ucap Pak Gerry pimpinan komunitas, do’a pun selesai mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi yang akan dilakukan reboisasi bersama pak RW.

Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Dion, Dea dan Adnan menghampiri Dion dan mereka pun bertanya pada Dion “Dion kamu baik-baik aja?”, “eh iya, Aku baik-baik aja Cuma rumah ku sebelahnya roboh gara-gara kena reruntuhan longsor waktu kemarin lusa, jadi aku gak bisa sekolah karena yang kena longsor itu kamarku yang didalamnya ada seragam sekolah sama buku-buku aku” ucap dion, “Turut berduka cita ya Dion, Eh iya kamu mau ikut kami gak reboisasi tanam-tanam pohon gitu?” tanya Dea, “Mau mau banget”jawab Dion. Kemudian Dion pun ikut bersama teman-temannya.

Program reboisasi pun dilakukan oleh komuintas, murid murid kelas bu zenab dan pak rw, setelah mereka melakukan kegiatan reboisasi kemudian Pak gerry memberikan mengajak semua orang yang ada disana untuk berkumpul.

“Teman-teman, Terima Kasih telah ikut berpartisipasi untuk meramaikan program ini, dan saya sangat mengapresiasi kepada para murid ibu zenab yang antusias sekali untuk mengikuti program ini, mungkin dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini diharapkan anak-anak muda seperti kalian akan terus melestarikan alam untuk menghadapi krisis iklim mendatang, alam ini merupakan hadiah dari sang pencipta sebagai generasi masa depan kalian harus melestarikan dan menjaga alam ini yaa , kita berikan tepuk tangan untuk usaha kita semua pada hari ini, programnya sukses sekali”  Ucap pak gerry.

Program tersebut memberikan banyak pengalama bagi murid-murid kelas Bu Zenab, dengan mengikuti program tersebut, mereka termotivasi untuk melestarikan dan menjaga alam ini. Sebagai generasi masa depan, sudah semestinya kita menjaga alam ini untuk bersiap menghadapi krisis-krisis iklim yang akan datang pada masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *