Cerpen 9: “Aku Kau dan Bumi”

Cerita ini mencerita sebuah keajaiban yang ditemukan di dalam jam yang dapat memutar waktu hingga ke masa depan, melihat keadaan di masa depan yang begitu mengerikan akibat ulah manusia manusia yang tak bertanggung jawab menghancurkan kehidupan di bumi ini.

Setiap malam, ku pandangi bintang bintang yang jauh disana memancarkan cahaya menghiasi Angkasa raya. Memikirkan cita – cita yang setinggi langit. Jatuh bangun mengejarnya duka lara ku rasakan sendiri. Ku ratapi betapa malang nasibku. Sehingga tertidur di bawah pohon.

Mimpiku menjadi kenyataan ku temukan sebuah jam kuno,ku pandangi dan ku raba. Tiba – tiba jam berputar semakin cepat dan ku tertelan sebuah lorong putih berkabut asap. Terjatuh di tanah yang kotor dan tandus. Binatang – binatang kehausan,tumbuhan menggugurkan daunnya.

“ Aku di mana ?” tanya ku pada diri sendiri.

Hati ini terus berkata dan gelisah

“Apa Aku sudah mati ?” tanya ku lagi.

Pikiranku menjadi kacau dan memikirkan hal yang tak terduga olehku.

Aku berlari ke Barat hingga ke timur tak ku jumpai seorang pun. Air mata pun menetes ,ku menangis memanggil.

“Ibu ibu ibu tolong aku,” ucapku. Sambil berlari lagi ku panggil “Ayah ayah di mana.”

Tiba – Tiba ada suara yang mengagetkanku,

“Wahai anak muda,” panggil sosok misterius itu dibalik Kabut asap.

“Siapa itu,” tanyaku.

“wahahahaha akulah yang memanggilmu untuk kesini, ”jawab sosok hitam misterius. Aku ketakutan badan gemetar merinding ,kakiku tak bisa ku gerakkan, jantung berdebar seakan mau mati di telan sosok itu.

Terdengar Langkah kaki semakin mendekat, ku mundur sedikit demi sedikit. Namun suara langkah kaki itu menghilang entah ke mana, rasa cemas,takut,dan gelisah menghantui. Ku berlari sejauh mungkin dan tanpa melihat kondisi jalan yang kulalui sehingga ku terjatuh di sebuah sungai yang kotor dan bau.

Badan menggigil kedinginan,basah kuyub kurasakan,kemudian sinar matahari pun datang menyinari betapa bahagianya diriku dapat dihangatkan sinar matahari. Hari mulai siang ku lihat tanah yang kering dan berdebu, tumbuhan – tumbuhan mati karena kepanasan.

Tiba – tiba tanganku di tarik oleh sosok yang mengejarkuTadi malam.

Ku lihat sosok hitam itu ternyata itu adalah makhluk yang berbadan besar dan tinggi.

Ku beranikan bertanya “Siapa kau ?”

“Aku lah penunggu bumi tua yang tandus karena ulahmu dan juga ulah manusia yang tak

bertanggung jawab ,” Jawabnya.

Ku beranikan lagi bertanya sambil terbata-bata “Kena-napa kkkau membawa ku kesini ?” “Iya, aku membawamu kesini biar kau lihat apa yang terjadi bumi ini selama 100 tahun ke depan karna ulah manusia pada zamanmu,” ujarnya.

Tanpa persetujuan ku ia menarikku dan membawaku keliling mengitari bumi, betapa miris dan bersedihnya aku kulihat tanah yang kering, bangunan – bangunan yang megah di jamanku menjadi porak poranda, binatang pada kelaparan, Suhu yang begitu panas membakar kulit. Tak sengaja air mataku menetes, meratapi betapa sedihnya nasib bumi ini. Tiba saatnya, sosok itu menceritaKronoligisnya.

“Waktu itu para manusia bersaing untuk memiliki bangunan yang megah dan juga mendirikan rumah – rumah yang menjadikan kepadatan di muka bumi ini. Penemuan – penemuan para profesor mengakibatkan dampak yang fatal karena keteledorannya tidak bisa mempertimbangkan dampak apa yang akan muncul di muka bumi ini,”ceritanya.

Mendengar cerita itu hatiku hancur bak di hantam tsunami,Perih kurasakan,sakit tak berdarah sehingga air mata menetes bak hujan yang datang bertubi – tubi.

Rasa menyesal menyesakkan dada. Tanpa sengaja aku terbangun itu hanya mimpi namun terasa nyata rasa sakit yang kualami hingga terasa di sini. Ketika mataku terbuka lebar tak kuasa menahan air mata yang mengalir deras membasahi pipi.

Ku ajak para temanku untuk selalu menjaga dan peduli terhadap bumi kita yang sudah tua dan rentan hancur. Sehingga menimbulkan rasa takut atas kehancuran bumiku ini.

Meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan dan juga menjaga lingkungan dan kelestariannya.

Sejak itu ku berniat menanam seribu pohon untuk mengurangi karbon dioksida di atmosfer agar tidak terjadi pelubangan di atmosfer. Sehingga bumi ini tak akan mengalami perubahan iklim karena karbon dioksida yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *