Cerpen #19: “RANUPANE KILISUCI”

“ sudah miliaran tahun dan Bumi ini sudah 5 kali mengalami kiamat dan tidak ada yang berubah dari manusia joey  “, cetus bobbi , tidak ada dari sejarah selain siklus cerita harta tahta dan wanita kekuasaan dan kehancuran yang terus menerus dan berulang ulang , kalimat pengaggum dicky Zainal Arifin itu semakin mengeras . di senja bulan oktober yang  menyengat itu  itu kami berdua sedang duduk di dekat petilasan pertapaan Dewi Kilisuci , pertapaan seorang Ratu yang kelak akan menurunkan raja raja majapahit , kerajaan yang menurut Bobi adalah pilar terakhir bangsa kita sebagai bangsa superior yang merdeka dan jaya . aku hanya terdiam , hamparan bukit di sisi barat kota blitar itu pun terdiam meski semilir dingin angin yang bertiup seolah mengingatkan bahwa ratusan tahun yang lalu, jauh sebelum begitu banyak sampah plastik penataan bangunan di kaki gunung yang kurang berseni dan polusi mesin industri , tempat itu begitu alami indah sejuk dingin rindang dan asri .

Aku hanya mengguman mengutip kalimat shoe hok gie , sebuah himbauan supaya manusia menstop semua tidakan yang menjadikan kerusakan alam dan membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang , sebagaimana himbauan dan ujaran Dicky Zaenal Arifin supaya kita semua berhenti berkompetisi dan bekerja sama membangun kehidupan yang lebih baik . dan Bobbi pun menukas , “ tidak semudah itu juga kan terkait dengan SDM pendidikan , centang perentang strata pemerintahan , kekolotan masyarakat , rendahnya wawasan  , budaya korupsi bla bla bla … entahlah mungkin semuanya memang tak baraturan dan berantakan . di kampungku sendiri saja masalah sampah plastik sudah sampai pada taraf tidak perlu diomongkan karena memang tidak ada gunanya diomongin supaya tidak membuang sampah sembarangan karena memang tidak bisa diomongin . tiba tiba sebuah motor yang di tunggangi dua orang remaja masa kini melesat lewat di bawah dengan knalpot yang memekakkan . dan kemudian sepi kembali hening . matahari mulai melembutkan sinarnya dan udara pun tarasa mendingin lalu kami berdua pun melinting dan  menyulut tembakau gayo aceh yang nikmat dan harum untuk meredakan keadaan

 

Dan untuk mencoba meredakan kegalauan dan kekesalan diriku dan si Bobbi, aku pun mencoba mengalihkan topik pembicaraan , “ mungkin saja selain kita somewhere in time memang ada orang orang yang benar benar perduli dan berupaya mengupayakan yang terbaik bagi lingkungan dan benar benar menjalankan . eh Ranupani gimana khabarnya ya ? aku menyelutuk karena aku tahu si bobbi punya memori indah di ranupane . Desa kecil di pinggir danau yang merupakan desa terakhir base camp para pendaki Gunung sebelum menuju puncak mahameru itu melekat erat di memorinya . media 90 ketika kuliah dia juga punya side job di sebuah LSM yang menjadikaanya sering mundar mandir kota  Malang –  ranupane karena urusan pekerjaan sampai suatu saat ada tugas kuliah hunting foto yang menjadikan dia bersama team nya yang terdiri dari 7 orang tinggal di Rumah Kepala Desa Ranupane selama seminggu dan memotret kehidupan Desa Ranupane yang begitu tentrem untuk tugas kuliah , ya baiklah bukan hanya itu saja tapi  karena di team itu ada seorang dara semarang yang berhasil melumerkan hatinya . dan aku melihatnya tersenyum . sudah lama kami tidak bertemu . dan entah bagaimana sore itu di arah yang sama  kali ini nasib mempertemukan kita sebagai sahabat . “ dia sudah berkeluarga dan kita masih berteman sebagai sekutu umat manusia ujarnya seolah mengerti apa yang aku fikirkan .

Apa hidub ini joey dan untuk apa kita hidub sebenarnya ? entah kepada siapa pertanyaan itu akupun tidak menjawabnya namun kemudian kita berdua tercenung … kita teringat kitab kitab  suci yang kita segani . spiritual dengan spirit …  lalu kenyataan bahwa manusia semakin agresif mengekploitasi alam , secara sistematis memporak porandakan  menghancur kan dan merusak membabi buta mencemari dan meracuni alam semesta itu membuat kita bertanya apakah orang orang itu tidak baik ataukah mereka justru orang orang baik yang fokus menghidupi keluarga . apakah orang baik itu dari sikap nya atau dari kelihatannya ? lalu siapa yang harus bertanggung jawab terhadab semua kerusakan itu ? apakah yang harus kita lakukan diantara rantai kehidupan carut marut dan sejuta persoalan yang menghimpit manusia di negara yang indah ini ?  . atau mengapa tetangga depan rumah itu selalu mengusik berusaha menjatuhkan dan merasa selalu unggul sementara pun bahkan bila kita tidak ingin tahu urusan kehidupannya

 

Keharuman tembakau lintingan aceh gayo itu pun terbang seolah menyiarkan kepada alam semesta  , keluarga joey , si bobbi tiba tiba menyelutuk . kembali ke keluarga dari kita dan dimulai dari kita , sedapat mungkin kita mulai kembali mencintai alam semesta ini dengan merawat keluarga teman teman dan rumah serta alam sekitar kita . di mulai dari kita. Aku tiba tiba teringat Desa ranupane di pinggir danau lereng gunung Semeru  yang kebersihan ketentreman kediinginan dan  keindahan nya menyeruak cerah di pandangan ku . apakah masih seperti itu ?

Senja di sore hari pun menjingga sehingga kami mengakhiri diskusi gayo itu turun dari bukit dan meneruskan kehidupan yang penuh ketidak pastian dan kemungkinan serta nasib baik yang menjadi misteri itu … mungkin bila di daerah  kalian,  kalian bertemu dengan 2 pria misterius yang selalu merasa sendiri dan kesepian boleh jadi kalian sudah bertemu dengan Bobbi dan joey

35 surensmusikstudio 08/10/2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *